
Zafian pun terdiam, ia merasa ada yang aneh dengan kejadian ini, sebelum nya Nikel tidak pernah jatuh di kamar mandi karena lantai kamar mandi nya memang tidak licin sama sekali.
"Maaf kan aku tuan Zafian, seperti nya aku benar-benar tidak becus menjaga tuan muda Nikel."Ucap Ziva merasa bersalah.
Zafian tidak menjawab nya, perasaan nya kacau balau dia hanya bisa terduduk lemas di kursi depan ruang ICU itu dengan wajah khawatir nya.
Sementara itu di sisi lain
Monica baru saja tiba di villa, tapi dia kebingungan karena suasana vila yang sedikit sepi tak seperti biasanya.
"Nona muda sudah pulang."Ucap kepala pelayan menghampiri Monica.
"Iya kepala pelayan, di mana kak Zafian dan Nikel? Aku tidak melihat mereka, kak Ziva juga di mana apa dia sudah pulang!"Tanya Monica lagi.
"Anu nona muda, tadi tuan muda Nikel jatuh di kamar mandi, dan sekarang nona pengasuh dan juga tuan Zafian sedang membawa tuan muda Nikel ke rumah sakit."Ucap kepala pelayan kepada Monica.
"Apa?! Mengapa bisa jatuh?"Kaget Monica sambil menatap kepala pelayan dengan tatapan kaget.
"Saya juga tidak tau nona, tapi setau saya kamar mandi tuan muda tidak licin, tapi tiba-tiba saja dia jatuh dan kepala nya terbentur di bathub."Jelas kepala pelayan.
"Aku tau kamar mandi Nikel,itu di design khusus untuk nya dan tidak akan licin jika tidak tertumpah sabun mandi jika air sana mana mungkin licin kan, kalau begitu kepala pelayan ayo ikut aku."Ucap Monica yang kemudian berjalan ke kamar Nikel.
__ADS_1
"Baik nona muda."Ucap sang pelayan yang kemudian mengikuti Monica dari belakang.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di kamar Nikel.
Monica langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek lantai kamar mandi.
"Kepala pelayan, lihat lah, ini sabun mandi Nikel, ini sangat banyak di lantai."Ucap Monica sambil mengamati sabun mandi cair yang tumpah itu.
"Tuan muda malah belum sempat membuka baju nya nona."Jawab kepala pelayan.
"Nikel belum sempat mandi? Dan dia juga tidak terlalu tinggi untuk menggapai tempat sabun, seperti nya ada yang dengan sengaja menumpahkan sabun untuk membuat Nikel celaka."Ucap Monica dengan begitu pintar nya.
"Seperti nya saya ingat sesuatu nona muda, tadi sebelum saya melihat nona Pengasuh dan tuan muda masuk kamar, saya melihat Nunik berjalan keluar dari kamar tuan muda dengan gelagat aneh."Ucap kepala pelayan.
"Begini nona muda, Nunik itu sangat sering cari perhatian kepada tuan muda Nikel dan tuan Zafian, saya rasa dia cemburu kepada nona pengasuh karena sekarang nona pengasuh merebut posisi nya, dan bisa saja dia berniat mencelakakan tuan muda Nikel untuk menjebak nona pengasuh."Ucap sang kepala pelayan.
"Ada benarnya juga, sebaik nya kita cek cctv sekarang, dan mengambil bukti untuk di serahkan ke kantor polisi."Ucap Monica yang saat itu baru saja mengingat tentang cctv yang ada di ruang depan menghadap kamar Nikel.
"Nah, betul sekali nona muda, ayo cepat!"Ucap kepala pelayan buru-buru.
Monica dan kepala pelayan pun buru-buru mengecek cctv yang menghadap depan kamar Nikel.
__ADS_1
Namun tampa mereka sadari, Nunik sudah mendengar apa yang sedang mereka bicarakan tadi.
"Astaga, mati lah aku, bodoh! Bodoh! Mengapa aku sampai melupakan tentang cctv? Mati lah aku, jika mereka menemukan bukti aku akan di pecat dan masuk ke dalam penjara, astaga mengapa semuanya jadi seperti ini? Semuanya gagal! Sial, aku harus segera kabur, jika tidak habis lah aku."Ucap Nunik yang kemudian buru-buru mengemasi barang-barang penting nya dan keluar melewati pintu belakang villa.
Suasana villa saat ini cukup sepi, sehingga Nunik dengan begitu mudah nya kabur dari vila, apalagi saat ini kepala pelayan dan juga Monica sedang mengecek cctv.
"Huh, aku harus cepat-cepat pergi,aku tidak mau masuk penjara!"Ucap Nunik sambil membawa tas nya dan berjalan menuju jalan raya.
Ia pun menaiki angkot umum dengan perasaan campur aduk dan khawatir.
Sementara itu di sisi lain.
Dokter yang tadi menangani Nikel pun keluar dari ruangan ICU.
Ziva yang melihat dokter keluar pun bergegas menghampiri dokter, begitu juga dengan Zafian.
"Dok, bagaimana keadaan nya? Dia baik-baik saja kan?"Tanya Ziva kepada sang dokter.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya?"Tanya Zafian.
"Anak tuan dan nyonya baik-baik saja, tidak ada luka serius, hanya luka kecil akibat terjatuh saja, makanya dia pingsan, dan sekarang dia sudah siuman dan sudah baik-baik saja."Jelas sang dokter dengan perasaan lega.
__ADS_1
Mendengar itu, Ziva pun mengeluarkan air mata bahagia nya karena Nikel kesayangan nya dalam keadaan baik-baik saja.
Bersambung ....