
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan, ini bukan jalan ke villa, kita mau ke mana?"Tanya Ziva kepada Zafian.
"Diam lah, jangan banyak tanya."Ucap Zafian kepada Ziva.
"Tapi tuan, Nikel tertidur."Ucap Ziva dengan wajah yang seperti nya agak menahan sakit.
Zafian yang melihat wajah Ziva pun mengerti karena tangan Ziva yang masih di perban itu di pegang erat oleh Nikel yang sedang tidur.
"Sebentar lagi akan sampai."Ucap Zafian kembali fokus mengemudi mobil nya.
Benar saja, tidak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah apertemen yang letaknya di tepi jalan raya, apertemen sederhana dengan tiga lantai itu terlihat sangat bagus, dari luar saja sudah sangat bagus, apalagi masuk ke dalam.
Zafian memarkir kan mobil nya dan segera membuka pintu mobil.
"Sini berikan dia padaku."Ucap Zafian kepada Ziva untuk mengambil Nikel dari pelukan Ziva.
"Tidak usah, nanti dia bangun."Ucap Ziva tidak ingin memberikan Nikel kepada Zafian meskipun tangan nya sudah terasa semakin nyeri.
"Dia tidak akan bangun."Ucap Zafian lagi.
"Biar aku saja tuan."Tolak Ziva tetap tidak mau menyerahkan Nikel kepada Zafian.
"Huh, dasar keras kepala, cepat turun."Ucap Zafian akhirnya menyerah.
Ziva pun turun dari mobil dalam keadaan masih mengendong Nikel yang sedang tertidur pulas.
Sementara itu Zafian membuka pintu apertemen dengan sandi yang tidak di ketahui Ziva tentu nya.
__ADS_1
"Ayo masuk lah."Ucap Zafian kepada Ziva.
Ziva yang saat itu merasa tangan nya semakin nyeri,pun bergegas masuk dan membawa Nikel ke sofa dan membaringkan nya dengan pelan di sana.
"Dia masih tidur?"Tanya Zafian menghampiri Ziva.
"Huh,ssssht."Lirih Ziva meletakkan jari telunjuk nya di atas bibir.
Zafian pun mengangguk paham karena seperti nya Ziva tak ingin tidur Nikel sampai terganggu.
"Kalau gitu kau istirahat lah, biar kan aku yang menjaga nya."Ucap Zafian mendekati sofa itu.
"Tidak apa, aku bisa duduk di bawah untuk menjaga nya agar tidak jatuh ke lantai."Gumam Ziva pelan.
Zafian yang awal nya duduk di atas kini berpindah di bawah sofa yang di tiduri Nikel, tepat di samping Ziva.
"Tuan, mengapa tuan ikut-ikutan duduk di bawah?"Tanya Ziva kaget dengan tingkah Zafian.
"Ya, ya aku salah maaf."Ucap Ziva menyerahkan.
"Ini apertemen ku, jika kau mau, kau bisa tingal di sini secara gratis."Ucap Zafian mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Apa? Tuan serius?"Ta ya Ziva menatap Zafian dengan tatapan tidak percaya.
"Apa wajah ku belum cukup datar sampai kau mengira aku ini bercanda?"Tanya Zafian tak habis fikir dengan pertanyaan Ziva.
"Tidak, maksud ku bukan begitu tuan, apertemen sebagus ini, mengapa tuan percaya untuk aku tingali?"Tanya Ziva lagi.
"Kau tentu tidak akan merusak fasilitas apertemen ku kan? Dan satu lagi, saat ini mencari kontrakan sangat sulit, jika kau tidak mau ya terserah pada mu."Jelas Zafian.
__ADS_1
"Mau,mau, aku sangat mau dan sangat berterima kasih jika tuan mempercayai aku untuk tingal di sini, aku bahkan sangat bahagia."Ucap Ziva dengan wajah terharu.
"Mulai malam ini,kau boleh tinggal di sini."Ucap Zafian lagi.
"Terima kasih tuan, terima kasih banyak."Ucap Ziva terlihat sangat.
Tidak di sangka oleh Ziva jika Zafian akan mengijinkan nya tinggal di apartemen milik nya, apalagi geratis ini akan membuat beban Ziva berkurang sedikit.
"Sudah lah, jangan banyak terima kasih, bagaimana dengan tangan mu?"Tanya Zafian sambil melirik lengan Ziva.
"Emm, iya, ini sudah agak mendingan,aku juga sudah bisa menggerakkan tangan ku tuan."Jelas Ziva sambil mengerjakan tangan nya.
"Bagus lah."Jawab Zafian singkat.
"Tiba-tiba cuek, tiba-tiba perhatian."Gumam kecil Ziva.
"Apa kau bisa memasak?"Tanya Zafian lagi.
"Bi-bisa, memang nya kenapa tuan? Apakah tuan lapar dan ingin makan sesuatu?"Tanya Ziva menatap Zafian dengan penuh tanda tanya.
"Jika kau bisa masak, masak lah, di dapur banyak bahan makanan yang ku simpan di kulkas, aku tidak lapar, tapi mungkin Nikel akan lapar, aku tidak biasa memberikan makan pesan antar untuk nya." Jelas Zafian.
"Baik lah tuan,jaga Nikel, aku akan ke dapur untuk masak." Lirih Ziva pelan sambil sesekali menatap Nikel yang masih tertidur pulas.
"Ya."Jawab Zafian singkat.
Ziva pun kemudian berjalan menuju dapur apertemen yang sudah terlihat wastafel nya dari ruang tengah tadi,jadi Ziva tidak perlu bertanya di mana dapur.
Sementara itu Zafian menjaga Nikel.
__ADS_1
Bersambung ….