
Rita yang kecewa pun tanpa basa-basi berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang rapat tersebut.
"Baik lah semua boleh bubar."Ucap Alex yang melihat Rita keluar tanpa pamit.
Saat itu, Alex baru menyadari jika Rita adalah orang yang saat itu bersama dengan Ziva.
"Sahabat nya nona pengasuh? Ternyata dia bekerja di sini? Mengapa dia keluar tampa permisi?"Batin Alex.
Semua karyawan pun keluar dari ruangan tersebut kecuali seorang yang tadi duduk di sebenarnya Rita.
"Pak, saya mau bertanya."Ucap karyawan itu.
"Ya, silahkan ajukan pertanyaan mu."Ucap Alex dengan wajah serius nya.
"Mengapa Rita tidak naik jabatan juga ya pak? Sedangkan dia adalah karyawan paling rajin di perusahaan ini."protes nya.
"Hmm, saya akan mengatur itu nanti,kau tidak perlu khawatir, sekarang keluar lah."Ucap Alex sambil tersenyum tipis.
"Baik pak."Ujar nya yang kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Sementara itu Rita sedang kesan dengan bermacam-macam umpatan keluar dari mulut nya.
"Teman-teman! Karena hari ini kami naik Jabatan, mari makan bersama di restoran depan yang baru buka, kami akan mentraktir kalian."Ucap dua orang tadi.
Semua bersorak bahagia kecuali Rita yang masih terdiam dengan tatapan kosong di meja kerja nya.
__ADS_1
Usai berkata begitu semua karyawan pun pergi ke restoran depan kantor untuk makan bersama dan merayakan kenaikan jabatan dua orang tadi, namun Rita yang kecewa memilih diam saja di meja kerja nya.
"Di mana para karyawan lain?"Tanya Alex yang saat itu baru keluar dari ruangan rapat.
"Saya tidak tau."Ketus Rita.
"Mengapa kau tidak sopan seperti itu? Kau bahkan bicara tampa melihat aku."Ketus Alex.
"Memang nya kenapa?"Tanya Rita berdiri dari duduknya dan menatap tajam Alex.
"Mengapa kau marah padaku? Apa yang telah aku lakukan?"Tanya Alex kaget dengan wajah marah Rita yang marah seperti akan menerkam nya.
"Mengapa? Pak! Saya itu karyawan lama, bekerja juga sangat rajin, mengapa anda malah menaikan jabatan orang baru seperti mereka,bukan kah ini tidak adil?"Umpat Rita Tampa rasa takut.
Rita pun dengan cepat mengambil nya dan melihat rencana kerja yang di buat oleh oleh nya beberapa hari lalu.
"Emm, ini memang map saya, tapi ini sama sekali bukan rencana kerja saya."Ucap Rita dengan wajah bingung karena isi rencana kerja yang dia buat benar-benar berbeda.
"Maksud mu?"Ungkap Alex ikut bingung.
"Pak, rencana kerja milik Maria dan Teguh masihbada di bapak?"Tanya Rita yang mulai mencurigai sesuatu.
"Masih, tadi pagi saya sudah melihat nya dan itu cukup bagus, makanya saya memilih mereka."jelas Alex dengan jujur.
"Ayo pak, ikut saya, saya minta bapak menujukkan rencana kerja Maria atau teguh kepada saya."Ucap Rita.
__ADS_1
"Baik-baik, tapi lepas kan dulu tangan mu dari pergelangan tangan ku."Ucap Alex menatap tangan Rita yang memegang pergelangan tangan nya untuk menarik Alex kembali ke dalam ruang kerja Alex.
"Maaf, pak, saya reflek."Ucap Rita cengar-cengir.
"Mari!"Ajak Alex kepada Rita.
Rita dan Alex pun sama-sama pergi ke ruangan kerja nya Alex, tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sana.
Alex mengeluarkan dua map yang satu nya biru dan yang satunya merah.
"Ini map Maria, dan ini Teguh, apa yang ingin kau lihat?"Ucapan Alex masih dalam keadaan penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Rita.
Rita tidak menjawab apa-apa, dia buru-buru mengambil map merah milik Teguh dan memeriksa nya, setelah beberapa menit kemudian, Rita kembali menyimpan rencana kerja milik teguh dan melihat milik Maria.
"Astaga, pak, lihat lah, ini adalah rencana kerja ku, aku memang belum sempat menandatangani nya, kemarin, tapi aku tidak menyangka jika Maria akan mencuri dan menukar nya."Ucap Rita dengan penuh keyakinan jika itu adalah rencana kerja nya.
"Benar kah? Bagaimana aku bisa percaya di saat kau tak memiliki bukti apa-apa."Ragu Alex.
"Huh, baik lah,aku akan membuktikan."Ucap Rita menarik nafas panjang lalu membuang nya.
Setelah itu Rita memberikan catatan kerja tersebut kepada Alex dan mulai mengungkap kan semua isi dari rencana kerja tersebut dengan secara detail di hadapan Alex.
Sontak saja Alex yang melihat itu kaget, karena benar saja, ternyata Rita hapal dengan apa saya rencana kerja yang di tulis nya di dalam itu.
Bersambung ….
__ADS_1