Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #23


__ADS_3

Ziva pun mulai mengarah pandangan nya ke segala arah di dalam kamar itu, namun tiba-tiba pandangan nya tertuju ke sebuah lemari kaca, yang di dalamnya ada foto seorang wanita yang wajah nya terlihat sangat mirip dengan Zafian.


"Dia cantik sekali, apa dia juga bagian dari keluarga Zafian ya? Jika tidak bagaimana bisa foto nya ada di lemari kaca yang indah ini."Ungkap Ziva berbicara sendiri.


Namun tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang.


Tok … tok … tok.


Suara ketukan di luar pintu kamar Ziva.


Ziva yang saat itu masih menatap foto perempuan berambut panjang agak kecoklatan itu pun seketika kaget dengan ketukan pintu.


Ia pun berjalan mendekati pintu dan mulai memegang gagang pintu lalu membuka nya.


"Tu-tuan, ada apa?"Tanya Ziva kaget karena yang di lihat nya di depan pintu adalah Zafian.


"Baju ganti untuk mu."Tutur Zafian dengan wajah dingin nya.


"Terima kasih, tapi sepertinya tidak perlu."Tolak Ziva.


"Kenapa?"Tanya Zafian lagi.


"Aku, em, aku tidak bisa menganti pakaian ku dengan tangan yang sakit seperti ini."Tutur Ziva sedikit malu namun jika dia tidak mengatakan nya dia khawatir Zafian akan tersinggung dengan penolakan itu.


"Ambil saja, nanti aku akan menyuruh maid untuk membantu mu."Jelas Zafian singkat dan meletakkan baju itu di tangan Ziva.


"Tap … "Ucap Ziva terhenti karena Zafian sudah berjalan meningal kan kamar nya kembali turun ke lantai bawah.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian.


Tok … tok … tok.


Sekali lagi pintu kamar Ziva di ketuk seseorang.


"Nona pengasuh, ini saya, kepala pelayan!"Ucapa kepala pelayan dari luar kamar.


"Masuk saja, pintu nya tidak di kunci."Jawab Ziva dari dalam kamar.


Kepala pelayan yang mendengar itu pun membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar itu.


"Maaf nyonya, saya di suruh tuan Zafian untuk membantu nyonya."Tutur kepala pelayan.


Kepala pelayan itu adalah orang yang di percayai oleh Zafian di villa selain Alex.


"Ya nona, saya tau, barusan tuan Zafian meminta saya membantu nona, jika nona tidak keberatan."Ucap kepala pelayan.


"Tentu tidak, tubuh ku juga sudah gatal-gatal, aku ingin mandi bi."Jawab Ziva sambil tersenyum manis.


"Mari nona pengasuh saya bantu."Ucap sang kepala pelayan mulai membantu Ziva membuka baju nya.


Setelah menantu Ziva membuka baju nya, kepala pelayan itu pun segera menyiapkan air hangat untuk Ziva mandi.


"Air nya sudah saya siapkan nona, silahkan mandi, saya akan menunggu di sini, pangil saya jika nona membutuhkan bantuan."Jelas sang kepala pelayan.


"Terima kasih banyak bi."Tutur Ziva yabg sedang kemudian berjalan ke kamar mandi dengan tubuh yang sudah di baluti dengan handuk.

__ADS_1


Tiga puluh menit pun berlalu.


Ziva kini sudah selesai mandi.


"Bi, bantu aku memakai piama nya."Tutur Yuri kepada sang kepala pelayan.


"Baik nona."Ucap nya sambil membantu Ziva.


"Wahh, ternyata sangat pas ya di tubuh nona."Tutur kepala pelayan kepada Yuri dengan tatapan kagum.


"Emm, bi, kalau boleh tau, mengapa di vila ini bisa ada baju seukuran aku?"Tanya Ziva penasaran.


"Emm, ini, ini adalah baju mendiang istrinya tuan Zafian, ibu dari tuan muda Nikel nona, seperti nya nona cukup beruntung bisa mengunakan baju beliau."Jelas maid itu.


"Benar kah? Mengapa dia memberiku memakai ini?"Ucap Ziva kaget dan merasa khawatir.


"Saya tidak tau nona, yang jelas nona cukup beruntung, sebelum nya tuan Zafian selalu menjadikan baju-baju mendiang istrinya sebagai harta paling berharga, dia bahkan tidak mengeluarkan nya dari lemari dan menyimpan nya dengan sangat baik."Tutur kepala pelayan itu terlihat sedih.


"Bi, mengapa? Mengapa kau malah sedih?"Tanya Ziva kebingungan.


"Tunggu nona, saya hanya merasa melihat mendiang nyonya kembali, saat melihat nona mengunakan piyama ini, beliau adalah seorang wanita yang sangat baik, sehingga tuan Zafian sangat mencintai dan menyayangi nya, bahkan tuan Zafian berubah drastis saat setelah kepergian nyonya."Ucap sang kepada pelayan yang seperti nya sudah lama bekerja di sana sehingga apa yang terjadi di vila itu dan keluarga itu dia cukup tau betul.


"Sebaik itu kah dia bi? Dan berubah, memang nya dulu tuan Zafian seperti apa?"Tanya Ziva malah terbawa rasa penasaran nya.


Kepala pelayan itu terdiam sejenak, sampai pada akhirnya dia memilih untuk menceritakan apa yang dia ketahui kepada Ziva.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2