
Sementara itu Alex kebingungan mengartikan ucap Monica barusan, karena itu seperti nya di susun secara terbalik.
"Maaf nona muda, yang benar itu adalah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."Ucap Alex dengan wajah serius.
"Emm, iya kah? Hehe,aku hanya sembarangan bicara, kak Alex, sini koper ku, aku akan membawakan nya ke kamar, terima kasih sudah membantu ku."Jelas Monica yang kemudian mengambil koper nya dari tangan Alex.
"Sama-sama nona muda, sekarang aku permisi dulu."Ucap Alex yang kemudian berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah villa.
Monica mengangguk paham dan kemudian menarik koper itu ke kamar nya, kamar di sebelah kamar Zafian.
"Eh, kamar ini, mengapa seperti nya ada yang tinggal di dalam kamar ku?"Batin Monica menaruh koper nya di sembarang tempat dan berjalan ke arah kasur.
Karena lelah, Monica pun memilih untuk istirahat karena tubuh nya benar-benar terasa lelah, ini juga sudah mulai larut.
Tok ... Tok ... Tok.
"Siapa?"Tanya Monica.
"Kepala pelayan nona "Ucap kepala pelayan dari luar pintu kamar.
Mendengar itu, Monica pun berdiri dan melangkahkan pergi membuka pintu.
"Maaf menganggu waktu istirahat nya nona, tuan Zafian sudah menunggu di ruang makan, sudah waktunya makan malam."Tutur sang pelayan dengan penuh rasa hormat.
"Aku tidak mau makan, aku sudah kenyang, terima kasih sudah merepotkan mu kepala pelayan."Jawab Monica.
"Tapi tuan Zafian bilang, setelah makan nona boleh istirahat, tuan Zafian akan sangat marah jika nona tidak makan, karena penyakit lambung nona bahaya jika tidak makan."Ucap sang kepala pelayan dengan penuh rasa khawatir.
__ADS_1
"Hmm, baik lah, kau turun lah dulu,aku akan menyusul."Jawab Monica dengan pasrah nya.
Ia tau sang kakak tidak mungkin mengijinkan nya untuk melewati makan malam.
Beberapa menit kemudian.
Ruang makan
"Kak, mengapa kau tadi tidak menjawab ku? Mengapa kau tidak menjemput ku?"Tanya Monica sambil duduk di kursi meja makan.
"Aku ada sedikit urusan jadi aku menyuruh Alex menjemput mu, seharusnya kau suka karena Alex yang menjemput mu bukan."Jawab Zafian.
"Da,dari mana kau tau aku suka? Aku malah berharap kau yang menjemput ku."Ucap Monica membantah.
"Sudah lah, jangan mengelak,itu yang kau inginkan bukan? Sampai kapan kau akan terus berpura-pura tidak ada apa-apa di depan Alex? Apa kau ingin menunggu dia di ambil orang lain?" Tegas Zafian.
"Sudah lah kak, jangan bicarakan ini depan anak kecil."Lirih Monica sambil mengkode ke arah Nikel.
"Baik lah,aku juga ingin menanyakan sesuatu kepada mu."Balas Monica yang kemudian melanjutkan makan nya.
Sementara itu Nikel hanya diam dan melihat Daddy dan tante nya secara bergantian.
"Nikel sayang, bagaimana sekolah mu? Apa lebih lancar dari sebelumnya?"Tanya Monica yang kini mengalihkan pembicaraan kepada Nikel.
"Semuanya lancar tante, aku juga mau kasih tau, kalau sekarang aku memiliki pengasuh yang sangat baik dan cantik."Jujur Nikel.
"Astaga, Nikel, mengapa dia tiba-tiba bahas Ziva."Batin Zafian geregetan.
__ADS_1
"Oh ya? Benar kah kak? Kau sudah mendapatkan pengasuh? Kau benar-benar menyetujui permintaan mama?"Ucap Monica hampir tidak percaya.
"Ya, begitu lah."Jawab Zafian menahan rasa kesal nya.
"Iya tante, dia sangat cantik dan juga baik, Tante harus bertemu dengan nya nanti."Ungkap Nikel polos.
"Baik lah sayang, Tante juga penasaran, seperti apa pengasuh mu itu, sehingga membuat kau memujinya beberapa kali."Ucap Monica sambil sesekali mencubit gemas pipi Nikel.
"Ya sudah, Nikel, sekarang habis kan makan malam mu, setelah itu pergi lah ke kamar dan tidur, ingat besok kau harus sekolah."Tutur Zafian.
"Baik Daddy."Jawab Nikel dengan penuh semangat.
Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah selesai makan malam, Nikel sudah di antar kan oleh Monica ke kamar nya.
"Kak."Panggil Monica sambil duduk di hadapan Zafian yang sudah menunggu nya di sofa ruang tengah villa.
"Nikel sudah tidur."Tanya Zafian.
"Ya,baru saja."Tutur Monica lagi.
"Baik lah, begini, apa kau benar-benar akan mengurus perusahaan cabang ku?"Tanya Zafian tudepoin kepada sang adik.
"Ya, seperti yang di perintahkan mama."Jawab Monica santai.
"Baik lah, namun kau harus di dampingi oleh Alex, bukan karena aku tidak percaya pada mu, tapi pekerjaan ini cukup berat jika sendiri,apa kau setuju mengelola perusahaan cabang dengan Alex?"Tanya Zafian dengan wajah serius.
"Alex juga kau tugas kan di sana kak?"Tanya Monica membelalakkan matanya.
__ADS_1
Sejujurnya Zafian sudah tau, bagaimana perasaan Monica kepada Alex, karena itu lah ia menyuruh Alex menemani Monica dalam mengurus perusahaan cabang kali ini.
Bersambung ....