Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #29


__ADS_3

Zafian pun mengambil ponsel Alex dan melihat wajah nya di layar ponsel itu, benar saja, bagian bawah mata nya memerah akibat terkena tangan Ziva.


"Ziva!"Geram Zafian sambil menatap wajah nya.


"Tuan, aku rasa nona pengasuh itu benar-benar ceroboh ya."ucap Alex sambil tersenyum kecil.


"Diam kau, pergi lah ke kantor dan kerjakan pekerjaan mu, aku akan di villa saja hari ini."Gerutu Zafian yang kemudian berjalan meningal kan Alex sendiri.


"Huh, Kalau sudah begini, aku lagi yang terkena imbas nya."gumam kecil Alex yang kemudian berjalan keluar dari vila.


Sementara itu, Ziva di kamar nya Mondar-mandir karena merasa bersalah terhadap apa yang terjadi kepada Zafian tadi.


"Astaga, mengapa aku bekerja sangat tidak becus sekali, dia pasti akan sangat marah kepada ku, apa yang harus aku lakukan?"Ucap Ziva gelisah.


lama berfikir, Ziva pun akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari kamar.


Ia pun berjalan menuruni tangga dengan hati-hati dan melirik sekeliling vila.


"Seperti nya tuan Zafian sudah pergi ke kantor."Batin Ziva merasa lega.


Ziva yang sudah merasa lega karena tidak melihat Zafian pun, memutuskan untuk ke dapur vila untuk mencari sesuatu yang bisa di makan karena dirinya merasa begitu lapar.


"Huh Ziva, sebaiknya sekarang kau tenang dan cari makanan untuk mengganjal perut saja, setelah dia pulang aku akan minta maaf dengan nya, dan masalah pun selesai."Gumam Ziva sambil membuka pintu kulkas yang ada di dapur vila.


"Apa yang kau lakukan di sini?"Ucap Zafian tiba-tiba mengagetkan Ziva yang saat itu sedang meneguk air di dalam botol mineral yang dia ambil dari kulkas tadi.


"Anak setan!" Kaget Ziva sambil menyembur kan air yang ada di dalam mulut nya ke arah Zafian.

__ADS_1


"Astaga ziva!"Ucap Zafian dengan wajah dan baju yang basah akibat ulah Ziva.


Sontak saja Ziva kaget dengan teriakan itu dan menatap baik-baik orang yang ada di hadapannya saat ini.


Glek … glek. Suara air yang tersisa di mulut nya.


"Tu,tuan."Ucap Ziva dengan mata melotot.


Nunik yang melihat itu berlari ke arah Ziva dan Zafian untuk mencari perhatian.


"Astaga tuan, apa yang terjadi? Mengapa tuan basah seperti ini?"Ucap Nunik dengan segera mengambil tisu yang ada di dekat meja dapur villa dan hendak mengelap wajah dan dada Zafian.


"Berikan pada nya!"Perintah Zafian kepada Nunik.


"Tapi tuan, biar saya saja, dia yang sudah membuat tuan seperti ini."Ucap Nunik tak ingin mendengar kan perintah Zafian.


Sementara Ziva yang melihat Zafian lengah, kembali hendak kabur dan perlahan melangkah kan kaki nya untuk menjauhi Zafian.


"Tunggu! Mau kemana kau!"Ucap Zafian mendorong Nunik ke pinggir dan mengejar Ziva.


Ziva yang ketakutan pun lari terbirit-birit menuju ruang tengah villa.


"Aww! Kurang hajar, perempuan itu lagi-lagi membuat ulah, lihat saja aku akan membalas nya, aduh sakit sekali pinggul ku."Umpat Nunik yang tadi di dorong Zafian ke pinggir kulkas.


"Mati lah aku jika tertangkap!"Batin Ziva berlari dan berlari di dalam villa besar itu.


"Ziva! Mau kemana kau! Tunggu!"Ucap Zafian mengejar Ziva.

__ADS_1


"Tuan jangan lari nanti kau akan jatuh!"Ucap Ziva berlari namun dia beberapa kali berkeliling di sofa ruang tengah.


"Berhenti!"Teriak Zafian dengan kesal dan nafas terengah-engah akibat mengejar Ziva.


"Jangan pukul aku, aku takut! Aku minta maaf tuan!"Ucap Ziva berhenti di belakang sofa.


"Huh, baik, aku tidak akan mengapa-apakan mu, tapi kemari lah, kau harus bertanggung jawab,baju ku basah!"Ketus Zafian sambil memegang kerah baju nya.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan? Tuan Hanya butuh baju ganti kan, pergi lah ke kamar sendiri dan ganti, lagian siapa suruh mengagetkan orang yang sedang minum!"Balas Ziva tak pernah mau kalah dengan majikan nya itu.


"Bisa tidak jangan membantah! Kenari cepat!"Ucap Zafian yang saat itu sudah tidak bertenaga mengejar Ziva.


"Ba, baik tuan."Lirih Ziva ketakutan sambil menghampiri Zafian dengan langkah kaki kecil.


"Lambat sekali!"Umpat Zafian yang kemudian langsung menarik tangan Ziva mendekati nya.


"Tu-tuan, lepas kan, itu sakit."Ucap Ziva menahan pergelangan tangan nya yang di genggam kuat oleh Zafian.


"Kau lihat tisu itu kan?"Ucap Zafian menujuk tisu yang ada di meja sofa ruang tengah itu.


"I-Iya."Lirih Ziva.


"Dan kau tau apa yang harus kau lakukan?"tanya Zafian lagi.


Ziva hanya bisa mengangguk kan kepala nya, kali ini ia baru melihat sosok Zafian yang sedang marah, itu sungguh mengerikan bagi nya karena tangan nya di cengkram begitu kuat.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2