Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #75


__ADS_3

Zafian tidak menjawab nya, dia membuka pintu kamar dengan kaki nya dan membaringkan Ziva di atas ranjang.


Sementara itu Ziva masih fokus dengan rasa sakit yang ada di perut nya.


"Boleh aku memegang nya?"Tanya Zafian kepada Ziva sambil menatap perut Ziva.


"Hmm."Lirih Ziva dengan keringat dingin yang sudah membasahi pipinya.


Zafian pun meletakkan tangan nya di atas perut Ziva, dengan pelan.


"Jangan menekan perut mu terlalu kuat, itu akan membuat nya tambah sakit."Tutur Zafian sambil mengelus pelan perut Ziva.


"Ini, ini sangat nyaman."Lirih Ziva merasakan tangan hangat Zafian yang menempel di perut nya.


"Jika kau merasa nyaman, tidur lah, aku akan menemanimu di sini."Tutur Zafian yang duduk di bawah dengan tangan yang senantiasa di perut Ziva.


Lima menit kemudian, Ziva pun terlelap, rasa sakit di perut nya pun semakin berkurang.


Zafian yang melihat itu sedikit lega, karena akhirnya Ziva bisa memejamkan mata nya.


Zafian pun ikut memejamkan mata nya, meskipun dengan posisi duduk dan kepala di samping Ziva, dia tak ingin mengangkat tangan nya dari perut Ziva, takut akan membuat Ziva terbangun atau merasakan tidak nyaman lagi.


Satu setengah jam pun berlalu, Ziva kembali membuka mata nya, entah pukul berapa, yang penting Zafian masih berada di samping nya dengan posisi tidur duduk.


"Tu,tuan? Apa dia tidak sakit kepala dengan tidur seperti itu?"Batin Ziva sambil menatap jam tangan Zafian yang menunjukan pukul 01:00 malam.


Ziva yabg tidak tega pun berusaha membangun kan Zafian,agar dia bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Tu,tuan, bangun lah, kau bisa tidur di kamar sebelah, jangan tidur seperti ini, leher mu akan sakit."Tutur Ziva kepada Zafian.


Zafian membuka mata nya dengan keadaan yang masih belum terlalu sadar sepenuhnya.


"Ada apa? Apa perut mu sakit lagi?"Tanya Zafian kepada Ziva.


"Tidak, sudah nyaman, tuan bisa tidur di kamar sebelah."Tutur Ziva lagi.


"Kamar sebelah? Bagaimana jika kau sakit lagi?"Jawab Zafian yang masih saja khawatir.


"Hmm, tidak akan."Ucap Ziva yakin.


Mendengar ucapan Ziva, Zafian pun berdiri dari posisi sebelumnya, namun, bukan nya keluar dari kamar, dia malah naik ke ranjang Ziva, dan merebahkan tubuhnya di samping Ziva.


"Tuan Zafian, apa yang kau lakukan? Mengapa malah tidur di sini?"Tanya Ziva kesal.


"Tu ... "


"Shhht, diam lah, aku sangat lelah dan mengantuk."Ucap Zafian sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir Ziva.


Sontak saja hal ini membuat Ziva tambah mengila, dia tidak tau perasaan apa yang kini ia rasakan, yang jelas itu sangat nyaman dan juga membuat detak jantung nya semakin kencang.


Mereka pun akhirnya tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan, Ziva membenamkan wajahnya ke dada Zafian dengan penuh damai.


Kalau cinta bilang aja mbak Ziva, gak usah malu-malu, si Zafian toh juga sudah mengakui nya, tinggal kamu aja yang belum. (Author somplak)


Next

__ADS_1


Keesokan harinya.


"Emhh!"Leguh Ziva, sambil meregangkan otot-otot tubuh nya, dengan mata yang masih terpejam.


"Malam ini aku rasa aku bermimpi, di mimpi itu, tuan Zafian yang menyebalkan itu sangat lah perhatian, rasa aku tidak ingin mengakhiri mimpi itu."Ucap Ziva yang kemudian membuka mata nya.


"Kau bisa diam? Aku semalaman tidak bisa tidur karena menjaga mu, jangan bergerak lagi."Tutur Zafian yang kembali mengerat kan pelukan nya.


"Aaaaaaa!"Jerit Ziva saat menyadari ternyata Zafian benar-benar ada di samping nya dan memeluk nya dengan erat.


"Astaga!"Ucap Zafian kesal.


"Tuan! Apa yang kau lakukan di sini?"Tanya Ziva seolah-olah tak mengingat kejadian tadi malam di mana dia benar-benar membutuhkan Zafian di samping nya.


"Sebaiknya, kau mengingat apa yang terjadi, dan jangan berteriak lagi,ini masih sangat pagi."Tutur Zafian dengan mata yang masih terpejam.


Ziva pun mulai mengingat kejadian tadi malam, dan ternyata dia baru sadar jika semua yang dia rasakan itu benar-benar bukan mimpi melainkan kenyataan.


"Ja,jadi ini bukan mimpi?"Tanya Ziva kepada Zafian yang masih tidur.


"menurut mu?"Jawab Zafian.


"Astaga, malu sekali."Batin Ziva yang tiba-tiba menarik selimut dan menutupi wajah nya.


Sementara itu Zafian hanya tersenyum tipis dengan mata yang masih tertutup dan tangan yang masih melingkar di perut Ziva.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2