
Mendengar itu, Ziva pun mengeluarkan air mata bahagia nya karena Nikel kesayangan nya dalam keadaan baik-baik saja.
"Apa saya boleh melihat nya dok?"Tanya Ziva buru-buru ingin menemui Nikel.
"Ya nona, silahkan, saya akan membuat resep obat dulu, sore nanti sudah bisa langsung pulang, dia tidak perlu di rawat inap."Ucap sang dokter.
"Baik dok, terima kasih."Ucap Zafian merasa lega karena mendengar Nikel baik-baik saja.
Dokter itu mengangguk kan kepala nya dan kemudian beranjak pergi dari delapan ruang rawat Nikel untuk membuat resep obat.
Zafian pun ikut berjalan masuk ke dalam ruang rawat Nikel, sementara Ziva sudah lebih dahulu masuk ke dalam ruang rawat tersebut.
"Sayang, Nikel, kau baik-baik saja kan?"Tanya Ziva sambil memegang tangan Nikel yang saat ini terlihat sedikit lemas.
"Aunty, mengapa menangis? Aku baik-baik saja, tidak ada yang sakit, hanya luka kecil saja."Ucap Nikel memegang pipi Ziva dan menghapus air mata nya.
"Nikel apa yang kau rasakan? Daddy sangat menghawatirkan mu."Ucap Zafian dengan wajah khawatir nya.
"Daddy, aku baik-baik saja, tolong jangan marah kepada aunty, ini hanya kecelakaan kecil."Ucap Nikel yang mengetahui Daddy nya pasti akan marah ke Ziva.
"Nikel, Daddy tidak marah ke aunty, sekarang jangan banyak gerak, aunty tidak mau kau kenapa-kenapa bahkan kesakitan lagi."Ucap Ziva seolah tak rela Nikel terluka walaupun sedikit.
"Aunty, sudah jangan menangis, jika aunty menangis,aku akan ngambek."Goda Nikel sambil menampilkan senyum nya.
"Astaga, anak ini, dia bahkan lebih peduli kepada Ziva dari aku!"Batin Zafian memasang wajah kesal.
Sementara itu di sisi lain.
__ADS_1
"Nona muda, ini dia, ini saat aku melihat Nunik keluar dari kamar tuan muda Nikel!"Ucap kepala pelayan kepada Monica.
"Iya bi, sekarang kita mendapatkan bukti nya, ayo cepat cari Nunik, jangan sampai dia kabur!"Geram Monica yang kemudian mencopas bukti itu ke ponsel nya dan segera turun dari lantai atas menunju dapur villa untuk mencari Nunik.
Mereka pun berpencar untuk mencari keberadaan Nunik, namun tetap tidak menemukan nya.
"Nona muda, seperti nya dia sudah kabur, kamar nya kosong, tidak ada pakaian lagi!"Ucap kepala pelayan dengan nafas tersengal-sengal.
Sementara maid yang satu nya tidak ada di rumah karena pergi ke pasar untuk membeli stok bahan makanan.
"Ya, dia sudah kabur bi, dan pintu belakang juga terbuka, dia pasti belum jauh dari sini, ayo bi,ikut aku ke kantor polisi, langsung lapor saja dan serahkan bukti, dengan begitu polisi akan mendapatkan Nunik meskipun dia kabur dari villa dia harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan!"Ucap Monica terlihat begitu dendam akan perbuatan Nunik.
Kepala pelayan dan Monica pun masuk ke dalam mobil Monica, untuk segera menuju ke kantor polisi, melaporkan kejahatan yang sudah di lakukan oleh Nunik.
Sementara itu di sisi lain.
Bu Rima yang mendengar ada suara orang di luar pun bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Kamu? Cari siapa?"Tanya Bu Rima yang ternyata lupa dengan Lisa.
"Bibi, aku yang kemarin, aku Lisa, aku teman nya Dani,Dani nya ada bi?"Tanya Lisa dengan sopan nya.
"Ohh, nak Lisa, yang kemarin bantuin Ziva ya?"Tanya Bu Rima sambil tersenyum.
"Iya, hehe."Jawab Lisa malu-malu.
"Astaga nak, kau ini cantik sekali ya, ayo masuk ke dalam dulu, Dani nya lagi keluar sebentar, katanya beli sesuatu buat cemilan ayo masuk dulu Lisa."Ucap Bu Rima yang ternyata sangat suka dengan Lisa.
__ADS_1
"Makasih bibi."Jawab Lisa sambil tersenyum dan berjalan masuk ke dalam rumah itu.
"Ayo duduk dulu, kamu mau minum apa?"Tanya Bu Rima.
"Gak usah bi, aku gak mau ngerepotin."Jelas Lisa.
"Tentu saja tidak, sama sekali tidak merepotkan, sebentar ya."Ucap Bu Rima yang kemudian berjalan ke dapur untuk membuat kan minuman untuk Lisa.
"Bibi, biar aku saja yang buat sendiri!"Ucap Lisa yang kemudian menaruh tas nya di atas sofa itu dan kemudian menyusul Bu Rima ke dapur.
Tidak lama kemudian, Dani pun pulang dengan sekantong cemilan di tangan nya.
"Loh, tas Lisa? Dia di mana? Kenapa cepat sekali?"Batin Dani yang kemudian berjalan ke dapur untuk melihat.
"Bibi, apa ini?"Tanya Lisa kepada Bu Rima.
"Itu buah-buahan segar dari pasar, tadi bibi berniat ingin membuat es buah."Jelas Bu Rima.
"Wah, es buah? Aku juga sangat menyukai es buah, bi, bagai mana jika kita bikin sama-sama?"Tanya Lisa dengan mata berbinar.
"Lah, bukan kah kalian mau belajar bersama?"Tanya Bu Rima.
"Itu urusan nanti, ayo mana pisaunya biar aku kupas buah nya."Ucap Lisa terlihat sangat akrab dengan Bu Rima.
Sementara itu Tampa di sadari oleh Lisa dan Bu Rima, Dani sedang menatap mereka dengan tatapan kagum, siapa sangka jika Lisa yang menyebalkan sangat lah asik.
Bersambung ....
__ADS_1