
"Apa aku hubungi saja dia?"Tanya Alex dengan dirinya sendiri sambil mengotak-atik ponsel nya.
Namun tepat di saat itu, Monica pun masuk ke dalam ruangan nya secara tiba-tiba.
"Permisi kak Alex,ada hal yang ingin aku tanyakan tentang beberapa dokumen."Ucap Monica sambil memegang beberapa map di tangan nya.
"Eh iya Rita ada apa?"Tanya Alex reflek tanpa menyadari nama siapa yang dia sebut.
"Rita? Rita siapa?"Tanya Monica dengan ekspresi wajah bingung dan terlihat kesal.
"Emm, maaf kan aku Monica, ya apa yang ingin kau tanyakan?"Tanya Alex kembali.
"Seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, aku kembali ke ruangan ku dulu."Ucap Monica yang kemudian pergi meningal kan ruangan Alex.
"Mo!" Ucap Alex terhenti karena Monica sudah keluar dari ruangan nya.
Sementara itu di ruangan nya, Monica merasa sangat kesal karena Alex sama sekali tidak fokus dengan nya.
"Siapa Rita? Mengapa seperti nya kak Alex memikirkan nya sampai salah sebut nama seperti itu?"Batin Monica kesal.
Sementara itu di apartemen Rita.
"Astaga, mengapa badan ku semakin panas? Mau menghubungi pak Alex untuk meminta cuti, rasa sangat sungkan."Batin Rita sambil meminum air hangat untuk meredam rasa nyeri dan sejuk yang dia rasakan saat ini.
Sejak bangun tidur tadi pagi, Rita merasa sangat tidak enak badan, tubuh nya juga terasa sangat panas serta kepala pusing.
"Apa ini karena pekerjaan yang semakin hari semakin bertambah ya? Mau menelfon Ziva tidak mungkin, dia pasti sedang kerja sekarang dan aku tidak mungkin mengatakan jika aku sedang sakit, itu hanya akan membuat nya khawatir dan mengomel."Batin Rita benar-benar serba salah.
__ADS_1
Namun tidak lama kemudian, terdengar suara klakson mobil yang seperti nya berhenti di depan apartemen Rita.
Sontak Rita kaget dan dengan cepat melihat dari balkon kamar nya.
"Se-seperti nya aku kenal mobil ini."Batin Rita.
Rita pun buru-buru keluar dari kamar nya dengan wajah yang sedikit pucat untuk turun ke bawah dan melihat siapa yang datang.
"Astaga, itu mobil nya pak Alex,dia pasti datang untuk memarahi aku karena aku tidak masuk kantor tanpa ijin."Batin Rita sambil mengintip dari jendela ruang tamu.
Tok...tok...tok. Suara ketukan di luar pintu apartemen Rita.
"Astaga, dia sudah tiba di depan pintu, bagaimana ini,aku malu, aku tidak mandi, rambut acak-acakan, astaga bagaimana ini?"Batin Rita serba salah.
Tok...tok...tok. Sekali lagi Alex mengetuk pintu apartemen tersebut.
Mau tidak mau, Rita pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu itu.
"Ada apa apanya? Mengapa kau tidak masuk kantor hari ini? Aku pikir terjadi sesuatu kepada mu."Ucap Alex berdiri tegap di depan pintu apartemen Rita.
"Em, aku,aku benar-benar minta maaf, tapi hari ini aku bukan nya tidak apa-apa,aku sedang sakit dan tidak bisa masuk kantor."Jelas Rita dengan wajah pucat itu.
"Kau benar-benar sakit? Mengapa tidak mengabari aku?"Tanya Alex reflek menempelkan punggung tangannya ke kening Rita.
Rita yang di perlakukan seperti itu sontak sangat terkejut, jantung nya berdegup kencang serta mata yang sedikit melotot.
"Apa yang kau lihat? Badan mu cukup panas, apa kau mau ke dokter? Aku akan mengantarmu."Ucap Alex menujukkan rasa peduli nya terhadap Rita.
__ADS_1
"Ti, tidak apa-apa, aku hanya demam biasa pak, dan butuh waktu istirahat."Ucap Rita gugup.
"Baik lah, kau boleh libur beberapa hari, kalau begitu aku permisi dulu."Tutur Alex yang sebentar khawatir dan dia juga merasa gugup saat berdekatan dengan Rita.
"Tunggu pak, apa tidak mau masuk dulu?"Tanya Rita lagi.
"Apa boleh?"Tutur Alex.
"Tentu,ma,mari."Tutur Rita mempersilahkan Alex masuk ke apartemen nya.
Tentu saja Alex tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini.
Seperti nya, di antara Rita dan Alex ada perasaan yang sama-sama di simpan rapat.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan, mengapa makan seperti itu? Ini masih banyak."Tergur Ziva kepada Zafian yang makan dengan begitu lahap, sementara Ziva hanya memperhatikan nya.
"Emm."Gumam Zafian tidak mempedulikan ucapan Ziva.
Tiba-tiba Ziva mengambil tisu yang ada di atas meja makan tersebut dan mengulur kan nya kepada Zafian.
"Tuan, ada makanan di sudut bibir mu."Ucap Ziva memberikan tisu itu.
"Tidak bisa kah kau membantuku mengelapnya?"Tutur Zafian mulai menujukkan sikap manja nya.
"Em, baik lah."Ucap Ziva mau tidak mau mengelap sudut bibir Zafian dengan pelan.
__ADS_1
Tampa mereka ketahui, kepala pelayan sedang mengintip dari pintu dapur dengan tatapan kaget karena tidak menyangka jika majikan mereka memiliki sifat manja seperti itu, sifat yang tidak pernah mereka lihat selama ini.
Bersambung ....