
"Nikel, apa yang membuat mu bersedih lagi? Bukan kah aunty sudah berjanji akan sembuh besok?"Tanya Ziva sambil memegang kedua pipi Nikel.
"Aunty, aku tidak mau pulang, kasian aunty tingal sendiri di sini."Tutur Nikel.
"Tidak apa-apa, aunty akan baik-baik saja, besok, aunty akan dapat ke villa dan membawa kan bekal sekolah untuk mu."Ucap Ziva berusaha menenangkan Nikel.
"Benar kah?"Tanya Nikel dengan wajah girang.
Ziva mengganguk kan kepala nya sambil tersenyum.
"Nikel ayo!"Ucap Zafian yang sudah menunggu di luar ruang tengah.
"Yasudah, kalau begitu kau pulang lah ke villa."Bujuk Ziva.
"Baik aunty."Ucap Nikel yang kemudian mencium sekilas pipi Ziva dan berlari keluar dari apartemen itu menghampiri Zafian.
"Astaga."kaget Ziva, ini pertama kalinya dia di cium oleh Nikel, rasanya sangat lembut dan penuh kehangatan.
Setelah Zafian dan Nikel pulang, Ziva pun merasa sedikit lega, karena kedua orang itu benar-benar menguras batin dan pikiran nya.
"Huh, akhirnya pulang juga, aku bisa bersantai sejenak sekarang melihat apa yang terjadi dengan media sosial ku selama seminggu ini aku tidak pernah melihat nya."Batin Ziva sambil berbaring di sofa dengan ponsel yang berada di tangan nya.
Ziva pun mulai mengecek mesos nya untuk melihat beberapa informasi.
__ADS_1
"Wah wah, sudah mau menikah saja ya, tidak ku sangka, proses para sampah itu begitu cepat, baru saja berpisah, sudah mau menikah dengan si pelakor."Gumam Ziva dengan senyum gambar yang terukir di bibir nya.
Rasa dendam itu tidak akan pernah berakhir, hati nya yang sakit membuat dia membanci Adam dan Dina.
"Seperti nya asik, jika aku melakukan sesuatu untuk mereka, tapi jangan sekarang, bair kan dulu mereka menikah, dan Dina, dia akan tau bagaimana mama Mirna memperlakukan nya sebagai seorang menantu."Batin Ziva.
Jujur saja, terlepas dari keluarga Adam dia sangat lega, meskipun itu sakit karena cinta nya yang begitu besar kepada Adam tapi dia sudah berusaha melupakan nya,hal ini bukan lah sulit bagi seorang Ziva.
Karena orang yang sering tersakiti lebih mudah untuk melupakan orang yang menyakiti nya, meskipun orang itu adalah orang yang dia cintai,kini yang ada hanya lah dendam semata.
Lama mengotak-atik sosial media nya, Ziva pun akhirnya tertidur karena rasa lelah dan ngantuk yang tiba-tiba menyerang nya.
Sementara itu di sisi lain.
Seperti nya dia baru saja keluar dari bandara.
Tidak lama kemudian, ada sebuah mobil hitam yang berhenti di hadapan nya.
"Seorang nya itu Zafian?"Batin wanita itu sambil menarik kopernya mendekati mobil itu.
"Selamat datang kembali nona Monica."Sapa Alex menuduk memberi hormat kepada Monica.
"Di mana Zafian sialan itu?"Tanya Monica kepada Alex.
__ADS_1
"Maaf nona, tapi tuan Zafian ada sedikit kesibukan, jadi tidak bisa menjemput nona Monica di bandara."Tutur Alex sedikit ngeri.
"Astaga, sejak kapan dia menjadi sibuk dan melupakan aku adik satu-satunya!"Umpat Monica sambil menyerahkan koper nya kepada Alex, dan ia pun masuk ke dalam mobil dengan berbagai macam umpatan kecil.
Sementara Alex yang sudah mengartikan bahwa Monica memang lah seorang yang agak sedikit ketus, dia sudah tidak merasa heran lagi.
Hari ini, Monica kembali ke kota kelahirannya, dia merasa begitu lega, meskipun Zafian sang kakak tidak bisa menjemput nya.
"Huh, akhirnya aku kembali ke kota ini lagi, rasanya sangat damai, sama seperti dulu, tidak sia-sia mama, menyuruh ku kembali untuk membantu Zafian mengarus perusahaan cabang."Batin Monica sambil melihat-lihat sekeliling jalan raya yang sudah banyak berubah dari sebelumnya.
Ya, setelah beberapa kali pertengkaran antara mama dan papa nya, Monica pun akhirnya mau kembali ke kota kelahirannya untuk membantu sang kakak mengurus perusahaan cabang, karena di kota xxx juga Monica sudah menyelesaikan pendidikan nya.
"Nona, Monica, apa kita langsung ke villa atau jalan-jalan dulu?"Tanya Alex basa-basi.
"Langsung pulang saja, aku juga merindukan Nikel dan juga Zafian sialan itu."Ucap Monica yang bicara nya tidak pernah di saring dulu itu ucapan.
"Baik lah nona muda."Jawab Alex dengan sabar.
Sementara itu di sisi lain.
"Monica pasti akan mengamuk karena aku tidak bisa menjemput nya, apa yang harus aku lakukan ya?"Batin Zafian sambil merebahkan tubuh nya di sofa.
Mereka baru saj tiba dari apertemen Ziva tadi, sejujurnya Zafian hanya lupa jika hari ini adalah harus kepulangan Monica ke kota itu.
__ADS_1
Bersambung ....