Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #38


__ADS_3

"Nih,coba kamu lihat ini."Ucap mama Mirna yang meletakkan kotak itu di atas meja yang berada di depan mereka.


"Apa ini ma?"Tanya Dina kebingungan.


"Buka saja."Ucap mama Mirna lagi.


Dina yang penasaran pun membuat kotak tersebut dengan hati-hati, namun alangkah kagetnya dia melihat setumpuk undangan dengan gambar desain yang agak kuno.


"Ma? Ini undangan untuk siapa? Maksud ku undangan apa?"Tanya Dina kaget sambil menatap mama Mirna dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Ini adalah undangan yang aku pesan untuk undangan pernikahan kamu dan Adam, kamu kan gadis ya, jadi kita tentu membuat resepsi mewah, dan mama sebagai calon mertua yang baik, tentu harus menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik."Ucap mama Mirna dengan wajah sok baik nya.


"Apa? Astaga ma, hal seperti ini tidak seharusnya mama yang mengurus, ini tugas ku dan mas Adam, lagian undangan itu sangat jelek, gambar nya juga sangat kuno."Ucap Dina yang ternyata tidak suka akan undangan yang sudah di siapkan oleh mama Mirna.


"Apa? Beraninya kau membantah ku! Kau mau mengatur ku? Dulu Ziva juga seperti ini, dan dia tidak melawan apa yang aku ucapkan kan, dan bukan hanya itu, aku juga sudah menyiapkan gaun pengantin untuk mu, sekarang tunggu di sini, aku akan mengambil nya."Ucap mama Mirna yang kemudian kembali masuk ke dalam kamar nya.


"Astaga! Benar-benar orang tua gila, berani-beraninya nya dia mengurus bagian ini tampa meminta persetujuan ku terlebih dahulu, benar-benar menyebalkan, undangan kampungan dan jelek seperti ini, tidak masuk akal,ini hanya akan menurunkan harga diri ku."Batin Dina dengan rasa marah yang bergejolak namun tidak bisa melepaskan nya.


"Ini, buka lah dan joba gunakan sekarang aku ingin melihat, apakah itu pas?"Ucap mama Mirna meletakkan kotak lain di hadapan Dina.

__ADS_1


Dina pun kembali membuka nya dan melebihi tadi dia benar-benar kaget melihat sebuah gaun putih usang dengan model desain jaman dulu yang tidak begitu mewah dan berbentuk seperti balon mengembang besar di bagian tangan dan bawah gaun.


"Astaga, gaun pengantin macam apa ini ma? Bukan nya aku sudah bilang, urusan ini biar kan aku dan mas Adam yang mengurus nya, mengapa aku harus memakai gaun pengantin jelek ini?"Tanya Dina terlihat sangat tertekan.


Plak … sebuah tamparan keras dari mama Mirna berhasil mendarat tepat di pipi Dina.


"Berani nya kau menghina gaun pengantin ku, di rumah ini, jika kau ingin masuk ke dalam keluarga ku,kau harus mematuhi keinginan ku, gaun pengantin ini adalah gaun pernikahan ku dulu dengan almarhum papa nya Adam, kau tidak pantas menghina nya! Jika tidak mau memakai dan menurut apa kata ku, tingal kan Adam!"Bentak mama Mirna dengan suara lantang.


"Ma, maaf ma, aku, aku tidak sengaja, baik lah, aku akan menuruti perintah dan aturan mama, aku sangat mencintai mas Adam."Ucap Dina dengan wajah yang sudah memerah.


"Bagus."Ucap mama Mirna sambil tersenyum puas.


"Kalau begitu aku permisi dulu ma, ada beberapa hal yang harus aku urus."Ucap Dina yang kemudian dengan cepat melangkah pergi dari rumah itu.


Sementara itu mama Mirna hanya mengangguk sambil tersenyum sinis.


"Beraninya dia melawan ku."Batin mama Mirna.


Ya seperti itu lah hal yang di rasakan oleh Ziva di saat pernikahan nya dengan Adam,dia juga di perlakukan sama seperti Dina oleh mama Mirna, dia juga di paksa memakai gaun lusuh itu dan ya begitulah mama Mirna yang jahat.

__ADS_1


"Sial! Benar-benar sial! Lihat saja, setelah menikah, bagaimana aku akan memperlakukan orang tua itu, untuk sekarang aku harus bertahan karena aku mencintai mas Adam, aku juga sudah susah payah merebut nya dari Ziva."Batin Dina sambil fokus mengendarai mobil nya Tampa tau arah tujuan, yang penting sekarang dia bisa melepaskan emosi nya.


Di sisi lain.


"Tuan Zafian, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan tuan."Ucap Ziva kepada Zafian.


Saat ini Ziva dan Zafian sedang mengawasi Nikel yang sedang main bola di taman tidak jauhd dari apertemen.


"Apa?"Tanya Zafian cuek, Tampa mengalihkan pandangannya dari Nikel yang sedang asik bermain.


"Sebelum nya aku minta maaf, aku mungkin akan sedikit merepotkan tuan Zafian."Lirih Ziva lagi.


"Tidak perlu basa-basi."Jawab Zafian lagi.


"Emm, gaji ku masih lama, tapi aku sangat membutuhkan uang untuk membantu adiku membayar uang sekolah nya, boleh kah aku meminjam sedikit uang? Aku janji setelah gajian tuan boleh memotong nya dari gaji ku itu."Tutur Ziva mengumpulkan semua keberanian nya karena ia tau sekarang Dani pasti sangat membutuhkan bantuan dari nya.


Zafian terdiam sejenak, dan menatap Ziva dengan tatapan yang tidak bisa di artikan sebagai tatapan apa itu saat ini.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2