Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #74


__ADS_3

"ya, ya aku tau kau trauma akan masa lalu mu, sehingga kau tidak bisa percaya dengan apa yang aku katakan barusan, tapi asal kau tau, sudah beberapa tahun,aku tidak pernah membuka hati ku untuk siapa pun, namun saat aku melihat mu, aku merasa kau berbeda dari perempuan lain, kau sangat menyayangi Nikel dengan sepenuh hati mu, aku, aku ah sudahlah, lupakan saja, ayo masuk, ini sudah larut."Ucap Zafian yang kemudian turun dari mobil itu.


"Tu, tuan."Pangil Ziva, sedikit merasa tidak enak hati.


Meskipun begitu, mereka tetap masuk bersama ke dalam apartemen, dengan membawa barang belanjaan Ziva tadi.


"Tuan, duduk dulu, aku akan ke kamar sebentar."Tutur ziva yang kemudian membawa pembalut yang tadi dia beli ke dalam kamar.


"Hm."Jawab Zafian singkat.


Melihat Ziva yang pergi masuk ke kamar, Zafian pun berjalan ke arah dapur, entah apa yang akan dia lakukan di dapur itu.


Sementara itu, Ziva di dalam kamar nya merasa begitu resah.


"Ada apa dengan hati ku ini? Rasanya aku benar-benar bingung, mengapa tuan Zafian tiba-tiba bilang suka kepada ku?"Batin Ziva sambil berjalan keluar dari kamar mandi nya.


Lama di dalam kamar, Ziva rasanya sangat malu untuk keluar melihat Zafian lagi, jujur saja, sebenarnya dia juga tidak tau harus mengambil keputusan seperti apa saat Zafian mengatakan bahwa dirinya menyukai Ziva secara tiba-tiba.


Tok ... Tok ... Tok.


Suara ketukan di luar pintu kamar Ziva.


"Se, sebentar."Ucap Ziva yang kemudian berjalan membuka pintu kamar nya.


"Ada apa? Apa kau masih kesakitan? Ini aku bawakan minuman jahe hangat untuk mu."Ucap Zafian yang saat ini berdiri di depan pintu kamar Ziva dengan secangkir jahe di tangan nya.


Zafian sudah menunggu Ziva beberapa menit di ruang tengah, namun Ziva tidak kunjung keluar dari kamar nya, dia pun mengambil inisiatif untuk pergi ke kamar Ziva, takut kalau Ziva masih kesakitan.

__ADS_1


"Tu,tuan, terima kasih."Ucap Ziva tidak ada henti-hentinya merasa gugup.


"Apa yang kau lihat? Cepat minum, jika kau baik-baik saja, aku akan pulang sekarang."Tutur Zafian sambil menyerahkan gelas jahe hangat itu kepada Ziva.


Ziva pun mengambil nya dan meneguk nya hingga habis.


"Bagus lah, aku pergi sekarang, jika ada apa-apa, kabari aku."Tutur Zafian yang saat itu hendak kembali pulang ke villa.


"Tu,tuan, apa, apa kau tidak bisa menemani ku satu malam di sini? Aku merasa benar-benar tidak nyaman dengan perut ku."Tutur Ziva sambil memegang pergelangan tangan Zafian.


Mendengar itu, tentu saja Zafian sangat bahagia, namun tidak ingin menunjukan rasa bahagia nya itu kepada Ziva.


"Kau yang meminta ku, sekarang istirahat lah, aku akan duduk di sofa ruang tengah."Ucap Zafian yang kemudian berjalan meningal kan kamar Ziva menuju sofa ruang tengah dengan hati yang berbunga-bunga.


Entah kenapa, saat Ziva membutuhkan nya, Zafian merasa lebih senang dan bersemangat.


Ziva pun kembali ke dalam kamar nya, beberapa menit kemudian, dia kembali keluar dengan membawa satu buah bantal dan juga selimut.


Ziva pun berjalan pergi ke ruang tengah menyusul Zafian.


Terlihat Zafian yang sedang duduk makan cemilan dengan tv yang menyala.


"Ada apa? Mengapa kau datang pada ku?"Tanya Zafian kebingungan.


"Aku juga ingin nonton."Jawab Ziva santai dan meletakkan bantal di sebelah Zafian kemudian berbaring dan menutupi tubuh nya dengan selimut.


Akan tetapi, Zafian menarik bantal yang di tiduri Ziva dan memindahkan kepala Ziva agar berbaring di paha nya.

__ADS_1


"Tuan!"Geram Ziva hendak kembali bangkit, namun dengan cepat Zafian menahan nya.


"Dingin, jangan membantah terus-menerus."Tutur Zafian.


Lagi-lagi, pipi Ziva di buat bersemu oleh Zafian.


Beberapa menit kedepan, mereka masih sangat aman, menonton sambil memakan cemilan.


Tiba-tiba, Ziva kembali meringis sakit dan memegang perutnya.


Zafian yang menyadari itu tentu sangat khawatir melihat Ziva yang kembali kesakitan.


"Apa sangat sakit?"Tanya Zafian memegang pipi Ziva.


"Hmm, ini sangat sakit."Jawab Ziva sambil memegang perutnya dan juga tangan Zafian yang ada di pipi nya.


"Aku khawatir, bagaimana ke rumah sakit saja?"Tanya Zafian membujuk Ziva agar mau di bawa ke rumah sakit.


"Tidak tuan, ini sudah biasa terjadi, aku hanya sakit karena sedang menstruasi saja."Jawab Ziva.


Zafian ya g khawatir pun, mematikan televisi, kemudian mengendong Ziva dan berjalan menuju kamar nya.


"Tuan, apa yang kau lakukan?"Lirih Ziva yang saat itu sama sekali tidak bisa memberontak seperti biasanya.


Zafian tidak menjawab nya, dia membuka pintu kamar dengan kaki nya dan membaringkan Ziva di atas ranjang.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2