Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #73


__ADS_3

Sontak hal ini pun membuat Evan sedikit tidak nyaman, karena dari awal dia sudah menaruh rasa suka terhadap Ziva.


"Em, mas Evan, dia memang suka bercanda."Tutur Ziva dengan senyum tipis nya.


"Ouh, tidak masalah, kau apa kabar?"Tanya Evan tampa mempedulikan Zafian.


"Aku baik, mas Evan sendiri bagaimana kabar nya?"Tanya Ziva lagi.


"Aku baik."Jawab Evan sambil tersenyum.


"Tidak sopan sekali, mengajak calon istri orang lain mengobrol dan menanyakan kabar nya."Gerutu Zafian dari samping Ziva.


"Tuan, diam lah."Gumam Ziva sambil menampilkan senyum hambar nya.


"Kapan kau ada waktu? Kita bisa makan siang bersama?"Tanya Evan, seolah memanas-manasi Zafian.


"Ziva, jika kau tidak mau pulang,aku akan meningal kan mu di sini."Ucap Zafian yang sudah tidak tahan dan akhirnya meningal kan Ziva.


"Ah iya mas Evan, aku masih ada urusan aku permisi dulu."Ucap Ziva menjauhi Evan dan membawa keranjang cemilan nya ke kasir.


"Astaga, dia imut sekali."Batin Evan.


Sementara itu Zafian menunggu di mobil dengan perasaan kesal.


Setelah membayar cemilan nya, Ziva pun bergegas masuk ke dalam mobil Zafian.


"Mengapa lama sekali?"Tanya Zafian dengan wajah marah.


"Aku membayar cemilan ini terlebih dahulu."Jawab Ziva sambil memasang sabuk pengaman nya.

__ADS_1


"Siapa laki-laki tadi?"Tanya Zafian dengan nada ketus.


"Dia, oh mas Evan, dia adalah orang yang menolong ku pas terjadi perampokan kemarin."Jelas Ziva dengan jujur.


"Kapan? Kau tidak mengatakan nya kepada ku."Tutur Zafian terlihat sangat tidak senang.


"Sudah lah, tuan, lupakan saja."Tutur Ziva tak mau membahas nya lagi.


"Begitu ya?"Ucap Zafian yang kemudian menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal kan mall tersebut.


Mobil semakin melaju dengan kencang, Ziva sampai beberapa kali memejamkan mata nya karena takut, baru kali ini dia merasakan Zafian yang mengemudi mobil dengan kecepatan luar biasa.


"Tuan, berhenti aku takut!"Teriak Ziva kepada Zafian.


Namun Zafian tak mempedulikan apa yang di katakan oleh Ziva, dia terus melaju kencang seolah sedang melampiaskan emosi nya.


Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di apartemen, Ziva dengan tatapan takut dan nafas yang terengah-engah menatap nanar Zafian.


Jujur saja, siapa yang tidak takut di bawa ngebut-ngebut seperti itu.


Zafian yang melihat Ziva menangis malah merasa bersalah dengan nya, namun mengingat bagaimana rasa cemburunya ia benar-benar ingin sekali membentak dan memarahi Ziva.


"Kenapa kau memanggilku dengan sebutan tuan? Mengapa dia bisa mas?"Tanya Zafian sambil menatap Ziva.


Posisi mereka saat ini masih di dalam mobil.


"Maksud tuan?"Tanya Ziva tak mengerti.


"Mulai sekarang, jangan panggil aku tuan lagi."Ucap Zafian kepada Ziva.

__ADS_1


"Mengapa? Aku adalah pengasuh tuan muda, mana mungkin aku bersikap tidak sopan dan memanggil mu dengan sebutan lain."Tutur Ziva merasa tidak enak.


Mendengar jawaban Ziva, sontak Zafian semakin kesal. Dan menarik tengkuk Ziva serta mencium bibir nya dengan lembut.


Ziva yang kaget sontak berusaha melepaskan tautan itu, namun semuanya gagal, Zafian begitu kuat untuk di lawan oleh nya.


Merasa Ziva yang tidak membalas ciuman nya, Zafian pun mengigit sedikit bibir bawahnya Ziva, sehingga membuat Ziva merasa sakit dan membuka mulutnya.


Zafian pun memanfaatkan kesempatan itu untuk memanfaat kan kesempatan itu untuk mendalami ciuman nya.


Ziva yang awalnya marah, kini mulai semakin tenang, entah karena apa, yang jelas dia benar-benar merasakan kenyamanan yang sudah lama tidak dia dapat.


Merasa kan pipi Ziva basah dengan air mata, Zafian pun melepaskan ciuman yang berdurasi lima menit itu.


Zafian menatap Ziva dengan tatapan sendu sambil memegang pipi nya.


"Maaf, maaf kan aku."Ucap Zafian yang saat saat itu merasa bersalah atas apa yang dia lakukan ke Ziva.


Ziva menatap Zafian dengan mata yang sedikit semabab.


"Tuan, perlakuan macam apa ini? Apa maksud nya semua ini?"Tanya Ziva dengan air mata yang kembali menetes sambil menatap dalam mata Zafian.


"Aku, aku, Ziva, aku menyukai mu."Lirih Zafian yang kemudian menarik Ziva ke dalam pelukan nya.


Deg ... Jantung Ziva seakan ingin berhenti berdetak, Zafian membenamkan kepala Ziva ke dada nya sambil memeluk Ziva erat.


Dia tidak menyangka ucapan itu akan keluar dari Zafian, seorang CEO perusahaan besar sekaligus majikan nya,ayah dari anak yang dia asuh.


"Tuan, ini tidak benar, jangan permainkan aku, aku sudah sangat trauma akan hal ini."Tutur Ziva melepas pelukan Zafian.

__ADS_1


Zafian tau Ziva mengalami taruma yang cukup kuat, sehingga saat dia mengatakan hal itu secara tiba-tiba membuat Ziva tidak bisa percaya atau menerima nya.


Bersambung ....


__ADS_2