Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #34


__ADS_3

Stop, aku percaya, ini adalah rencana kerja mu, tapi, bagaimana bisa dia menukar nya?"Ucap Alex kebingungan.


"Seperti nya saya tau pak. Malam itu, saya dan Maria sama-sama lembur, tapi saat jam sembilan saya sudah selesai dan bersiap-siap untuk pulang … "Ucap Rita yang kemudian mulai menceritakan satu hal yang dia ingat dan bisa di duga saat itu lah Maria menukarkan rencana kerja yang dia buat.


Flashback on


"Maria, apa kau belum selesai?"Tanya Rita sambil menyandang tas nya.


"Aku masih belum selesai."Jawab Maria.


"Kalau begitu apa mau aku temani dulu?"Tanya Rita dengan baik nya ingin menemani Maria yang akan lembur sendiri.


"Tidak usah, aku sebentar lagi juga akan selesai,kau pulang lah terlebih dahulu."Jawab Maria sambil tersenyum manis.


"Baik lah kalau begitu,aku permisi pulang dulu."Ucap Rita tampa rasa curiga kepada Maria.


"Oke."Ucap Maria.


Setelah berpamitan itu, Rita pun pulang ke apertemen nya tampa rasa curiga, sementara dokumen rencana kerja nya sudah di simpan di dalam laci meja kerja nya.


Flashback off.


"Seperti nya ucapan mu masuk akal, tapi aku belum bisa memutuskan karena kita tidak memiliki bukti berbentuk sesuatu, aku harap kau bisa bekerja sama dengan ku untuk mengungkapkan kecurangan karyawan ini."Jelas Alex dengan bijaksana.


"Baik pak, secepatnya aku akan mendapatkan bukti."Jelas Rita merasa lega.


"Hmm, sekarang kau boleh keluar."Ucap Alex kepada Rita.

__ADS_1


"Baik pak, tapi, apa anda sudah makan siang?"Tanya Rita lagi.


"Emm, belum."Tutur Alex.


"Bagaimana jika makan siang bersama saya?"Tawar Rita dengan senyum tipis nya.


Rasanya Alex ingin sekali menolak ajakan Rita, namun perut nya juga sudah kelaparan karena tidak sempat sarapan tadi pagi.


"Ti, tidak usah, kau makan sendiri saja."Gugup Alex.


Namun tiba-tiba saja cacing di perut nya tidak bisa di ajak kerjasama dan mengeluarkan suara kryuk … kryuk.


"Haha, ayo pak, saya tau restoran yang enak dekat sini, jangan sungkan biar saya yang traktir."Ucap Rita dengan kebobrokan nya.


"Apa kau pikir aku tidak mau makan karena tidak punya uang?"Ucap Alex berdiri dari duduknya.


"Buka begitu pak, ayo ikut saya."Jeas Rita Tampa ragu-ragu.


"Pakai mobil ku saja."Ucap Alex kepada Rita.


Rita pun mengangguk kan kepala nya tanda setuju.


Mereka pun sama-sama masuk ke dalam mobil Alex dan kemudian melesat meninggalkan kantor.


Jujur saja, sebenarnya Alex sangat merasa gugup, entah kenapa baru kali ini dia tidak bisa menolak ajakan seorang wanita, biasanya dia bahkan tidak suka berdekatan dengan wanita,entah itu ketularan Zafian yang dingin atau hal lain, ini adalah kali pertama nya Alex makan berdua dengan seorang wanita dan itu adalah bawahan nya sendiri, bayangkan bagaimana cangung nya Alex yang anti dengan wanita sebelum nya.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


"Sayang, kau yakin Inggin mengundurkan diri?"Tanya Adam kepada Dina.


"Ya, mau bagaimana lagi, mama mu meminta ku untuk mengundurkan diri dan fokus pada persiapan pernikahan kita."Ucap Dina sambil memegang tangan Adam.


"Iya, mama benar, kau harus berhenti bekerja, karena setelah ini kau akan jadi seorang istri yang akan selalu melayani suami mu di rumah."Goda Adam.


"Hmm, itu pasti akan sangat menyenangkan, aku merasa benar-benar bahagia bisa mendapatkan mu."Ucap Dina sedang membayangkan hal-hal indah saat mereka menikah.


"Ya tentu saja,dan kau akan memberikan aku anak bukan?"Tanya Adam lagi.


"Tentu saja, aku ini bukan wanita mandul seperti Ziva."Ucap Dina dengan sombongnya.


"Aku sangat beruntung mendapatkan mu."Goda Adam tidak ada habis-habisnya.


"Tapi tunggu, setelah aku resign dari sekertaris mu, kau akan memilih siapa sebagai sekretaris?"Tanya Dina mengerutkan keningnya menatap wajah Adam.


"Kau tenang saja, aku akan mencari sekertaris lain, dan tentunya itu hanya boleh laki-laki saja."Ucap Adam dengan wajah serigala berbulu domba.


"Ohh, sayang, aku benar-benar bangga pada mu, kau berjanji tidak akan menduakan ku kan?"Tanya Dina lagi dengan manja nya.


"Tentu saja, kau sudah sangat sempurna untuk ku."Celoteh Adam.


Dina benar-benar yakin bahwa dirinya akan menjadi wanita satu-satunya di hati Adam setelah dia merebut Adam dari Ziva.


"Sekarang kau pulang lah, tadi mama menelpon, jika kau sudah selesai mengajukan surat pengunduran diri dia ingin kau menemui nya di rumah."Ucap Adam kepada Dina.


"Baik lah mas, aku pergi dulu, daa!"Ucap Dina berpamitan dan kemudian pergi meningal kan kantor.

__ADS_1


Sementara itu Adam hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum puas.


Bersambung ….


__ADS_2