
"Tuan, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku."Ucap Ziva memberontak.
Tidak peduli akan apa yang di ucapkan oleh Ziva, Zafian pun merebahkan tubuh Ziva di atas kasur di dalam kamar itu.
"Aku sudah mengatakan jika aku menyukai mu, apa kau butuh bukti?"Tanya Zafian sambil menatap mata Ziva.
"Aku, emm,tapi, aku, aku merasa tidak pantas."Ucap Ziva sambil memejamkan mata nya.
Ya sejujurnya Ziva juga sangat menyukai Zafian, prilakunya ke Ziva selama ini cukup membuat Ziva nyaman dan tidak bisa sedetik pun tidak memikirkan Zafian.
"Aku akan membuktikan kepada mu, jika aku benar-benar pantas untuk mu."Ucap Zafian lagi.
Sementara Ziva yang kini sudah berada di bawah Kungkungan Zafian, seolah menjadi es dan tidak bisa menolak laki-laki perkasa yang saat ini ada di atas nya.
Mata nya masih tertutup, saat Zafian mulai mengambil tindakan lagi dengan membuat tanda kecil di leher nya, ia pun tidak tahan untuk mendesah atau meringis merasakan sensasi itu.
"Aku akan bermain dengan lembut."Bisik Zafian yang kemudian kembali meraup bibir cery milik Ziva.
Ziva, pun tak kuasa menolak kehangatan itu, dan akhirnya pasrah.
Dia perlahan mulai membalas ciuman Zafian dan mengalungkan tangannya ke leher Zafian.
Hal ini pun membuat Zafian tersenyum lebar mendapatkan tanda persetujuan dari Ziva.
Selanjutnya iamajenasi kan sendiri saja ya, author takut dosa nambah, besok kita sudah puasa loh.
Keesokan harinya.
Ziva membuka mata nya, merasa seluruh tubuh nya seperti ni pukul orang saja, dia benar-benar merasa kelelahan.
"Ahh."Lirih nya merasakan dada dan juga leher serta bagian bawah nya yang agak sedikit ngilu.
Ia pun menyadari jika dirinya sedang tidak mengunakan sehelai benang pun, perlahan Ziva menoleh ke arah samping nya, terlihat Zafian yang masih tertidur lelap.
__ADS_1
"Astaga, aku bahkan menikmati nya tadi malam."Batin Ziva menutup wajah dengan kedua tangan nya.
Sementara itu Zafian juga baru saja membuka mata, melihat Ziva di samping nya dengan tingkah aneh.
Zafian pun tersenyum dan menarik pingan Ziva untuk memeluk nya.
Sementara Ziva masih menyembunyikan wajah merah jambu nya di balik telapak tangan.
"Mengapa kau tidak ingin menatap ku? Tadi malam kau begitu menatap ku dengan dalam."Ucap Zafian mengoda nya.
"Aishh, lepas kan, tuan aku mau mandi."Ucap Ziva kepada Zafian.
"Sekali lagi pangil tuan, aku akan membuat mu berteriak seperti tadi malam."Ucap Zafian mengancam Ziva.
Ziva pun kembali mengingat dan bergidik negeri.
"Baik lah, za, Zafian."Ucap Ziva dengan rasa malu dan gugup.
Zafian tersenyum karena sudah membuat wanita yang ada di hadapannya itu menjadi penurut.
Sementara Ziva yang masih merasa Lelah pun memilih untuk menurut saja.
"Ziva, mengapa kau begitu sempit? Bukan kah kau sudah melakukan nya dengan mantan suami mu?"Tanya Zafian.
"Aku, aku tidak tau."Ucap Ziva kembali menyembunyikan wajah nya di dada Zafian.
Sementara Zafian tersenyum manis dan memeluk nya dengan erat.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat Alex dan juga Rita berjalan masuk ke dalam kantor cabang.
Seperti nya semua sudah baik-baik saja, dan sekarang mereka berangkat bersama kembali bekerja di kantor cabang Zafian.
__ADS_1
Namun hari ini sama sekali tidak ada Monica di kantor cabang itu.
"Pak Alex, mengapa Monica tidak datang?"Ucap Rita yang saat ini berada di dalam ruang kerja Alex.
"Sayang, kau masih saja memagil ku dengan sebutan pak?"Ucap Alex manja.
"Aishhh, sudah lah, aku mau kerja."Ucap Rita buru-buru keluar dari ruangan tersebut karena takut Alex akan menerkam nya.
Sejak pacaran Alex lebih manja namun Rita tidak ingin memperlihatkan kepada orang-orang di kantor bahwa dia berpacaran dengan Alex.
Sementara itu di sisi lain
"Lisa! Lisa! Dani pingsan dekat taman sekolah!"Ucap seorang laki-laki yang ternyata teman Dani.
"Apa? Kenapa Lo tingalin?"Ucap Lisa khawatir.
"Cepetan Lo ke sana!"Ucap teman Dani yang kemudian kembali berlari ke taman sekolah.
Lisa yang pada saat itu tengah membaca buku pun buru-buru melempar buku nya ke sembarang arah dan berlari ke taman.
Saat ini pikiran nya hanya lah mengapa Dani tiba-tiba jatuh pingsan.
Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di taman sekolah.
"Di mana Dani? Di mana?"Tanya Lisa cekungan cekung.
"Gue di sini!"Ucap Dani datang dari arah belakang Lisa dengan tangan di sembunyikan di belakang.
"Dani? Lo gak apa-apa kan? Dia bilang Lo pingsan!"Ucap Lisa dengan wajah khawatir.
"Dia siapa? Mana?"Ucap Dani.
Lisa pun menoleh ke sekeliling nya dan sama sekali tidak ada orang lain di sana, hanya ada mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung ....