
Kepala pelayan itu terdiam sejenak, sampai pada akhirnya dia memilih untuk menceritakan apa yang dia ketahui kepada Ziva.
"Dulu itu … tuan Zafian sangat ramah, dia juga tidak mudah marah, dia adalah seorang laki-laki yang sangat baik, semua perempuan pasti akan iri jika melihat rasa kasih sayang nya terhadap mendiang nyonya, tapi setelah kepergian nyonya, semuanya berubah, nyonya meningal setelah melahirkan anak pertama dan satu-satunya yang sangat mereka nanti kan ya itu tuan muda Nikel,dia meningal karena banyak kekurangan darah. Tuan muda terlambat membawa nya kerumah sakit karena sat itu tuan muda sedang dalam perjalanan pulang bisnis dari Prancis."Ucap kepala pelayan itu menceritakan semua yang dia tau tentang keluarga itu kepada Ziva yang sangat penasaran saat ini.
"Jadi, apa karena rasa bersalah dia berubah menjadi seperti sekarang?"Tanya Ziva lagi.
"Ya seperti nya begitu lah nona."Jawab sang kepala pelayan sambil menyeka air mata nya yang hampir menetes.
"Aku jadi penasaran, seperti apa ya wajah nya, sehingga dia begitu di ratukan oleh tuan Zafian?"Gumam Ziva yang malah penasaran dengan wajah mendiang mama nya Nikel.
"Dia sangat cantik nona, tapi perilaku nya lebih cantik,makanya tuan Zafian sangat mencintai nya, dan setelah kepergian nya, sampai sekarang tuan Zafian tidak pernah membuka hati nya untuk wanita lain"Tutur kepala pelayan.
"Aku sangat kagum dengan tuan Zafian, secinta itu kah dia kepada istri nya, sayang sekali tidak semua perempuan mendapatkan kan suami seperti itu ya bi."Keluh Ziva saat mengingat bagaimana dirinya yang di perlukan buruk oleh suami bahkan mama mertua nya juga.
__ADS_1
"Iya, tidak semua wanita mendapatkan suami seperti tuan Zafian nona, oh iya ini sudah larut, sebaiknya nona pengasuh istirahat."Saran kepala pelayan agar Ziva lebih cepat untuk istirahat.
"Baik lah, bi, eh tunggu bi, aku boleh bertanya satu lagi?"Ziva menahan kepala pelayan yang hendak melangkah pergi dari kamar nya.
"Iya nona , silahkan, nona ingin bertanya apa lagi?"Tanya kepala pelayan tersebut.
"Aku sangat penasaran dengan foto yang ada di lemari kaca itu, aku tau aku tidak berhak menanyakan ini atau penasaran,tapi aku benar-benar penasaran, dia terlihat mirip dengan tuan Zafian."Tutur Ziva.
"Oh, itu adalah nona Monica, dia adalah adik nya tuan Zafian."Jelas sang kepala pelayan.
"Iya nona, tapi nona Monica itu anak istri kedua papa nya tuan Zafian. Karena mama nya tuan Zafian sudah meningal sejak tuan Zafian baru berumur lima tahun dan setelah tuan Zafian berusia sepuluh tahun, di saat itu lah papa nya tuan Zafian menikah lagi dengan mama nya nona Monica dan lahir lah nona Monica. Itu yang saya tau dari kepala pelayan sebelum saya."Jelas sang kepala pelayan lagi.
"Hah? Rumit juga ya, Tapi mengapa dia sangat mirip? Dan mengapa foto nya sampai di pajang di dalam lemari kaca?"Kekepoan Ziva tidak berakhir di situ saja, dia bahkan terus mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
"Haha, iya nona, meskipun dia anak papa nya tuan Zafian dengan istri kedua nya, dia memang sangat mirip dengan tuan Zafian, dan tuan Zafian sangat menyayangi Adik nya itu."Tutur sang kepala pelayan siap menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut Ziva yang sangat penasaran.
"Ohh, jadi begitu, tapi mengapa aku tidak pernah melihat nya di sini?"Tanya Ziva dengan mengerutkan keningnya.
"Itu karena nona Monica sedang kuliah di luar negeri, papa dan mama nya nona Monica juga tingal di luar negri bersama nona Monica."Jelas sang maid tidak satu pun pertanyaan dari Ziva yang terlewat kan.
"Ouhh begitu ya bi, maaf kan aku,aku terlalu banyak tanya, sekarang kau boleh istirahat kau juga pasti sangat lelah karena sudah bekerja dan melayani aku seharian ini."Tutur Ziva sedikit tidak enak dengan cara nya yang terus menerus bertanya.
"Tidak apa-apa nona, aku malah senang bercerita kepada nona, kalau begitu aku permisi keluar dulu."Ucap sang kepala pelayan berpamitan dan kemudian berjalan keluar dari kamar itu.
Sementara Ziva hanya mengangguk nya dengan wajah penuh senyum.
"Tak di sangka aku mengetahui semua silsilah keluarga ini, ini bahkan lebih rumit dari keluarga ku, tapi seorang nasip Nikel sama dengan tuan Zafian, ibu nya juga meningal saat dia masih kecil,huh, seperti nya aku harus lebih pintar mengasuh nya agar dia tidak jadi seperti Daddy nya yang galak dan dingin."Tutur Ziva sambil duduk di atas ranjang nya.
__ADS_1
Namun, baru saj ingin merebahkan tubuhnya di kasur itu, Ziva malah di kaget kan dengan balutan perban nya yang lupa di ganti setelah mandi tadi.
Bersambung ….