
Seminggu kemudian.
Setelah kepergian Monica, Zafian dan Ziva menjadi sedikit kesepian, dia tidak melihat lagi Monica yang biasanya sangat menyebalkan.
"Astaga, aku sampai lupa, hari ini, adalah hari pernikahan kedua penghianat itu."Ucap Ziva sambil menatap ponselnya.
Ya, hari ini, adalah hari pernikahan antara Adam dan Dina, mereka sengaja mengundang Ziva, untuk menyakiti hati Ziva.
Sejujurnya Ziva sangat tidak mau datang ke resepsi itu, karena itu membuat dia mual melihat wanita ****** dan juga mantan suaminya yang akan menikah, tapi jika dirinya tidak datang, itu akan membuat mereka berfikir jika Ziva masih di liputi rasa sedih atas kehilangan Adam.
Di saat kebingungan seperti ini, terdengar suara klakson mobil di luar apartemen milik Ziva.
Ziva yang awalnya asik mantap layar ponsel nya pun, kini berjalan cepat menuju pintu untuk membuka nya.
"Aunty!"Pangil Nikel yang saat itu sudah berpakaian rapi, dengan jas kecil dan kacamata hitam nya, dia berlagak seolah dirinya adalah seorang pria dewasa yang gagah.
"Nikel? Ini benar-benar kau? Sayang, kau ini sangat tampan ya."Ucap Ziva kaget sambil menatap Nikel kagum.
"Aunty, ayo kita pergi sekarang."Ucap Nikel kepada Ziva.
"Pergi ke mana?"Tanya Ziva menaikan satu alisnya kebingungan.
"Bukan kah kau hari ini ada undangan pernikahan?"Tanya Zafian yang baru saja keluar dari mobil nya dengan pakaian rapi, dia terlihat sangat tampan dengan jas hitam dan juga kacamata hitam nya.
Lagi-lagi kedua orang ini membuat Ziva terpesona, seperti nya, anak dan ayah sama-sama memiliki karisma yang benar-benar kuat.
"Kau tau dari mana?"Tanya Ziva menatap Zafian dengan tatapan bingung.
" Tidak perlu kau aku tau dari mana, Nikel,ayo cepat jalan kan tugas mu."Ucap sang Zafian kepada Nikel.
Nikel pun mengangguk paham, dia menarik Ziva yang saat itu masih acak-acakan masuk ke dalam mobil mereka.
"Ayo aunty ikut kami."Ucap Nikel memegang tangan Ziva.
__ADS_1
"Tunggu dulu, aku masih compang-camping seperti ini."Ucap Ziva furstasi.
"Jangan banyak bicara, ikut saja."Ucap Zafian ya g kini menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal kan apartemen Ziva.
Ziva kini seolah di culik oleh kedua orang perampok tampan.
Tidak butuh waktu lama, mobil itu pun berhenti di depan sebuah mall.
"Ayo aunty kita turun."Ucap Nikel lagi-lagi menarik Ziva turun dari mobil.
Ziva yang sama sekali tidak bisa menolak keinginan Nikel pun hanya bisa menurutinya.
Mereka bersama-sama masuk ke dalam mall tersebut.
"Selamat datang tuan Zafian, ada yang bisa kami bantu?"Tanya dua orang pelayan kepada Zafian.
"Bawa dia, berikan dress terbaik di mall ini, dan sekaligus dandani dia secantik mungkin."Ucap Zafian dengan suara penuh wibawa.
Sementara Zafian dan Nikel menunggu di depan ruang ganti.
Ziva yang sudah tau penyakit orang kaya seperti Zafian pun tak heran lagi, dia pun hanya mengikuti apa yang sudah di atur.
Dua puluh menit kemudian, Ziva keluar dengan deres merah muda.
"Bagaimana?"Tanya Ziva kepada kedua tuan yang sedang duduk mengamati nya.
"Ganti."Ucap mereka bersamaan.
Ziva yang mendengar itu pun kembali masuk ke ruang ganti.
Beberapa menit kemudian,dia pun kembali lagi ke luar, dengan gaun pesta berwarna biru.
"Bagaimana?"Tanya nya lagi.
__ADS_1
"Ganti."Jawab mereka kembali, Seca bersamaan.
Dengan langkah kesal, Ziva pun kembali masuk ke dalam ruang ganti, kali ini sedikit lama.
Setelah sepuluh menit, dia pun kembali berjalan keluar dengan begitu anggun.
Kini gaun yang dia pakai adalah gaun pesta berwarna ungu muda, itu sangat terlihat mewah di tubuh nya.
Sontak saja, hal ini membuat Nikel dan Zafian membuka kacamata nya.
"Cantik sekali."Ucap Zafian tak berkedip.
"Momy!"Ucap Nikel refleks.
"Pas?"Tanya Ziva lagi.
Zafian dan Nikel mengangguk serentak dan mengacungkan jempol nya.
Setelah gaun itu sesuai, Ziva lun di dandani, rambut nya di sanggul cantik dan sangat anggun terlihat.
Satu jam pun berlalu.
Kini Ziva, Nikel dan Zafian sudah dalam perjalanan menuju gedung resepsi pernikahan Adam dan Dina.
Meskipun mereka tau mereka sudah terlambat, tapi mereka harus tetap menghadirinya.
"Di mana Ziva? Apa dia benar-benar tidak berani datang ke pernikahan kita sayang?"Tanya Dina kepada Adam.
"Aku pikir dia mungkin belum bisa move on dari ku."Jawab Adam dengan penuh percaya diri.
Namun saat setelah Adam selesai mengatakan hal itu, suasana pun menjadi hening, karena seluruh tamu yang tadinya asik berbincang kini terdiam, mata mereka tertuju ke satu arah.
Bersambung ....
__ADS_1