Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #77


__ADS_3

Sementara Dani tercengang dengan tingkah dan ucapan Lisa barusan.


"Lisa, maksud Lo apa? Gue beneran gak ngerti."Tutur Dani dengan wajah bingung nya.


"Gak ngerti? Yaudah gak usah di ngertiin."Timpal Lisa yang kemudian berlalu pergi dari Dani.


Tidak perduli seberapa keras Dani memanggil nya, dia tetep pergi dan masuk ke dalam kelas Tampa mempedulikan Dani.


Dani mulai curiga dengan hal ini, karena Lisa sebelum nya baik-baik saja dan tidak marah dengan nya, dia juga berfikir jika ada seseorang yang membuat Lisa menjadi seperti itu.


Sementara itu di sisi lain.


"Tuan, ayo ke villa, Nikel pasti sudah menunggu bekal nya."Tutur Ziva sambil menenteng makanan di tangan nya.


"Ziva."Lirih Zafian lagi.


"Iya."Jawab Ziva singkat.


"Bisa kah kau memanggilku dengan nama saja?"Tanya Zafian tiba-tiba.


"Nama?. Bagaimana mungkin? Aku ini adalah pengasuh nya Nikel."Tutur Ziva tak ingin lancang.


"Karena kau pengasuh nya, jangan panggil aku tuan lagi, jika kau melakukan nya, aku akan memotong semua gaji mu!"Ancam Zafian.


"Aunty!"Pangil Nikel dari depan pintu apartemen.


"Nikel? Dia datang?"Ucap Ziva mengabaikan Zafian yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Zafian untuk melihat Nikel yang datang.


"Ini semua gara-gara manusia itu, mengapa Ziva dengan mudah nya menangil nya dengan sebutan mas, sedang kan dengan ku sangat susah."Tutur Zafian dalam hatinya.

__ADS_1


Sementara itu Ziva menghampiri Nikel yang ada di luar villa.


"Nikel sayang, kau tidak sekolah?"Tanya Ziva kepada Nikel.


"Aku tidak mau sekolah, Tante bilang kepada ku kalau aunty sedang sakit,jadi aku datang untuk melihat keadaan aunty."Ucap Nikel sambil tersenyum.


"Baik lah kalau begitu Sayang,ayo masuk, Dady mu ada di dalam."Tutur Ziva lagi.


"Baik aunty."Jawab Nikel yang kemudian mengikuti langkah kaki Ziva sambil menggandeng tangan Ziva.


Sementara itu di sisi lain.


"Berapa uang yang kau inginkan?"Ucap Monica kepada Rita.


Saat ini Rita dan Monica sedang berada di toilet perusahaan.


"Kau mendekati Alex karena uang nya kan? Karena dia asisten kakak ku kan? Aku minta kau jahui dia, karena aku menyukai nya,dia hanya miliku."Ucap Monica menatap tajam Rita.


"Maaf buk, tapi aku tidak pernah memikirkan uang nya pak Alex, jujur saja, aku memang menyukai nya, tapi bukan seperti ya g anda pikirkan."Ucap Rita sambil tersenyum hambar menatap Monica.


"Bagus lah jika kau tidak menyukai nya karena uang, tapi aku minta, mulai hari ini,jahui Alex kau mau dia kehilangan pekerjaan nya karena mu ya? Jika kau terus menerus mendekati Alex aku akan meminta kakak ku Zafian untuk memecat Alex dari pekerjaan nya."Ucap Monica mengancam.


Deg ... Rasanya jantung Rita ingin berhenti berdetak, dia benar-benar suka kepada Alex begitu juga dengan Alex yang memeprelakukan nya cukup jelas membuat perasaan nya tidak bisa di bohongi.


"Sebaiknya kau pikir-pikir lagi, menjauh dari Alex atau dia kehilangan pekerjaan sekaligus masa depan nya."Ucap Monica kepada Rita.


Setelah berkata demikian, Monica pun berjalan keluar dari kamar mandi tersebut.


"Ya tuhan, mengapa semuanya jadi seperti ini? Aku bahkan baru ingat merasakan kebahagiaan, tapi aku tidak boleh egois, aku juga tidak menyangka jika Monica menyukai Alex, pantas jika dia marah dengan ku."Batin Rita menitikkan air matanya.

__ADS_1


Namun Rita buru-buru menyeka air matanya, dan berjalan keluar dari kamar mandi tersebut.


Dia berjalan dengan mata sedikit semabab menuju meja kerja nya.


"Rita, kau dari mana?"Tanya Alex kepada Rita.


"Maaf pak, saya dari kamar mandi,ada keperluan apa?"Tanya Rita tersenyum hambar.


"Emm, siang Ini ikut aku miting ke kantor Klien ya."Ucap Alex lagi.


"Baik pak."Jawab Rita singkat.


"Kau baik-baik saja kan?"Tanya Alex merasa Rita sedang menyembunyikan sesuatu.


"Aku baik-baik saja, kalau begitu aku kerja dulu."Ucap Rita yang kemudian duduk di kursi nya dan mulai menatap laptop.


"Baik lah, aku ke ruangan ku dulu."Tutur Alex.


Rita hanya mengangguk kan kepala nya.


"Ada apa dengan Rita? Apa dia sedang bada masalah? Apa nanti adalah saat yang tepat untuk mengutarakan perasaan ku? Mengapa aku jadi ragu?"Batin Alex gelisah setelah melihat ekspresi wajah Rita tadi.


"Rita, kau masih ingat kan? Apa yang aku katakan tadi?"Tanya Monica yabg saat ini sedang berdiri di depan meja kerja Rita.


"I,iya aku ingat buk."Ucap Rita takut.


Sejujurnya Rita sama sekali tidak takut kepada Monica, tapi dia takut jika gara-gara dia, Alex kehilangan pekerjaan nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2