Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #89


__ADS_3

Zafian pun ikut sedih, dia juga tidak menyangka kebetulan ini akan datang secara tiba-tiba, Naira mengaku memiliki kembaran, dan hal ini sudah jelas karena wajah Alina dan Naira benar-benar mirip 100%


Singkat cerita, Zafian pun membawa Naira ke makam Alina,agar dia yakin jika Alina sudah benar-benar tidak ada.


"Astaga Alina, aku datang ke sini demi mencari mu, hikss, aku berharap kau masih hidup dan bisa membantu ku, ibu sudah tidak ada, aku sekarang sendirian,aku berharap menemukan mu dalam keadaan hidup,kak, bangun lah, aku takut sendirian,aku hanya ingin dirimu, kembaran ku,hikss."Tangis Naira di tepi makam Alina.


Zafian yang Melihat nya menjadi iba, dia sebelumnya sama sekali tidak tau jika Alina almarhum memiliki kembaran, ia pun merasa prihatin melihat keadaan Naira yang kini tinggal sebatang kara saja.


"Naira,aku mohon kau jangan sedih lagi, aku akan membantu mu, kau adalah adik dari perempuan yang aku cintai aku akan membantu apapun kesulitan mu."Ucap Zafian memegang pundak Naira.


"Benarkah mas? Hiksss, terima kasih banyak mas Zafian, aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi, aku hidup sebatang kara dan terlilit hutang almarhum ibu ku."Ucap Naira yang kini memeluk Zafian.


"Sudah, sekarang kau ikut aku, jangan terus bersedih di samping makam kakak mu, mungkin ini adalah doa dari nya agar kita bertemu,dan aku bisa membantu mu."Ucap Zafian dengan baik nya kepada Naira.


Naira pun terus mengucapkan kata terima kasih kepada Zafian.


Sore harinya di vila Zafian.


Cuaca semakin gelap, seperti nya sebentar lagi akan turun hujan, Ziva dan Nikel yang saat ini berada di dalam vila, khawatir menunggu kepulangan Zafian, tidak biasa' Zafian pulang setelat ini.


"Momy, di mana Dady? Aku sangat khawatir."Ucap Nikel yang saat ini berada dalam gendongan Ziva.


"Sayang, tenang lah, mungkin masih dalam perjalanan."ucap Ziva yang sebenarnya juga sangat menghawatirkan Zafian.

__ADS_1


Namun tidak lama kemudian, kelason mobil pun berbunyi.


"Momy, seperti nya itu Daddy,ayo cepat kita lihat."Ucap Nikel turun dari gendongan Ziva dan berlari menuju pintu utama vila.


Ziva pun merasa lega, dan mengikuti Nikel dari belakang.


"Nikel jangan lari-lari."ucap Ziva.


Namun saat Nikel berhasil membuka pintu villa, alangkah kagetnya mereka, karena Zafian pulang dengan seorang perempuan yang berdiri di samping nya.


Baik Nikel mau pun Ziva, sudah tidak asing lagi dengan wajah perempuan tersebut.


"Mas, dia?"Ucap Ziva menujuk Naira.


"Daddy, dia?" Tanya Nikel seperti mengingat sesuatu.


"Iya."Jawab Zafian.


"Sayang,kemari lah."Ucap Naira kepada Nikel.


Sementara itu Nikel berbalik dan memeluk kaki Ziva.


"Nikel, Ziva, dia adalah Naira, kembaran nya Alina."Ucap Zafian tudepoin.

__ADS_1


Sontak Nikel dan Ziva kaget mendengar itu.


"Nikel, Ini adalah bibi mu, kau ingin melihat mama mu kan? Ayo lihat baik-baik sayang."Ucap Zafian tidak mempedulikan tatapan Ziva.


Nikel pun berjalan mendekati Naira dan menatap nya.


Sementara itu Naira mengambil Nikel dan mengendong nya.


Namun saat ini perasaan Ziva tiba-tiba hancur lebur, melihat kedatangan wanita itu ke villa.


"Ziva, ikut aku sebentar."Ucap Zafian yang kemudian menarik tangan Ziva menuju lantai atas untuk segera pergi ke kamar nya.


"Mas, dia benar-benar adik nya Alina."Tanya Ziva dengan tatapan nanar.


Zafian pun menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Naira dan bagaimana kehidupan Naira.


"Kasihan sekali ya."Ucap Ziva sambil menahan air matanya.


"Ya, Ziva, aku ingin kau untuk mengerti,dia akan tinggal di sini dalam beberapa hari saja, sampai aku menemukan rumah yang cocok untuk nya, dia terlilit hutang almarhum ibu nya, aku harus membantu dia karena dia adalah adik nya Alina."Ucap Zafian lagi.


"Baik lah, aku mengerti, tapi mas, aku ingin mengingatkan, dia adalah Naira,bukan Alina, jadi jaga jarak mu dengan nya."Tutur Ziva sambil tersenyum hambar.


"Tenang lah sayang, aku hanya mencintai dirimu, soal ini hanya lah sebuah balas budi dan rasa simpati ku terhadap nya."Ucap Zafian.

__ADS_1


Ziva pun mengerti dan berusaha menahan rasa khawatir nya, dia takut jika Zafian akan berpaling dari nya setelah melihat wajah Naira yang sangat mirip dengan almarhum Momy nya Nikel, wanita yang sempat di cintai hebat oleh Zafian bahkan setelah kematian.


Bersambung ....


__ADS_2