Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #59


__ADS_3

Dari sini lah Ziva mulai menyadari jika dirinya sedang di kerjai oleh Zafian dan Nikel.


Ziva yang merasa kesal dan penuh amarah pun mencubit perut Zafian tampa berfikir panjang lagi apa rasiko yang akan terjadi setelah itu.


"Arghh!"Leguh Zafian sontak melepaskan Ziva.


Sementara Ziva yang masih berpegangan menarik Zafian untuk jatuh bersama nya.


Ya, dan akhirnya mereka sama-sama jatuh ke rumput-rumput itu dengan posisi tubuh Zafian yang berada di atas Ziva.


Dan, lebih parah nya lagi, bibir Zafian berhasil melekat di bibir Ziva.


Sungguh pose jatuh yabg sangat sempurna ya kawan-kawan.


Sontak keduanya membulat kan mata saling memelototi satu sama lain karena kaget.


Aneh nya bukan nya melepaskan ciuman yang tidak di sengaja itu, Zafian malah menarik tengkuk Ziva dan mencoba memperdalam ciuman nya.


Seperti nya tuan Zafian kita ini mencapai kesulitan dalam kesempatan, eh maksudnya author mencari ke, ke apa ya lanjut lah reader aku gak tau.


Ziva yang menyadari hal tidak wajar ini sontak mendorong Zafian ke samping nya.


Meskipun tidak sampai dua menit namun bibir mereka sudah sempat saling menyatu dan menimbulkan perasaan aneh dan rasa nyaman yang hampir tidak bisa di lupakan.


"Kenapa kau mendorong ku?!"Bentak Zafian sambil memegang lengan nya yang terasa sakit karena di dorong Ziva.


"Mengapa tuan mencium ku!?"Bentak Ziva sambil memegang bibir nya yang terasa sedikit basah.

__ADS_1


"Siapa yang mencium mu? Itu hanya tinggal sengaja, kau yang menarik ku untuk ikut jatuh!"Lawan Zafian.


"mana mungkin!"Timpal Ziva.


"Tidak mungkin apa? Ahhh, sakit sekali."Ucap Zafian merasakan perih di lengan nya.


Ziva pun merasa bersalah saat melihat goresan di lengan Zafian,itu seperti nya terkena duri pohon jeruk yang jatuh ke bawah.


"Tu,tuan, maaf kan aku. Aku mengaku salah."Ucap Ziva sambil memperhatikan lengan Zafian.


"Lepas kan!"Ucap Zafian menepis tangan Ziva yang hendak memegang lengan nya.


"Bisa tidak, jangan kasar? Sekali saja, aku ingin melihat apa itu di tusuk duri atau tidak?"Tanya Ziva terlihat cemas.


Entah kenapa, setiap Ziva marah, Zafian merasakan takut untuk membantah nya atau tidak bisa membantah nya, apalagi wajah nya terlihat khawatir dan serius.


"Seperti nya hanya terkena goresan duri, tidak apa-apa nanti di obati saja, jangan manja."Ucap Ziva sambil meniup-niup luka itu agar tidak terlalu menimbulkan rasa perih.


Sementara itu, Zafian malah menatap nya dengan tatapan aneh.


"Mengapa aku sampai tidak bisa melepaskan ciuman itu? Alu malah ingin merasakan lebih dalam lagi?"Batin Zafian masih menatap bibir Ziva yang terus meniup luka nya.


"Sudah tuan, sebaiknya sekarang kita masuk ke dalam villa,aku akan mengobati nya."Ucap Ziva merasa itu salah nya dan harus bertanggung jawab.


"Maaf kan aku."Lirih Zafian tiba-tiba.


"Maaf soal apa?"Tanya Ziva menatap wajah Zafian.

__ADS_1


"Aku hanya kehilangan kendali saja."Jelas nya sambil menunduk malu.


"Sudah lah, lupakan saja, ayo cepat."Tutur Ziva dengan pipi sedikit memerah tak kalah mu nya dengan Zafian.


Mereka pun akhirnya berjalan masuk ke dalam villa untuk mengobati luka Zafian tadi.


Entah kenapa, seperti nya semakin hari Zafian semakin banyak berubah, dia merasa sejak ada Ziva di villa semuanya jadi lebih kembali bersemangat karena ada saja orang yang memicu pertengkaran dan kericuhan dengan nya dan juga Nikel, dia juga merasa kan kebahagiaan dan kehangatan keluarga kecil yang dulu dia dambakan.


Hari itu pun berlalu dengan banyak hal kecil dan besar yang terjadi di villa.


"Huh, lelah sekali, sore ini aku makan apa ya?"Batin Ziva yang saat itu baru saja tiba di apartemen nya.


Jam sudah menujukkan puku 05:20


Ziva berjalan ke arah dapur untuk melihat apa yang bisa dia masak sore ini untuk makan malam nya.


"Yah, lauk nya semua sudah habis, tapi kalau di pikir-pikir aku memang belum mengisi kulkas setelah tinggal di sini dalam seminggu ini, apa sebaiknya aku ke mall tradisional untuk belanja ya?"Batin Ziva berfikir sejenak.


Setelah benar-benar yakin harus belanja perlengkapan makan sore itu, Ziva pun tidak menunggu lama, dia kembali mengambil tas dan ponsel nya lalu kemudian kembali keluar dari apartemen untuk berbelanja.


Seperti biasa, Ziva selalu memesan taxi online untuk kemana-mana.


Tidak butuh waktu yang cukup lama, ia pun akhirnya tiba di mall yang cukup besar dan lengkap.


"Terima kasih."Ucap Ziva sambil mengulurkan ongkos taxi kepada si sopir dan kemudian berjalan masuk ke dalam mall.


Rasa nya cukup senang saat bisa kembali masuk ke dalam mall favorit nya itu, sudah sejak lama ia tidak mengunjungi mall tersebut dan berbelanja.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2