Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #78


__ADS_3

Siang harinya.


"Ayo Rita, Kline sudah menunggu kita."Ucap Alex yang kini sudah menghampiri meja kerja Rita.


"Pak,maaf sekali, aku seperti nya tidak bisa ikut, hari ini aku harus pulang lebih awal, karena ada beberapa urusan pribadi yang harus aku selesaikan segera."Ucap Rita bicara tampa menatap Alex.


"Urusan apa? Apa aku bisa membantu mu?"Tanya Alex.


"Tidak perlu pak, aku pergi dulu."Ucap Rita mengambil tas nya dan meningal kan kantor cabang.


Sementara Alex menatap kepergian nya dengan rasa kecewa, sebenarnya hari ini Alex sengaja membooking restoran untuk dirinya dan Rita, dia semalaman berfikir keras untuk memberkati diri melakukan itu agar bisa mengutarakan perasaannya kepada Rita.


Tapi semuanya malah kacau seperti ini.


"Maaf kan aku, hiksss aku tidak bisa membuat mu kehilangan pekerjaan mu."Tangis Rita sambil mengemudi mobil nya.


Sementara itu, Monica yang melihat Rita menuruti apa yang dia katakan pun merasa lega, dia berjalan menghampiri Alex.


"Alex, ada apa? Apa Rita tidak mau mengikuti mu bertemu klien? Aku bisa mengantikan nya."Ucap Monica kepada Alex menawarkan diri untuk mengantikan Rita.


"Maaf Monica,tapi sebenarnya aku tidak ada ingin bertemu klien, hari ini aku memboking restoran dan aku ingin mengutarakan perasaan ku kepada Rita."Jelas Alex.


"Apa? Kau akan mengutarakan perasaan mu kepada Alex?"Tanya Monica tersentak kaget.


"Iya, aku pergi dulu."Ucap Alex yang kemudian berjalan pergi meningal kan Monica.


Sementara Monica terdiam dengan rasa marah, cemburu bercampur aduk.


"Apa yang membuat Alex menyukai dia? Dia itu bukan apa-apa di banding kan dengan aku, aku jauh lebih baik dari nya."Ucap Monica kesal.

__ADS_1


Karena kesal Monica pun memutuskan untuk kembali ke ruang kerja nya.


Sementara itu Alex sedang kebingungan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi kepada Rita, dia tidak pernah melihat Rita yang murung dan sedikit cuek seperti ini sebelumnya.


"Apa yang terjadi kepada Rita sebelum nya?"Batin Alex khawatir.


Tok...tok...tok.


Suara ketukan di luar pintu ruang kerja Alex.


"Silahkan masuk."Jawab Alex dari dalam ruangan tersebut.


Seorang pun mendorong pelan pintu itu dan masuk ke dalam ruangan Alex.


"Pak Alex, ini dokumen untuk besok."Ucap seorang karyawan laki-laki yang mengantarkan dokumen kepada Alex.


"Terima kasih."Ucap Alex cuek.


"Hmm, aku sedang memikirkan suasana hati Rita hari ini, dia terlihat ada masalah, tapi aku tidak tau apa masalah nya."Ucap Alex tampa sengaja curhat dengan bawahan nya.


"Tunggu, pak, maaf, seperti nya saya tau sesuatu."Ucap karyawan laki-laki berinisial A tersebut.


"Tau sesuatu? Apa yang kau maksud?"Tanya Alex kepada si A tadi.


"Maaf, bukan nya saya mau ikut campur, tapi tadi saya tanpa sengaja mendengar kan Bu Monica dan Rita sedang berbincang di dalam kamar mandi perempuan, sedang kan saat itu saya berada di kamar mandi laki-laki pak."Ucap A dengan wajah sedikit takut.


"Ada apa? Katakan saja, apa yang kau dengar."Ucap Alex lagi.


"Saya mendengar, Bu Monica mengatakan jika Rita tidak menjauhi anda, maka dia akan membuat anda kehilangan pekerjaan anda, saya di antara buk Monica dan Rita ada kesalahpahaman atau soal apa pak, jadi saya biar kan saja karena merasa itu bukan urusan saya."Jelas A dengan jujur nya.

__ADS_1


"Benarkah? Baik lah, sekarang kau boleh pergi, aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun jika kau yang mengatakan ini kepada ku."Ucap Alex yang sudah menahan amarahnya terhadap Monica.


"Baik pak, kalau begitu,saya permisi."Ucap A berjalan keluar dari ruang kerja Alex.


Sementara Alex juga berjalan keluar dari ruang kerja nya dan menuju ruang kerja Monica.


Brak ... Suara pintu ruangan Monica yang di buka secara paksa oleh Alex.


"Alex, ada apa?"Tanya Monica sambil tersenyum.


"Monica, kau benar-benar keterlaluan."Ucap Alex lagi.


"Keterlaluan apanya?"Tanya Monica kebingungan.


"Kau mengancam Rita untuk menjauhi aku kan? Siapa yang memberikan mu wewenang untuk melakukan itu? Apa yang kau inginkan sampai melakukan hal seperti itu?"Tanya Alex dengan suara lantang.


"Apa?Aku, jadi, jadi dia sudah mengadu?"Tanya Monica gugup.


"Bukan dia, tapi ada karyawan yang mendengar kan ucapan busuk mu itu kepada Rita."Marah Alex.


"Alex, aku melakukan semua ini karena aku menyukai mu, aku mencintaimu kak Alex! Di bandingkan dengan Rita aku tentu lebih bagus dan lebih baik dari dia!"Ucap Monica yang akhirnya mengeluarkan unek-unek nya.


"Egois! Kau benar-benar egois, aku sama sekali tidak mencintai mu, aku bahkan tidak mau jabatan ini lagi, aku akan mengajukan surat pengunduran diri, dan asal kau tau, cinta tidak bisa di ganti kan dengan harga!"Ucap Alex dengan tatapan tajam dan kemudian berjalan meningal kan kantor cabang dengan suasana hati yang sedang berapi-api.


"Alex! Kak Alex! Tunggu! Hikss, aku mencintaimu sejak lama! Mengapa harus dia!"Tangis Monica sambil memagil- manggil Alex.


Monica pun menangis setelah kepergian Alex, dia tidak menyangka jika Alex akan sangat marah kepada nya.


Monica pun memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan kembali ke villa untuk bicara kepada Zafian.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2