
"Nikel, kau masih sakit?"Tanya Monica kepada Nikel yang saat itu baru bangun dari tidur nya.
"Tidak aunty,ini sudah sangat nyaman."Jawab Nikel sambil tersenyum.
"baik lah, kalau begitu, kau siap-siap, aunty akan mengantar mu ke sekolah."Tutur Monica.
"Tante, Daddy dan aunty Ziva?"Ucap Nikel dengan tatapan penuh tanya.
"Hmm, tadi malam, Daddy mengirimkan pesan kepada Tante, kalau Tante Ziva sedang sakit, jadi Daddy tidak bisa pulang."Jelas Monica kepada Nikel.
"Benar kah? Aunty Ziva sakit? Tante, aku tidak mau sekolah hari ini, antar kan aku ke apartemen aunty Ziva, aku mohon!"Ucap Nikel terlihat sangat menghawatirkan Ziva.
"Hmm, baik lah kalau begitu, nanti pak Lan akan mengantarkan mu ke apartemen aunty Ziva, sementara Tante akan ke kantor cabang, ada beberapa pekerjaan yang harus tante kerja kan."Ucap Monica lagi.
"Siap tante."Jawab Nikel mengerti.
Nikel pun bergegas untuk siap-siap akan pergi ke apartemen Ziva.
Begitu juga dengan Monica dia juga tidak sabar ingin bertemu Alex di kantor cabang hari ini.
Sementara itu di sisi lain.
"Awhhh! Sakit, sakit sekali!"Ucap Ria sambil memegang kaki nya.
"Astaga, maaf kan aku, aku benar-benar tidak sengaja, di mana yang sakit?"Tanya Dani kepada Ria.
"Kaki ku, sakit sekali, seperti nya terkilir."Ucap Ria dengan begitu manja nya.
Ria dengan sengaja berjalan terburu-buru agar tertabrak Dani, dan membuat Dani merasa bersalah.
"Biar aku bantu ke UKS."Ucap Dani yang kemudian mengendong Ria untuk pergi ke UKS.
__ADS_1
Sementara itu, seseorang dari balik sana, memotret mereka berdua.
"Lo bisa masuk UKS sekarang, guru bakal ngobatin Lo, gue pergi dulu."Ucap Dani yang kemudian berjalan meningal kan Ria di depan pintu UKS.
Ria tidak menjawab nya, dia hanya tersenyum miring melihat kepergian Dani.
Tidak lama kemudian, ada seseorang yang datang mendekati nya dengan memegang sebuah ponsel.
"Nih, dapat!"Ucap perempuan yang ternyata adalah teman Ria, yang di suruh oleh Ria untuk memotret saat Dani mengendong nya.
"Bagus, nih uang Lo, Lo janji ya, harus tutup mulut, awas Lo kalau sampai ada yang tau jika ini hanya jebakan."Ucap Ria mengancam teman nya.
"Sip, gue pergi dulu."Ucap teman nya Ria yang kemudian beranjak pergi dari sana.
Sementara itu, Ria bukan nya masuk ke UKS dia malah berjalan menuju perpustakaan
Terlihat Lisa yang sedang membaca buku di perpustakaan sekolah.
"Heh!"Ucap Ria mengambil buku yang ada di tangan Lisa.
"Ngapain sih Lo!"Ucap Lisa berdiri dari duduknya dan marah.
"Eit! Jangan marah dulu, gue cuma mau ngobrol baik-baik aja kok sama Lo."Tutur Ria lagi.
"Apaan?"Jawab Lisa Ketus.
"Gue minta, mulai sekarang,Lo jahui Dani, karena dia cuma milik gue!"Ucap Ria dengan nada angkuh nya.
"Milik Lo dari mana nya? Dia aja gak kelihatan suka sama Lo."Jawab Lisa mulai kesal.
"Lo bisa lihat sendiri."Ucap Ria dengan sengaja memperlihatkan foto yang ada di ponsel nya.
__ADS_1
"Maksud Lo apa?"Tanya Lisa mulai terbakar api cemburu.
"Ya, Lo bisa tau sendiri dong, gue sama Dani itu sedekat apa, dia aja sampai gendong gue karena takut gue kenapa-kenapa dan dia juga anterin gue ke UKS terus ngobatin kaki gue yang sakit, jadi udah jelas dia suka sama gue, Lo jangan deketin dia lagi karena perhatian dia itu cuma milik gue."Ucap Ria dengan penuh percaya diri.
Lisa yang saat ini merasa cemburu pun buru-buru pergi dari perpustakaan itu meningal kan ria.
Ria yang merasa sudah menang pun tersenyum tipis menatap kepergian Lisa.
Ia berjalan cepat masuk ke toilet sekolah.
"Hiksss! Hiksss! Kenapa sih? Kenapa saat gue udah mulai jatuh cinta sama dia, dia malah suka sama orang lain, terus perhatian dan perilaku baik dia selama ini itu apa?"Batin Lisa sambil menangis di dalam toilet.
Sementara itu di kelas nya.
"Hey! Lo ada lihat Lisa gak?"Tanya Dani kepada teman sebangku Lisa.
"Gak tau, mungkin ke toilet." Jawab teman sebangku Lisa dengan bingung.
"Oke, makasih."Ucap Dani yang kemudian pergi ke toilet untuk mencari Lisa.
Terlihat Lisa yang baru keluar dari toilet dengan mata semabab.
"Lisa? Lo kenapa? Ngapain aja di toilet? Gue nyariin Lo, ayo ke kantin sarapan."Ajak Dani yang hendak memegang tangan Lisa.
Namun anehnya Lisa menepis tangan Dani dengan tatapan tajam.
"Jauhin gue, gak perlu sok baik sama gue, kalau satu ya satu aja, gak perlu di gaet semua."Marah Lisa.
Sementara Dani tercengang dengan tingkah dan ucapan Lisa barusan.
Bersambung ....
__ADS_1