Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #43


__ADS_3

"Hmm, ya, ibu, Dani, boss ku itu meminjamkan apertemen nya untuk aku tingali, awalnya aku menolak, tapi dia bilang itu lebih bagus dari pada menyewa sebuah rumah yang belum tentu keamanan nya."Jelas Ziva kepada adik dan ibu nya.


Dani dan sang ibu saling pandang dengan mata yang membelalak.


"Apa kah itu benar? Sebaik apa boos mu itu nak? Mengapa sampai meminjam kan apertemen dia kepada mu,dia begitu percaya?"Tanya Bu Rima khawatir.


"Iya, dia adalah orang yang cukup dingin, mengambil keputusan sesuka hati nya, suka marah tiba-tiba, tapi di sisi lain dia cukup baik."Ucap Ziva dengan senyum manisnya.


"Dia laki-laki?"Tanya Dani penasaran.


"Dia tampan?"tanya sang ibu ikut kepo.


"Aishh,kalian ini, mengapa malah menanyakan hal itu."gerutu Ziva dengan wajah yang kian bersemu merah.


"Ya sudah jawab saja, kami penasaran."tutur Dani yang begitu peduli dengan kakak nya.


"Ya, dia laki-laki seorang CEO dengan perusahaan terbesar di kota ini, dia sangat tampan, begitu juga dengan anak nya yang lucu."jelas Ziva sambil tersenyum gemas.


Sontak ibu Rima dan Dani saling pandang melihat tingkah anak pertama dan kakak satu-satunya itu seperti orang kerasukan anak kecil.


"Astaga, pantas saja kau betah ya, anak kecil itu suka dengan mu? Apa dia bakal?"Tanya Bu Rima dengan ekspresi wajah bingung.


"Ibu, dia begitu imut dan baik."Ucap Ziva membayangkan wajah Nikel.

__ADS_1


"Ayah nya juga kan?"Sindir Dani.


"Danii!"Ucap Bu Rima mengkode Dani agar tidak mengejek kakak nya.


"iya, ayah nya juga."Tutur Ziva yang ternyata mengakui nya.


"Astaga!"Ucap Bu Rima dan Dani Seca bersamaan.


"Sudah lah, yang penting kau aman, nyaman dan bahagia,itu sudah membuat ibu tenang."Tutur Bu Rima lagi dengan wajah lega.


"Iya kak,ibu benar."lirih Dani.


"Hmm, aku tau kalian pasti sangat menghawatirkan aku, tapi semua yabg aku katakan itu benar, mereka sangat baik,oh iya Bu, ini ambil lah ini."Ucap Ziva memberikan amplop coklat kepada sang ibu.


"Apa ini nak?"Tanya Bu Rima kebingungan dan membuka isi amplop tersebut.


"Zi,Ziva, ini? Kau mengapa bisa memiliki uang sebanyak ini nak? Kau tidak berbuat yang macam-macam kan?"Tanya Bu Rima dengan mata yang berkaca-kaca, sekaligus khawatir apa yang telah di lakukan anak nya itu.


"Bu, jangan berfikir negatif dulu, aku meminjam nya dari boss ku, aku tau kondisi keuangan ibu dan Dani sekarang benar-benar tidak baik, Dani juga pasti membutuhkan uang untuk sekolah,jadi aku memberanikan diri ku untuk meminjam nya, agar Dani bisa membayar SPP sekolah dan ibu juga bisa membali kebutuhan rumah,kalian jangan khawatir, aku sudah bilang kepada tuan Zafian untuk memotong nya di gaji ku setiap bulan jadi ini aman."Jelas Ziva panjang lebar.


"Ziva, di saat kesulitan seperti ini, kau masih bisa memikirkan ibu dan adik mu, terima kasih banyak sayang, ibu akan mengunakan uang ini sebaik-baiknya,dan kalau perlu ibu akan membantu mu untuk membayar nya."Ucap Bu Rima dengan air mata yang mulai mengalir.


"Kak, mengapa kau harus melakukan hal ini, aku bisa bekerja sendiri, aku tidak ingin selamanya menyusahkan mu."Tutur Dani dengan wajah sedih nya.

__ADS_1


"Enak saja, kau tidak boleh bekerja sebelum sekolah mu selesai, dan ibu juga, tidak perlu membantu dan memikirkan apapun, kalian adalah sesuatu yang berharga di dalam hidup ku, sudah kewajiban bagi ku membantu kalian."Ucap Ziva dengan semua ketulusan hati nya.


Dani dan ibu nya pun tidak tahan untuk memeluk Ziva, dan akhirnya mereka pun berpelukan dengan penuh rasa haru.


Dari sini kita sadar, kebahagiaan itu bukan tergantung dari seberapa kaya nya kita, tapi seberapa peduli dan seberapa besar rasa kasih sayang kita terhadap orang-orang terdekat kita yang mungkin juga akan menimbulkan kebahagiaan dan kehangatan tersendiri untuk kita.


Next


Keesokan harinya.


Dani sudah berangkat ke sekolah nya, sementara itu Ziva juga berpamitan dengan sang ibu untuk pergi ke rumah Rita mengambil pakaian.


"Ibu, aku pamit dulu, kapan-kapan, aku akan mengajak ibu ke apertemen yang aku tingali."Jelas Ziva.


"Baik lah, kau hati-hati ya, jika ada apa-apa hubungi ibu atau Dani."Ucap sang ibu lagi.


"Baik Bu."Jawab Ziva yang kemudian pergi dari rumah.


Ziva pun memesan taxi lagi, kali ini dia benar-benar berhati-hati untuk melihat siapa sopir nya.


Sementara itu di sisi lain.


"Daddy, mengapa aunty tidak datang juga?"Tanya Nikel yang saat itu sedang menunggu Ziva, untuk membawakan bekal nya ke sekolah hari ini.

__ADS_1


Sementara itu Ziva seperti nya sudah melupakan janji nya kepada Nikel hari ini.


Bersambung ….


__ADS_2