Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #65


__ADS_3

"Astaga, seperti nya artikel yang aku baca salah, mereka bilang menarik hati perempuan harus romantis sebagai laki-laki, tapi mengapa dia malah marah? Apa tutorial ku salah ya?"Gumam Zafian terlihat kebingungan.


Sejak mengenal Ziva, Zafian mulai perlahan berubah, sikap dingin nya kini lebih berubah menjadi hangat, entah karena dia mulai menyukai Ziva atau apa, seperti nya duda ini sudah mulai membuka pintu hati kembali.


Seperti nya kisah cinta mereka akan di mulai dari sini ya.


Sementara itu di sisi lain.


Terlihat Dani yang duduk di kursi taman belakang sekolah, sambil membaca sebuah buku.


Akhir-akhir ini, pelajaran nya cukup lancar,uang SPP nya pun sudah terlunasi dia bisa lebih santai sambil membaca buku pelajaran untuk persiapan ujian kenaikan kelas.


"Dani, Lo ternyata di sini? Gue udah nyariin Lo dari tadi Ampe keliling sekolah,tau gak sih."Kesal Lisa sambil duduk di sebelah Dani.


"Ngapain sih nyariin gue? Udah kangen banget apa?"Tanya Dani sambil tersenyum dan menutup buku nya.


"Pede banget sih Lo, gue itu cuma mau cari tau tentang pelajaran yang masuk dalam ujian nanti,kan Lo tau gue tuh gak sepintar Lo, jadi ya gimana caranya Lo harus bikin gue pinter pokoknya."Crocos Lisa.


"Lo bisa gak sih, jangan nyerocos terus budek kuping gue lama-lama."Ucap Dani lagi.


"Gak bisa, gue pokoknya harus belajar."Tutur Lisa lagi.


"Yaudah, nanti gue ajarin, gak perlu nangis."Goda Dani.


"Apaan sih, siapa juga yang nangis."Ucap Lisa lagi.


"Yaudah terus Lo mau nya apa?"Tanya Dani dengan pelan.

__ADS_1


"Gue mau belajar bareng sama Lo, boleh gak?"Bujuk Lisa.


"Yaudah di sini aja belajar nya."Timpal Dani.


"Gak enak,gak ada waktu lama, kan besok Minggu, gimna kakau gue datang ke rumah Lo, gue pengen belajar barang Lo, di rumah Lo aja."Ucap Lisa sambil tersenyum manis.


"Emm, Gimna ya?"bingung Dani.


"Lo gak bisa ya?"Ucap Lisa memasang wajah sedih.


"Bisa kok, bisa, yaudah deh, hari Minggu gue tunggu Lo di rumah."Ucap Dani dengan wajah bahagia.


Sejujurnya Dani sangat senang karena Lisa mau belajar dengan nya, dia juga merasa dekat dengan Lisa membuat hati nya terus merasa bahagia.


"Yey! makasih ya!"Ucap Lisa Sontak memeluk Dani dengan erat.


"Lisa, Lo udah bikin Dani nyaman sama Lo, tapi gue gak akan biarin,gue bakal buat Dani benci sama Lo, lihat aja nanti."Batin Ria yang memiliki dendam terhadap Lisa karena dia menyukai Dani.


Sementara itu di sisi lain.


"Tingal dua Minggu lagi pernikahan kita, kenapa kau terlihat tidak bahagia sayang?"Tanya Adam kepada Dina.


"Bagaimana aku mau senang mas, aku tidak suka dengan cara mama mu itu, dia memilih undangan, dan juga gaun tua yang jelek itu untuk ku, aku tidak mau ini sangat memalukan."Umpat Dina.


"Sayang, kau harus bisa menghargai mama, karena mama melakukan itu demi mengirit biaya pernikahan yang besar, lagipula hanya satu hari, untuk apa membeli gaun mahal."Timpal Adam dengan wajah santai.


"Mas, mengapa kau malah membela mama mu?"Kesal Dina.

__ADS_1


"Shht, sudah lah, jangan emosi lagi, kau harus menjadi wanita baik untuk keluarga kita jadi menurut saja."Ucap Adam.


Dina pun tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah karena dia sangat mencintai Adam.


Mereka pun melanjutkan makan siang dengan wajah Dina yang sedikit manyun karena pernikahan nya harus serba di atur oleh mama nya Zafian.


Sementara itu di kantor cabang Zafian.


"Permisi, apa kau yang bernama Rita?"Tanya Monica sambil membawa beberapa berkas penting untuk rapat.


"I-Iya, anda siapa? Ada yang bisa saya bantu?"Tanya Rita yang saat itu sedang duduk di kursi meja kerja nya.


"Aku ingin siang ini berkas untuk rapat sudah selesai di keraja kan, karena ada rapat penting perusahaan cabang."Ucapan Monica.


"Anda siapa?"Tanya Rita yang masih belum tau jika itu adalah adik dari Zafian yang saat ini menjadi boss di perusahaan cabang itu.


"Oh, perkenalkan,aku adalah Monica Muner,adik dari Zafian Muner, aku pemimpin perusahaan cabang atas perintah kakak ku."Tegas Monica sambil mengulurkan tangannya.


Baru saja Rita ingin menyambut uluran tangan Monica, tiba-tiba Alex memagil nya.


"Monica, ada yang ingin aku bicarakan,ayo ke ruangan ku."Ucap Alex.


"Baik kak Alex."Ucap Monica menarik kembali tangannya dan berjalan mengikuti Alex dari belakang.


Deg ... Perasaan tidak enak mulai muncul di hati Rita, dia merasa Monica agak sedikit sombong dan cara nya menatap Alex juga terlihat sangat berbeda,wajah nya yang tadi galak saat melihat Alex malah jadi tersenyum manis dan manja.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2