
Satu Minggu pun berlalu, setelah kehadiran Naira yang mengaku sebagai kembaran Alina,Ziva mulai merasakan sedikit demi sedikit perubahan sikap dari Zafian.
Wanita itu juga bertingkah sangat aneh, dan berkuasa di villa saat Zafian tidak ada di vila.
Seperti pada hal beberapa hari lalu.
Flashback on
"Nikel kau di mana?"Pangil Ziva.
"Aku di dapur momy!"Jawab Nikel.
Ziva pun buru-buru pergi ke dapur, terlihat Nikel yang sedang makan permen dari dalam kulkas, permen yang di sembunyikan Ziva karena takut Nikel memakan nya, kini tiba-tiba sudah berada di tangan Nikel.
"Nikel jangan makan permen nya! Kau akan sakit Gigi!"Ucap Ziva buru-buru mengambil permen tersebut dari tangan Nikel.
"Tapi Momy aku mau!"Ucap Nikel menatap Ziva dengan tatapan nanar.
"Ziva, apa yang kau lakukan? Berikan padanya!"Ucap Naira yang kini mengambil Nikel dari hadapan Ziva.
"Naira, kau yang memberikan dia permen?"Tanya Ziva kepada Naira.
"Iya."Ucap nya Ketus.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak bertanya kepada ku terlebih dahulu? Dia tidak boleh makan permen atau giginya akan sakit!"Ucap Ziva marah.
"Mengapa kau marah padaku? Dia kan yang mau makan itu?"Ucap Naira dan Ziva yang kini bertengkar.
"Bi, bawa Nikel ke kamar nya."ucap Ziva kepada kepala pelayan yang saat itu tiba di dapur.
"Baik nona."ucap kepala pelayan yang kemudian mengambil Nikel dari Naira.
Sejujurnya kepala pelayan juga tidak menyukai Naira yang bertingkah sok penguasa di villa, dia bahkan sering melihat Naira mencari pergantian kepada Zafian, namun dia tidak ingin banyak bicara takut jika dirinya akan terkena masalah.
Setelah kepala pelayan membawa Nikel ke kamar, Naira dan Ziva pun kembali berdebat.
"Naira, aku curiga dengan mu, kau sebagai bibi nya Nikel, seharusnya kau lebih sayang kepada nya, jangan berikan dia makanan yang membuat nya sakit."Marah Ziva.
"Apa maksud mu? Kau menuduh ku? Kau pikir aku ini bukan bibi nya Nikel? Kau sangat kejam."Ucap Naira tiba-tiba terduduk lemah.
"Mas Zafian, aku tidak sengaja memberikan Nikel permen,itu karena aku kasihan, aku juga memberi nya beberapa buah saja, tapi kak Ziva, marah dan mengatakan jika aku ini bukan lah bibi nya Nikel hanya karena permen saja, aku benar-benar sedih."Tangis Naira sambil melemah.
"Ziva, kau ini benar-benar keterlaluan, hanya permen saja, kau juga tidak boleh berkata seperti itu kepada Naira, kau terlalu kasar, jangan terlalu melarang nikel untuk makan apa yang dia suka."Ucap Zafian kepada Ziva.
"Bukan begitu mas, aku ... "ucap Ziva terhenti karena Zafian sudah tidak peduli dengan nya.
Zafian membantu Naira untuk berdiri dan membawa nya pergi dari dapur vila.
__ADS_1
Deg ... Serasa jantung Ziva seperti ingin berhenti berdetak, baru kali ini dia merasakan rasa yang begitu sakit di hatinya, karena seorang laki-laki yang dia cintai malah membela orang lain, tanpa mendengar penjelasan nya terlebih dahulu.
Flashback off
Setelah kejadian hari itu, hubungan antara Ziva dan Zafian sudah semakin merenggang, entah apa yang merasuki Zafian saat ini, dia malah lebih percaya kepada Naira dari pada Ziva.
Namun Ziva masih bisa menahan hatinya, dia tau mungkin dirinya lah yang terlalu keras kepada Naira, entah itu hanya rasa cemburunya saja, dia pun berniat ingin minta maaf kepada Zafian dan Naira malam ini.
Malam harinya.
"Mas, coba lihat,aku memakai baju siapa?"Ucap Naira yang saat itu berdiri di hadapan Zafian dengan mengunakan piama milik Alina.
Zafian yabg saat itu sedang duduk di sofa sambil menatap layar ponselnya pun kaget saat melihat Naira yang sangat cantik persis seperti Alina dengan mengunakan piama itu.
"A, Alina."Lirih Zafian berdiri dari duduknya.
"Iya mas."Ucap Naira.
"Ah, em, maaf, aku kira kau Alina, baju ini, kau sangat cocok mengunakan nya, aku hampir berfikir kau ini adalah Alina."ucap Zafian.
"Huh, aku harus cepat menjalankan rencana ku untuk mengambil semua harta kekayaan laki-laki bodoh ini, aku sangat muak dengan Nunik yang terus menelpon ku, tapi semua rencana ku akan gagal jika Ziva itu tidak pergi, tapi kalau di pikir-pikir, Zafian ini tampan juga, tidak salah semua perempuan tergila-gila kepada nya."batin Naira.
Kalian pasti penasaran kan? Kenapa Naira menyebut Nunik barusan, ya, biar aku jelaskan ya.
__ADS_1
Jadi, saat Nunik kabur dari vila Zafian, dia masih menyimpan dendam kepada Ziva dan keluarga Zafian, dia pun tampa sengaja bertemu dengan Naira, anak seorang penjual bakso yang sangat mirip dengan Alina mantan istri Zafian, Nunik pun mengajak Naira bekerja sama, mengandalkan wajah Naira yang sangat persis seperti Alina, Naira yang tergiur akan yang pun akhirnya menyetujui permintaan Nunik, dia datang sebagai kembaran Alina, berniat menghancurkan hubungan Zafian dan Ziva serta mengambil banyak uang dari Zafian, dengan alasan terlilit hutang, bertemu di toko perhiasan itu juga termasuk rencana Nunik.
Bersambung ....