
Mendengar pertanyaan Zafian, sontak Ziva kaget dan bingung karena dia tidak tau harus menjawab apa, sebelum nya Zafian pasti sudah mendengar semuanya dari Alex.
"Tidak perlu menjawab jika kau keberatan."Sambung Zafian lagi.
"Ya,aku punya ibu dan seorang adik laki-laki yang masih sekolah."Ucap Ziva yang akhirnya mengatakan apa yang seharusnya dia katakan dan tidak menyembunyikan apapun.
Bagi Ziva lebih baik jujur jika ada orang yang bertanya, dia tidak seharusnya menyimpan atau menyembunyikan silsilah keluarga nya sendiri.
"Lalu, mengapa kau takut untuk pulang?"Zafian kembali mengeluarkan pertanyaan lain untuk Ziva.
"Karena aku tau,ibu dan adikku sudah kesulitan,aku tidak ingin menambah beban apalagi beban pikiran."Tutur Ziva dengan wajah polos nya.
"Lalu, sahabat mu?"
"Begitu juga dengan dia, dia juga sudah banyak membantu ku, mulai dari perceraian sampai tempat tinggal ku dia juga sekarang sedang fokus bekerja untuk naik jabatan jadi aku tidak akan membuat nya khawatir."Jawab Ziva.
"Mengapa kau selalu memikirkan orang lain di bandingkan dirimu sendiri, apa kau ini bodoh?"Tutur Zafian tidak segan-segan.
"Mereka bukan orang lain tuan, mereka keluarga ku, sekarang tuan mau bertanya apa lagi? Aku akan menjawab nya dengan senang hati, karena sedari tadi tuan terus bertanya kepada ku."Celetuk Ziva yang sebenarnya risih akan kebawelan Zafian.
"Tidak ada."jawab nya tiba-tiba cuek.
Ini lah sifat aneh Zafian yang tidak bisa di mengerti oleh Ziva, dia bisa tiba-tiba hangat, tiba-tiba dingin seperti kulkas dua pintu dan terkadang dia juga bisa sangat galak seperti singa.
__ADS_1
"Bagaimana sekarang aku yang mengajukan pertanyaan."Tutur Ziva.
"Apa?"Tanya Zafian penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh Ziva.
"Mengapa tuan, mengirim kan Alex untuk mengikuti dan membantu ku saat aku di kantor catatan sipil?"
"Astaga, Alex bodoh sekali, apa dia mengatakan juga aku yang menyuruh nya?"Batin Zafian.
"Tuan?"Tergur Ziva menyadari Zafian yang melamun.
"Ya, ya,aku sengaja melakukan itu, karena aku pikir kau akan membohongi aku dan sengaja kabur karena tidak suka dengan pekerjaan ini."Jawab Zafian dengan alasan yang tidak masuk akal.
"Apa? Seburuk itu kah aku?" kaget Ziva menatap Zafian dengan tatapan tajam.
"Baik terima kasih, antara kan dia ke kamar itu sekarang."Perintah Zafian kepada maid nya.
"Baik tuan."Jawab sang maid yang kemudian membantu Ziva untuk pergi ke kamar yang telah dia siap kan, di lantai dua villa.
"Selamat malam tuan Zafian."Tutur Ziva sebelum dia naik ke atas bersama sang maid.
"Hmm."Jawab Zafian sambil menatap mata Ziva yang terlihat marah dengan nya.
"Mengerikan sekali."Batin Zafian.
__ADS_1
Ternyata ada yang lebih mengerikan dari dirinya sendiri,pikir Zafian setelah Ziva pergi ke kamar nya.
…
"Nona pengasuh, ini kamar nya, silahkan masuk ke dalam dan beristirahat lah."Ucap sang maid membuka pintu kamar itu dan mempersilahkan Ziva masuk ke dalam.
"Wahh, kamar nya sangat bagus, terima kasih banyak bi."Turut Ziva dengan sopan.
"Seharusnya nona pengasuh berterima kasih dengan tuan Zafian saja, karena saya hanya menjalankan perintah, ini adalah kamar tamu di villa ini, sebelum nya belum ada yang di perbolehkan tuan Zafian masuk ke kamar tamu tapi nyonya seperti nya beruntung mendapatkan perhatian lebih dari tuan Zafian."Jelas sang maid panjang lebar sambil sedikit tersenyum.
"Maksud nya bagaimana ya bi? Aku tidak mengerti."Jawab Ziva.
"Iya nona, tuan Zafian itu orang nya sangat galak, dan juga seperti es dia bahkan jarang bicara sambil menatap wajah lawan bicara nya, tapi sepertinya nya dengan nyonya esh itu bisa menjadi cair."goda si maid.
Ziva terdiam, ternyata semua maid di villa itu tau betul dengan sifat Zafian, tapi Ziva belum mengerti banyak akan apa yang di sampaikan oleh maid itu.
"Ah sudahlah bi, tidak baik membiarkan nya, jika dia mendengar kita, dia pasti akan marah."Tutur Ziva.
"Baik lah nona pengasuh, kalau begitu saya permisi dulu, selamat malam dan selamat istirahat."Tutur sang maid yang kemudian berjalan cepat menuruni tangga.
"Huh, ada-ada saja."Keluh Ziva yang kemudian menutup pintu kamar nya.
Ziva pun mulai mengarah pandangan nya ke segala arah di dalam kamar itu, namun tiba-tiba pandangan nya tertuju ke sebuah lemari kaca, yang di dalamnya ada foto seorang wanita yang wajah nya terlihat sangat mirip dengan Zafian.
__ADS_1
Bersambung ….