Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #50


__ADS_3

Mereka baru saja tiba dari apertemen Ziva tadi, sejujurnya Zafian hanya lupa jika hari ini adalah harus kepulangan Monica ke kota itu.


"Daddy, mengapa Daddy terlihat cemas seperti itu?"Tanya Nikel sambil duduk di sebelah Daddy nya.


"Tidak ada, sayang, tante mu akan tiba sebentar lagi, kau mau kan membantu Daddy?"Bisik Zafian ke telinga Nikel.


"Bantuan apa yang Daddy perlukan?"Tanya Nikel lagi, seolah tak mengerti.


"Begini."Ucap Zafian mulai menyusun siasat untuk mengelak dari amukan Monica yang akan membuat dirinya menderita.


Sementara Nikel yang mendengar nya hanya mengangguk kan kepala mengerti atas apa yang di ucapkan sang Daddy barusan.


"Kalau begitu,kau tunggu di sini, Daddy akan masuk ke kamar."Ucap Zafian kepada Nikel.


"Baik lah Daddy,aku mengerti."Jawab Nikel.


Setelah mendapat kan kesepakatan itu dari Nikel, Zafian pun segera masuk ke dalam kamar nya.


Tidak lama kemudian mobil Alex yang menjemput Monica pun sudah tiba di villa itu.


"Terima kasih banyak, kak Alex sudah menjemput ku."Ucap Monica dengan senyum manisnya.


"Sama-sama nona, silahkan masuk."Ucap Alex mempersilahkan Monica untuk masuk ke dalam villa.


"Tante! Teriak Nikel yang sudah menunggu di ruang tengah villa.


"Nikel!"Teriak Monica tak kalah histeris nya melihat keponakan satu-satunya sudah tumbuh dewasa.


"Hmm, benar-benar suasana haru."Batin Alex yang saat itu masih memegang koper Monica.

__ADS_1


"Sayang,apa kabar mu?"Tanya Monica sambil memegang pipi Nikel.


"Aku baik-baik saja Tante, tapi Daddy."Lirih Nikel dengan wajah sedih.


"Daddy? Kenapa lagi dengan nya?"Tanya Monica menatap Nikel dengan tatapan bingung.


"Tante bisa melihat sendiri ke kamar nya, ayo ikut Nikel Tante."Ucap Nikel menarik tangan Monica untuk pergi menuju kamar Zafian yang ada di lantai atas.


"Baik-baik, jangan buru-buru Nikel, nanti kau terjatuh."Ucap Monica mengikuti Nikel.


Mereka pun sama-sama menaiki tangga menuju kamar Zafian yang ada di lantai dua villa.


Sementara itu, Alex masih bingung dengan apa yang terjadi kepada Zafian.


Ia pun memutuskan untuk naik Ake atas juga, karena koper Monica masih ada di tangan nya.


Monica membuka pintu kamar itu secara perlahan, terlihat Zafian yang sedang terbaring di kasur nya dengan selimut yang menutupi tubuh nya sampai ke dada.


"Lihat lah tante, Daddy sedang demam."Ucap Nikel kepada Monica.


"Astaga? Nikel, Daddy mu benar-benar sedang demam?"Tanya Monica dengan wajah khawatir.


"Iya, makanya tidak bisa menjemput tante."Jawab Nikel lagi.


"Kak, mengapa kau tidak bilang jika kau sedang sakit? Jadi aku tidak perlu susah-susah mengumpat mu karena kesal kau tidak menjemput ku."Crocos Monica sambil duduk di samping ranjang tempat Zafian yang sedang terbaring.


"Lah, demam apa nya? Bukan kah tuan Zafian baru saja pulang dari apartemen nya nona pengasuh?"Batin Alex kebingungan sambil berdiri di depan pintu kamar Zafian.


Seperti nya Alex tau, Zafian berpura-pura Demam karena takut terkena amukan dari Monica.

__ADS_1


"Huhhh, aku benar-benar kesakitan? Kepala ku sakit aku juga sangat dingin, maaf kan aku, aku tidak bisa menjemput mu."Ucap Zafian dengan aktingnya.


"Baik lah, kalau begitu kau istirahat saja, bair kan aku yang memangil dokter untuk mengecek kesehatan mu, kalau perlu kau juga harus di suntik."Ucap Monica yang sebenarnya tau jika Zafian sedang pura-pura sakit.


"Haha, sudah ku duga, nona muda tidak mungkin bisa di bohongi oleh tuan Zafian."Batin Alex menertawakan Zafian.


"Aduh!"Ucap Nikel menepuk jidatnya.


"Jangan jangan, aku tidak sakit,aku sehat, jangan,aku mengaku salah, tidak ada jarum suntik aku tidak mau."Ucap Zafian sontak turun dari ranjang nya dengan wajah panik.


Ya,ini lah hal yang tidak di ketahui oleh beberapa orang, dan hanya di ketahui orang terdekat Zafian saja, Zafian sangat membenci dokter atau jarum suntik.


"Nah! Sekarang ketahuan kan! Kakak mencoba menipu ku?!"Bentak Monica sambil bercekak pingang dengan wajah seram.


"Alex! Apa yang kau tertawa kan?!"Ucap Zafian yang mengalihkan pembicaraan dan menghampiri Alex.


"Tuan, apa yang terjadi dengan ku? Aku tidak tertawa."Bantah Alex kembali memasang wajah datar.


"Sudah, sudah, Daddy, Tante,paman Alex, kalian bertiga benar-benar berisik, membuat kuping ku terganggu, sebaiknya kalian diam aku akan istirahat di kamar ku!"Marah Nikel yang kemudian berlari pergi dari kamar Zafian menuju kamar nya yang ada di lantai bawah.


"Nikel!"Teriak Monica.


"Ini semua gara-gara kalian berdua."Ucap Zafian yang kemudian berjalan mengejar Nikel.


"Lah, bukan nya seharusnya aku yang marah? Mengambil kedua orang itu? Membingungkan sekali, pohon jatuh tidak jauh dari buah nya."Ucap Monica kesal sambil menatap Nikel dan Zafian yang sudah turun ke lantai bawah.


Sementara itu Alex kebingungan mengartikan ucap Monica barusan, karena itu seperti nya di susun secara terbalik.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2