
Namun, baru saja ingin merebahkan tubuhnya di kasur itu, Ziva malah di kaget kan dengan balutan perban nya yang lupa di ganti setelah mandi tadi.
"Astaga, mengapa aku melupakan ini?"Batin Ziva kebingungan karena dia tidak nyaman dengan perban yang basah itu.
Karena tidak bisa tidur dalam kondisi perban yang basah, Ziva pun akhirnya mau tidak mau kembali bangkit dan berjalan keluar dari kamar nya.
"Di mana ya obat dan perban dari rumah sakit tadi?"Batin Ziva celingak-celinguk di depan kamar berfikir untuk turun atau tidak ke bawah.
Namun siapa sangka tiba-tiba saja pintu kamar lain yang tepat nya di sebelah kamar Ziva terbuka.
Ziva yang kaget sontak berjalan ke arah kamar itu dan melihat penyebab pintu kamar itu bisa terbuka sendiri.
"Kamar nya tidak ada orang, tapi … kenapa bisa terbuka sendiri?"Batin Ziva mengendap-endap menuju kamar tersebut.
Ziva kini berfikir jika ada maling yang masuk ke dalam kamar itu. Ia pun mengumpulkan segenap keberanian yang dia miliki untuk mengutip dan berjalan pelan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Jika ini maling, aku akan segera berteriak minta tolong! Ya! Hanya itu yang harus aku lakukan sekarang!"Gumam Ziva terus menyelinap kecil ke kamar itu.
Kriiiit … suara deritan pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
Sontak Ziva menoleh dan berteriak sekencang-kencangnya nya.
"Tolong ada maling! Mailing!"Teriak Ziva dengan tangan yang kini menutupi wajah nya.
__ADS_1
"Astaga!"Geram Zafian buru-buru menghampiri Ziva dan menutup mulut Ziva yang masih terus berteriak.
Untung saja seisi villa sudah tertidur nyenyak dan tidak ada yang mendengarkan teriakan Ziva barusan.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan di kamar ku!?"Ucap Zafian dengan tangan yang masih menutupi mulut Ziva.
Ya itu adalah kamar Zafian, pintu kamar terbuka sendiri karena sebelumnya Zafian lupa mengunci pintu kamar tersebut, karena tadi dia hanya menutup nya setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
Mendengar suara Zafian sontak Ziva membuka mata nya dan menatap laki-laki itu dengan kaget.
Sontak Ziva mundur beberapa langkah dari posisi sebelumnya.
"Tu-tuan."Kaget Ziva.
"Mati lah aku, salah sangka, ternyata ini kamar tuan Zafian."Gumam kecil Ziva sambil menepuk jidatnya.
"Kau belum menjawab satu pun pertanyaan ku."Gumam Zafian lagi.
"Tu-tuan, maaf kan aku, ta-di ada, ada kecoa masuk ke kamar ini, jadi kebetulan pintu nya terbuka jadi aku masuk untuk mengusir kecoa itu,iya seperti itu lah cerita nya."Ucap Ziva sambil cengengesan dan mengaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
"Di vila, ku tidak ada kecoa karena sangat bersih, bisa kah kau mengatakan alasan lain, apa kau ingin mengintip aku mandi?"Tutur Zafian lagi.
"Apa!? Mengintip tuan Zafian mandi? Enak saja, aku bukan perempuan yang seperti itu, lagian apa bagus nya badan itu sehingga aku tergila-gila sampai mengintip anda mandi!"Emosi Ziva yang kemudian kembali melangkah lebih dekat dengan Zafian.
__ADS_1
Bukan nya Zafian yang marah,malah sebaliknya Ziva yang marah.
"Mengapa malah kau yang marah pada ku? Kau yang masuk ke kamar ku mengendap-endap seperti maling. Dan kau bilang apa bagus nya badan ku? Apa kau ingin melihat nya agar tau tau seberapa bagus nya!?"Umpat Zafian kesal akan Ziva yang di marahi bukan nya minta maaf malah balik marah.
"Ehh, jangan-jangan!"Ucap Ziva kembali ciut dengan tatapan marah Zafian.
"Sekarang katakan apa yang kau lakukan di kamar ku dan mengapa kau masih belum tidur?"Tanya Zafian.
"Anu, sebenarnya tadi, aku, aku minta maaf tuan, aku keluar dari kamar ku untuk mengambil obat dan perban dari dokter tadi, karena saat mandi perban di tangan ku basah, aku tidak nyaman, lalu aku melihat kamar ini terbuka sendiri dan tidak ada orang sama sekali,jadi aku masuk karena berfikir ada maling,aku tidak tau di sebelah kamar ku ternyata kamar tuan Zafian."Jelas Ziva yang akhirnya jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Mengapa kau malah keluar? Bukan nya aku sudah meminta kepala pelayan untuk membantu mu?"Tutur Zafian lagi.
"Itu, bibi kepala pelayan sudah keluar dan aku tidak mungkin memagil nya kembali."Jelas Ziva.
Zafian sekarang benar-benar kehabisan kata-kata untuk Ziva.
"Kembali ke kamar mu, aku akan membawa perban itu sebentar lagi."Ucap Zafian kepada Ziva.
"Ba,baik lah."Jawab Ziva yang kemudian nyolong pergi dari kamar itu dan kembali masuk ke kamar nya.
Sungguh ini hal yang paling memalukan yang pernah di lakukan Ziva, dia masuk ke kamar majikan nya yang sedang mandi dan berteriak mailing.
Bersambung ….
__ADS_1