Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #85


__ADS_3

" lah kok gak ada?"Ucap Lisa kebingungan.


Dani pun tersenyum dan mengeluarkan sesuatu yang dia sembunyikan di belakang nya.


"Lisa, Lo bilang Lo mau yang romantis kan, dan hari ini, gue kabulin, Lisa, Lo mau gak jadi pacar gue?"Ucap Dani memberikan buket mawar itu kepada Lisa.


Sontak Lisa kaget dengan mata yang terbelalak, dia tidak menyangka Dani akan meminta dia menjadi pacar nya dengan cara yang sangat romantis seperti ini.


"Lo, Lo serius?"Tanya Lisa.


Dani mengangguk kan kepala nya sambil menunggu jawaban dari Lisa.


"Gue, gue mau!"Ucap Lisa tampa ragu mengambil bunga dari Dani dan memeluk nya.


Seketika itu sorakan pun terdengar semua teman-teman sekelasnya muncul dari persembunyian mereka dan bertepuk tangan untuk Lisa dan Dani, begitu juga dengan kakak nya Lisa ya itu Miko, dia turut bahagia akan kebahagiaan sang adik yang akhirnya terwujud.


"Makasih ya Lo udah mau nerima gue."Ucap Dani kepada Lisa.


"Makasih juga dah mau sama gue."Jawab Lisa.


Sementara itu ria dan kedua temannya sudah di keluarkan dari sekolah itu saat pak scurity mengadukan perbuatan mereka terhadap Lisa.


Sementara itu di sisi lain.


"Huh, semuanya sudah selesai, aku harus kembali ke kota xx hari ini."Ucap Monica sambil tersenyum kecil.


"Tante, Tante mau ke mana?"Tanya Nikel melihat Monica yang saat itu berjalan sambil menarik kopernya.


"Nikel, Tante mau pulang dulu, Tante sudah merindukan nenek dan kakek jadi Tante kembali ke kota xx dulu, nanti kapan-kapan Tante ke sini lagi ya."Ucap Monica sambil memegang kedua pipi Nikel.

__ADS_1


"Tapi, siapa yang akan mengantarkan Tante?"Tanya Nikel dengan wajah sedih.


"Tante naik taxi saja, kau diam di villa bersama para maid ya, sebentar lagi Daddy mu akan kembali bersama dengan aunty Ziva.


"Nona muda, mengapa tiba-tiba sekali?"Tanya kepala pelayan.


"Ada beberapa hal yang harus aku urus bi, berikan surat ini kepada kak Zafian ya, minta kak Ziva juga membaca nya agar tidak ada salah paham, aku akan kembali ke sini."Ucap Monica kepada kepala pelayan.


Kepala pelayan mengambil surat yabg di berikan oleh Monica itu.


Setelah itu mereka pun mengantar Monica sampai ke depan pintu villa.


Belum sampai sepuluh menit taxi yang di tumpangi oleh Monica berlalu, mobil Zafian pun kini tiba di vila.


"Daddy! Aunty!" Teriak Nikel berlari ke arah Ziva.


"Selamat pagi tuan, nona pengasuh."Ucap kepala pelayan.


"Selamat pagi bi, di mana Monica?"Tanya Zafian kepada kepala pelayan.


"Tante sudah kembali ke kota xx Dady."Jawab Nikel yang saat itu ada di gendongan Ziva.


"Apa?"Kaget Ziva dan Zafian secara bersamaan.


"Benar nona pengasuh, tuan, nona Monica kembali ke kota xx, dia mungkin saat ini sudah berada di bandara.


"Apa yang terjadi dengan Monica."Tanya Ziva mulai khawatir karena Monica yang pergi kembali ke kota xx secara tiba-tiba.


"Ini ada titipan untuk tuan Zafian dan nona pengasuh, dari nona muda."Ucap kepala pelayan.

__ADS_1


Zafian pun mengambil nya dan mulai membaca surat tersebut.


"Tuan, apa yang dia katakan?"Tanya Ziva penasaran dengan rasa khawatirnya yang sudah memuncak.


"Tuan muda Nikel, mari main dulu bersama bibi."Ucap kepala pelayan itu kepada Nikel.


"Baik bi, aunty nanti temui aku di kamar ya dadaaa."Ucap Nikel yang kemudian berlalu pergi bersama dengan kepala pelayan.


Setelah kepergian Nikel, Zafian pun memberikan surat tersebut kepada Ziva.


Sementara dirinya berjalan menuju sofa dan duduk dengan wajah datar.


Isi surat :


"Kak Zafian, kak Ziva, maaf kan aku, aku pergi dengan tiba-tiba, aku tau ini akan membuat kalian menjadi cemas terhadap ku, tapi aku benar-benar tidak bisa melupakan Alex, aku takut jika terus berada di sekitar mereka, aku akan menyakiti diri ku sendiri, atau kembali menghancurkan hubungan mereka, jadi biar kan aku pergi, aku akan menenangkan diri dulu, tapi kalian tidak boleh bersedih karena kepergian ku, aku ingin kalian bahagia, aku akan kembali."


"Monica"


Setelah membaca isi surat tersebut, ziva pun menghampiri Zafian.


"Apa ini salah ku? Aku terlalu memaksa kan Monica untuk melupakan cinta pertama nya."Ucap Ziva sambil memegang pundak Zafian.


"Tidak, ini bukan salah mu, kau sudah benar sayang, lupakan, aku rasa kepergian Monica ada baiknya,biar kan dia menenangkan perasaan nya terlebih dahulu."Ucap Zafian mengengam erat tangan Ziva.


Ziva pun memeluk Zafian, karena dia tau saat ini Zafian sedang tidak baik-baik saja.


Seminggu kemudian ....


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2