
Maria mengarahkan pandangan nya ke segala arah, memastikan bahwa tidak b
ada orang yang akan mendengar kan pembicaraan mereka.
"Kalau benar kau mau apa? Semuanya juga sudah berlalu dan aku sudah naik jabatan juga karena rencana kerja mu yang lumayan bagus itu."Tutur Maria dengan sombongnya.
"Kalau begitu kau segera angkat kaki dari kantor ini!"Ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam toilet tersebut.
"Pa,pak Alex!"Ucap Maria kaget dengan Alex yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Maria, kau sudah melakukan kecurangan yang fatal,kau mencuri rencana kerja milik Rita dan mengakui jika itu milik mu, demi naik jabatan,aku tidak bisa lagi mentoleransi ini, hari ini juga kau aku pecat dan silahkan keluar dari perusahaan ini."Jelas Alex dengan tegas nya.
"Tapi, pak, ijin kan aku menjelaskan ini, dia,dia menjebak ku, ini semua hanya kesalahpahaman."Ucap Maria dengan wajah panik.
"Satpam, cepat bawa dia keluar!"Ucap Alex yang ternyata juga bersama dengan satpam kantor.
"Rita! Sialan kau! Awas saja! Aku akan membalas mu!"Teriak Maria yang saat itu sudah di bopong satpam untuk keluar dari perusahaan tersebut.
"Pak Alex, apa ini tidak keterlaluan?"Tanya Rita yang sedikit merasa iba dengan Maria.
"Kau masih kasihan kepada nya? Setelah apa yang dia lakukan kepada mu?"Tanya Alex tak habis fikir.
"Hmm, aku hanya tidak habis fikir jika Maria akan melakukan perbuatan curang yang merugikan dirinya sendiri."Ucap Rita memasang wajah lega bercampur sedih.
"Sudah lah, mari ikut aku ke ruangan ku."Ajak Alex.
Rita pun pergi mengikuti Alex dari belakang.
__ADS_1
Sementara itu karyawan lain, semua pada membicarakan Maria yang benar-benar tidak tau malu, sudah mencuri rencana kerja Rita, di usir dari kantor,itu benar-benar pelajaran yang cocok untuk nya.
Sementara itu di ruangan Alex.
"Rita, jabatan yang ku berikan untuk Maria,kini resmi menjadi milik mu, silahkan tanda tangan di sini."Ucap Alex sambil memberikan selembar dokumen.
"Terima kasih banyak pak Alex."Tutur Rita tampa basa-basi menandatangani surat tersebut.
"Baik lah, jika sudah selesai,kau bisa melanjutkan pekerjaan mu."Ucap Alex lagi.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Rita yang kemudian pergi dari sana.
Akhirnya Rita lega, perjuangan nya untuk mendapatkan hak nya tidak sia-sia, dia akhirnya mendapat jabatan yang seharusnya menjadi milik dia.
Sementara itu di sisi lain.
"Daddy!"Pangil Nikel yang ternyata datang ke apartemen Ziva.
"Biar aku saja yang melihat nya."Ucap Zafian menahan Ziva dan kemudian pergi ke luar untuk melihat Nikel.
Benar saja, ternyata sepulang sekolah Nikel meminta sopir pribadi Zafian untuk mengantarkan nya bertemu Ziva, karena dia tidak melihat ada Ziva di villa.
"Daddy, apa aunty ada di dalam?"Tanya Nikel kepada Zafian.
"Ya, dia ada di dalam,kau masuk dan temui dia."Ucap Zafian kepada Nikel.
Tampa basa-basi Nikel langsung berlari ke dalam apartemen untuk menemui Ziva.
__ADS_1
"Tuan, maaf, tuan muda kecil ingin aku mengantar kan nya ke sini, karena die tidak melihat tuan atau nona pengasuh di villa.
"Tidak apa, kau boleh kembali ke villa, nanti aku akan menghubungi mu untuk kembali ke sini."Jelas Zafian kepada sopir pribadi nya itu.
"Siap tuan."Jawab sopir pribadi Zafian mengerti.
Setelah mengatakan itu, Zafian pun kembali ke dalam apartemen.
"Aunty, mengapa aunty tidak menepati janji kepada ku? Tadi pagi,aku menunggu aunty sampai aku hampir tidak masuk sekolah,bukan kah aunty pengasuh ku? Mengapa jarang berada di sisi ku?"Rengek Nikel yang ternyata ada benarnya juga.
"Maaf kan aunty Nikel, ada sedikit kendala,jadi aunty tidak bisa menepati janji aunty, aunty janji, besok aunty akan mendapati janji."Ucap Ziva mengacungkan dua jari nya sebagai tanda dia sedang berjanji.
"Tunggu, mengapa lutut aunty terluka?"Tanya Nikel memperhatikan lutut Ziva.
"Hanya sedikit kecelakaan, jangan khawatir."Jelas Ziva kepada Nikel.
"Ohh,jadi karena ini? Aunty maaf kan aku, tadi aku belum menyadari nya."sedih Nikel.
"Tidak apa, ini hanya luka kecil,bukan masalah,ayo lah jangan sedih."Bujuk Ziva.
"Sebaiknya sekarang aunty istirahat saja ya, jangan kemana-mana."Ucap Nikel terlihat begitu perhatian terhadap Ziva.
"Emm, baik lah."Jawab Ziva untuk menciptakan rasa tenang di hati Nikel.
Kryuk … kryuk … kryuk.
Suara cacing yang ada di perut Ziva sedang memberontak minta di berikan makan siang.
__ADS_1
Sontak Nikel menatap arah perut Ziva yang baru saja berbunyi.
Bersambung ….