Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #63


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini Monica bernagkat ke kantor dengan mobil nya sendiri, tentu nya mobil yang sudah di siapkan Zafian untuk nya.


"Selamat pagi tuan muda, apakah nona muda sudah berangkat ke kantor?"Tanya Alex kepada Zafian.


"Ya, dia sudah pergi dengan mobil nya sendiri, Alex, aku ingin menanyakan sesuatu."Tutur Zafian.


"Ada apa tuan?"Tanya Alex bingung.


"Mengapa kau meningal kan Monica di kantor semalam? Kau tau sendiri kan dia baru di kota ini, kau seharusnya bisa menjaga dia."Tutur Zafian terlihat marah karena sikap Alex yabg mengacuhkan Monica sementara Zafian tau Monica menyukai Alex.


"Maaf kan aku tuan, semalam aku buru-buru keluar dari kantor karena ada beberapa urusan yang harus aku urus, nanti aku akan menjelaskan kepada nona muda untuk minta maaf."Tutur Alex berbohong.


"Baik lah, aku percaya padamu, kau bisa membantu nya."Ucap Zafian.


"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan."Pamit Alex.


Zafian hanya menjawab itu dengan anggukan.


Alex pun meningal kan villa untuk pergi ke kantor cabang.


"Seperti nya tuan Zafian marah kepada ku, tapi apa mungkin hanya karena meningal kan nona muda di kantor? Aku rasa kesalahan ku tidak sefatal ini. "Batin Alex sambil fokus mengemudi mobil nya.


Sementara itu seperti biasa, Ziva datang ke villa untuk mengantarkan bekal Nikel.

__ADS_1


Terlihat Nikel yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil pak Lan untuk ke sekolah.


"Aunty!"Pangil nya sambil tersenyum.


"Sayang, maaf tadi jalan sedikit macet jadi agak lama, ini bekal mu hari ini."Tutur Ziva kepada Nikel."


"Terima kasih aunty. Kalau begitu aunty masuk lah, aku akan berangkat sekolah sekarang."Ucap Nikel sambil memegang bekal yang di berikan Ziva pada nya.


"Baik lah sayang, emuach, kalau begitu hati-hati ya. Pak Lan hati-hati."Ucap Ziva mengecup sekilas pipi Nikel.


"Terima kasih aunty, tunggu aku pulang ya."Ucap Nikel melambai kan tangan nya dari kaca mobil.


"Tentu saja."Ucap Ziva sambil membalas lambaian tangan Nikel.


Setelah melihat mobil Nikel menjauh, Ziva pun berjalan menuju pintu villa.


"Beraninya kau mencium anaku."Ucap Zafian dengan wajah datar nya.


"Tu,tuan melihat nya?"Tanya Ziva gugup dan takut.


"Peraturan nya, jika kau mencium anaku, kau juga harus melakukan itu kepada ku, kau sekarang juga pengasuh ku kan?"Bisik Zafian ke telinga Ziva.


"Apa?"Kaget Ziva mendengar ucapan Zafian barusan.


"Kecil kan suara mu, apa kau mau kehilangan gaji dua kali lipat mu?"Ucapan Zafian dengan semrik jahil nya.

__ADS_1


"Tuan, jangan gila, jika melakukan ini aku juga rela kehilangan dua kali lipat itu, aku tidak mau."Bantah Ziva.


"Kalau begitu biar aku saja."Ucap Zafian yang kemudian menarik tengkuk Ziva dan mencium lembut bibir Ziva.


Sontak Ziva membulat kan mata nya, dia tidak tau setan apa yang merasuki tubuh majikan nya hari ini, yang jelas ini bukan Zafian yang dia kenal.


"Sudah."Ucap Zafian sambil tersenyum jahil.


"Tuan! Apa anda sudah gila? Ini masih pagi dan anda sudah membuat masalah di antara kita!"Umpat Ziva sambil memukul pelan dada bidang Zafian.


"Aku tidak membuat masalah, hanya melakukan apa yang kau lakukan kepada anaku,kau juga pengasuh ku sekarang."Ucap nya tanpa ada rasa bersalah.


Ziva yang tak habis fikir dengan sikap Zafian yang berubah drastis pun memilih masuk ke dalam vila dan Melawai Zafian.


"Dasar gila, sudah mulai mesum saja! Perilaku tuan Zafian hari ini membuat ku haus dan ingin minum air putih yang banyak, sudah berapa kali dia mencium ku seperti ini benar-benar mesum!" Umpat nya sambil pergi ke dapur untuk minum.


Ziva pun membuka kulkas yang ada di dapur vila, tapi perhatian nya tertuju pada boks Tteokbokki yang ada di dalam kulkas tersebut.


"Eh tunggu, bukan nya ini Tteokbokki yang tadi malam? Emm tapi mengapa ada di sini? Huh, aku rasa tuan Zafian juga punya Tteokbokki dan stok ini sudah lama, ya mungkin saja serupa."Pikir Ziva yang kemudian kembali menutup pintu kulkas setelah meminum sedikit air dingin.


Setelah minum, Ziva pun kembali ke ruang tengah, terlihat Zafian yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Menyebalkan sekali, seperti tidak ada kejadian."Gerutu Ziva yang saat ini rasanya dia sangat ingin mencekik Zafian dari belakang.


"Apa yang kau perhatikan?"Tanya Zafian tiba-tiba menoleh ke arah Ziva.

__ADS_1


Sontak Ziva kaget dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Bersambung ....


__ADS_2