
Sementara itu di mobil Zafian.
"Aunty, maaf kan aku ya."Gumam Nikel menatap Ziva dengan tatapan sendu.
"Maaf kenapa? Kau tidak melakukan kesalahan sedikit pun."Ucap Ziva memegang kedua pipi Nikel.
"Tadi aku sudah lancang menangil aunty dengan sebutan momy di depan teman-temannya ku, aunty pasti tidak suka."Ucap nya dengan mimik wajah sedih.
"Ouhh, masalah itu, sudah lah jangan bersedih, aku sama sekali tidak marah, aunty malah senang bisa membantu Nikel,agar tidak di ejek lagi."Ucap Ziva yang kemudian menarik Nikel ke dalam dekapan nya.
"Terima kasih aunty, aunty begitu baik kepada ku."Ucap Nikel sambil membenamkan wajah nya di dada Ziva.
Entah mengapa Nikel selalu merasa nyaman jika di sisi Ziva, jiwa keibuan Ziva mungkin sangat kuat meskipun dirinya tidak memiliki anak dengan mantan suaminya.
"Maf membuat kalian menunggu."Ucap Zafian yang saat itu masuk ke dalam mobil.
"Daddy."Lirih Nikel tampa melepaskan pelukan nya dari Ziva.
"Nikel, apa yang kau lakukan begitu? Ayo lepas kan aunty pasti tidak nyaman."Ucap Zafian.
"Tidak, aku yang memeluk nya, tidak masalah."Tutur Ziva sambil sesekali mengelus kepala Nikel dengan penuh kasih sayang sehingga membuat Nikel memejamkan mata nya.
"Baik lah."Jawab Zafian pasrah.
Zafian pun menyalakan mesin mobil nya dan kemudian melaju meningal kan area sekolah tersebut.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain.
"Astaga, sudah berada dokumen yang aku kerjakan, masih saja ada yang belum selesai."Gerutu Rita dengan wajah kesal nya.
Sudah dua hari Rita berkerja dengan begitu keras, dia bahkan menghabiskan waktu istirahat nya untuk menyelesaikan beberapa dokumen, ini di lakukan karena sebentar lagi akan ada kenaikan jabatan di kantor nya, karyawan terbaik bulan ini akan di naikan jabatan nya.
"Hey lihat lah, asisten CEO sudah datang, aku rasa hari ini akan ada pengumuman penting!"Ucap para karyawan lain dengan wajah bahagia dan penuh harapan.
Sementara itu Rita tidak mempedulikan nya, dia masih tetap mengerjakan pekerjaan dengan penuh kefokusan.
Selang tiga puluh menit kemudian …
"Semuanya, asisten sekaligus wakil direktur menyuruh kita untuk menunggu nya di ruang rapat, ada sedikit pengumuman."Ucap salah satu karyawan kantor itu.
Mendengar itu, sontak Rita berdiri dari duduknya dan bersiap-siap untuk pergi ke ruang rapat tersebut.
Setiba nya di ruang rapat, sudah ada beberapa karyawan lain yang menunggu di sana dengay perasaan campur aduk, karena kali ini hanya ada dua orang karyawan terbaik yang akan naik pangkat.
"Pagi semuanya! Bagaimana dengan pekerjaan kalian? Apa berjalan dengan lancar?"Tanya seorang laki-laki dengan pakaian kantor dan jas hitam yang begitu memikat siapa saja yang melihat nya.
"Dia?" Batin Rita tersentak kaget dengan apa yang di lihat nya.
"Pagi pak Alex, pekerjaan semua cukup lancar!"Jawab beberapa orang dengan penuh semangat.
Ya itu adalah Alex, asisten nya Zafian, dia di beri tugas oleh Zafian untuk mengurus perusahaan dan karyawan di perusahaan cabang tersebut.
__ADS_1
Dari sini kalian tau dong ya, kalau Rita itu sebenarnya karyawan di perusahaan cabang nya Zafian yang di pimpin oleh Alex.
"Astaga, ternyata asisten CEO itu dia? Apa itu artinya perusahaan ini adalah perusahaan cabang boss dari Ziva? Keberuntungan apa ini?"Batin Rita terpesona akan ketampanan Alex.
"Rita, sopan sedikit, tatapan mu itu!"Bisik karyawan lain yang melihat Rita.
Namun Rita hanya diam dan tidak mempedulikan nya.
Ia malah terus menatap Alex sambil tersenyum.
"Baik lah, saya tidak akan banyak basa basi lagi, langsung saja saya mewakili tuan Zafian untuk mengangkat jabatan dua orang karyawan."Ucapan Alex yang seperti nya tidak suka bertele-tele.
Seketika suasana menjadi hening, semua mata tertuju kepada bibir Alex, yang sebentar lagi akan menyebutkan dua buah nama.
"Maria dan Teguh, selamat untuk kalian berdua."Ucap Alex dengan wajah datar nya.
Saat itu tepuk tangan para karyawan lain pun mulai bergemuruh dan dua karyawan yang nama nya di sebut terlihat sangat bahagia dan senang.
Deg … Rita terdiam dengan seribu pertanyaan di benak nya, mengapa nama nya tidak di sebut dan harapan nya pun sekarang hancur berkeping-keping.
Rasa ingin sekali dia menangis tapi seorang Rita tidak akan pernah menangis di depan orang banyak.
Beberapa karyawan lain pun terlihat sedih, namun mereka juga tau Rita selama ini sudah bekerja cukup keras namun mengatakan malah orang lain yang di pilih.
Rita yang kecewa pun tanpa basa-basi berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang rapat tersebut.
__ADS_1
Bersambung ….