Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #92


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, Ziva dan Zafian pun tiba di kantor polisi.


Mereka sedikit berdiskusi dengan para polisi lalu kemudian di pertemukan dengan Nunik.


"Tuan, maaf kan saya, Ziva maaf kan saya, saya benar-benar menyesali perbuatan saya, tolong lepaskan saya."Ucap Nunik yang saat ini sudah berada di dalam penjara.


"Memaafkan mu? Tentu saja tidak, kau sudah berbuat terlalu jauh, mempermainkan keluarga ku."ucap Zafian.


"Ya, tunggu saja teman mu sebentar lagi juga akan tiba di penjara ini, kau sudah membuat Nikel celaka, dan sekarang kau malah membuat masalah lain."Ucap Ziva.


Sejujurnya Zafian dan Ziva datang ke kantor polisi hanya untuk mengalihkan perhatian Naira yang saat ini berada di villa Zafian, memberikan Naira kesempatan untuk melakukan rencana Busuk nya itu.


"Sayang, Alex sudah memberikan kabar, sebaiknya kita kembali ke vila, rencana kedua akan segera di langsung kan."Ucap Ziva berbisik ke telinga Zafian.


"Oke."Jawab Zafian yang kemudian memegang tangan Ziva dan berjalan keluar dari kantor polisi, bersama mereka ikut dua orang polisi lain.


Sementara itu Nunik seperti orang gila meminta di bebaskan dari dalam penjara tersebut.


Sementara itu di villa.


"Akhirnya aku mendapat kan semua ini, hahaha, sebentar lagi, aku akan menjadi orang paling kaya di kota ini."Tawa Naira yang saat itu telah berhasil menemukan surat-surat aset kekayaan Zafian."Tapi aku tidak boleh berlama-lama lagi di sini, aku harus segera pergi, dan muncul lagi saat semua telah balik nama menjadi nama ku."Batin Naira.


Naira pun buru-buru keluar dari kamar Zafian, menuruni tangga hendak kabur dari vila itu.


Namun kepala pelayan dan maid sudah menyirami tangga dengan minyak goreng, sehingga Naira terpeleset dan jatuh beberapa anak tangga.


"Astaga! Siapa yang melakukan ini? Sial! Kaki ku sangat sakit."Ucap Naira sambil berdiri dari posisi terlungkup nya.


Dengan keadaan encok, Naira pun berjalan tertatih-tatih menuju pintu keluar vila.

__ADS_1


Sementara para pelayan berjalan diam-diam di belakang nya dengan membawa panci.


Saat Naira hendak membuka pintu vila, dan ingin melangkah kabur.


Kepala pelayan buru-buru memukul nya dengan kuat, kepala pelayan memukul kepala Naira mengunakan panci besar yang dia bawa.


Duak ... (suara panci yabg mengenai kepala Naira.)


Sontak Naira terusngkur di depan pintu dan akhirnya jatuh pingsan.


"Kita berhasil!"Ucap kepala pelayan dengan maid.


Pintu villa pun terbuka, terlihat Alex dan beberapa polisi di depan pintu villa.


Mereka menatap kaget Naira yang sudah pingsan dengan posisi terlungkup.


"Maaf tuan Alex, kami hanya membantu mempermudah untuk menangkap biang kerok ini."ucap kepala pelayan dan juga maid yang saat ini cengengesan.


Sementara para polisi buru-buru membereskan Naira sebelum dia terbangun dan mencoba kabur.


Namun saat itu Zafian dan Ziva baru saja tiba, melihat keadaan Naira yang sudah tidak sadarkan diri, mereka kebingungan, karena mereka bahkan belum menjalankan rencana kedua untuk Naira.


"Tuan, rencana kedua di permudah oleh maid dan kepala pelayan yang hebat ini."Ucap Alex.


"Astaga, benar kah?"Tanya Ziva melongo.


"Tentu saja nona."Jawab mereka kompak.


Sementara Zafian tersenyum lega, karena maid dan juga kepala pelayan di vila nya benar-benar bisa di andalkan.

__ADS_1


"Tuan, izinkan kami membawa nya ke kantor kami, dan ini, ini adalah berkas-berkas yang ada di tangan tersangka."Ucap polisi itu kepada Zafian.


" Terima kasih banyak pak."Jawab Zafian.


"Seharusnya kami yang terterima kasih, karena kalian sudah bekerja sama dengan baik untuk menangkap orang-orang jahat seperti mereka."jelas polisi tersebut.


"Baik lah pak, kalau begitu bawa dia, jangan sampai wanita jahat ini lepas, jika tidak kehidupan kami akan kembali tidak tenang."Ucap Ziva.


"Siap."Jawab para polisi yang kemudian membawa Naira yang masih pingsan ke dalam mobil mereka untuk di bawa ke kantor polisi.


Suasana villa kembali damai.


"Tuan, kalau begitu,aku juga permisi."Ucap Alex kepada Zafian.


"Terima kasih banyak atas bantuan mu."Ucap Zafian memegang pundak Alex.


"Santai saja tuan."Jawab Alex sambil tersenyum.


Setelah itu, Alex pun berpamitan dan pergi dari villa Zafian.


Kini, tingal lah Zafian dan Ziva, serta maid dan kepala pelayan.


"Kalian boleh Isti sekarang, aku benar-benar berterima kasih atas kekompakan kalian."Ucap Zafian sambil tersenyum.


"Gaji naik ya tuan."Ucap maid sambil cengar-cengir.


"Kau ini."Ucap kepala pelayan kesal dengan maid.


"baik lah, karena kalian sudah berjasa, aku akan menaikkan gaji kalian dua kali lipat."Ucap Zafian lagi.

__ADS_1


Maid dan kepala pelayan pun bersorak gembira karena mereka akhirnya naik gaji atas kepintaran mereka sendiri yang sudah membantu majikan mereka menyelesaikan masalah ini.


Bersambung ....


__ADS_2