Nona Pengasuh

Nona Pengasuh
Episode #58


__ADS_3

Sementara Ziva hanya bisa tersenyum manis melihat wajah lucu Nikel yang sedang marah itu.


"Sudah, sudah jangan marah lagi, sekarang ayo ganti baju dulu."Tutur Ziva sambil membantu Nikel mengnati pakaian sekolah nya.


"Tapi aunty, Dady itu sangat galak dan sering membuat aunty kesal."Tutur Nikel.


"Tidak apa, ayo dengar kan aunty, kau sudah memakan bekal yang aku berikan bukan?"Tanya Ziva lagi.


"Baik lah, tentu saja sudah, dan rasanya sangat enak."Tutur Nikel sambil tersenyum dan memegang pundak Ziva.


Ziva pun ikut bahagia karena Nikel menyukai bekal yang dia berikan.


Setelah mengantikan pakaian Nikel, Ziva pun mengajak Nikel bermain di taman samping villa,di sana terdapat beberapa pohon jeruk manis yang di rawat tukang kebun villa sudah sejak beberapa tahun.


"Aunty, aku mau jeruk manis."Ucap Nikel sambil menarik-narik tangan Ziva.


"Benar kah, apa kau benar-benar mau makan jeruk? Di villa sudah ada banyak, jeruk yang di petik dari pohon ini, bagaimana jika kita kembali ke villa untuk makan beberapa jeruk?"Tanya Ziva membujuk Nikel.


"Tapi aunty,aku ingin makan di sini saja."Ucap Nikel bandel.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"Tanya Zafian tiba-tiba muncul di belakang Nikel dan Ziva yang tengah memperhatikan pohon jeruk.


"Daddy, aku mau jeruk dari pohon nya langsung."Ucap Nikel berlari ke arah Daddy nya.


"Baik lah, tunggu di sini, biar Daddy yang memetik nya."Ucap Zafian kepada Nikel.


"Tuan, tunggu!"Ucap Ziva kepada Zafian.

__ADS_1


"Ada apa?"Tanya Zafian singkat.


"Itu pohon jeruk nya banyak duri, sebaiknya minta tukang kebun saja yang mengambil nya."Ucap Ziva melarang Zafian untuk mengambil jeruk.


"Kau menghawatirkan aku?"Tanya Zafian dengan wajah pede nya.


"Bukan begitu, nanti kalau tuan jatuh, tidak ada yang akan membayar gaji ku."Ucap Ziva sambil cengar-cengir.


"Kau berharap aku jatuh dan mati?"Ungkap Zafian kembali emosi.


"Tidak,aku tidak bilang begitu!"Balas Ziva tidak terima.


"Astaga, berkelahi lagi."Ucap Nikel mengaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal melihat tingkah pengasuh dan Daddy nya tidak pernah akur.


Nikel yang kesal karena Ziva dan Zafian terus menerus bertentangkar pun memiliki ide cemerlang untuk mengerjai mereka.


"Aaaa! Ulat bulu! Mana? Di mana? Tolong aku!"Jerit Ziva histeris sambil melompat ke arah Zafian.


Sontak Ziva yang sangat fobia terhadap ulat bulu pun berlari dan melompat erat Zafian dengan posisi kaki yang kini sudah tidak jejak ke tanah lagi.


"Astaga berat sekali."Leguh Zafian yang reflek mengendong Ziva yang melompat ke tubuh nya.


"Hahahaha!"Gelak Nikel melihat Ziva yang kini sudah seperti katak menempel di badan Zafian.


"Nikel!"Ucap Zafian kesal.


Seperti nya tidak sepenuhnya kesal, dia malah terlihat senang dan menikmati hal itu.

__ADS_1


"Aunty, aku ke dalam dulu ya, jangan turun ulat bulu nya masih di bawah!"Goda Nikel yang kemudian berlari masuk ke dalam villa meningal kan Zafian dan Ziva di taman itu.


"Tuan, tolong, tolong singkirkan ulat bulu nya."Ucap Ziva dengan wajah yang kini masih di sembunyikan di pundak Zafian.


Sementara itu, sama seperti Nikel, Zafian malah melanjutkan kejahilan yang awalnya di buat oleh Nikel.


"Ternyata benar-benar banyak ulat bulu di sini."Ucap Zafian.


"Benar kah? Tuan ayo kembali ke villa,aku benar-benar geli, aku mohon jangan lepaskan aku!"Mohon Ziva tampa memikirkan apapun lagi.


Seperti nya Ziva sudah di pengaruhi rasa fobia nya terhadap ulat bulu, sehingga dia begitu nyaman di gendong Zafian.


"Bagaimana aku mau berjalan,kau sangat berat."Ucap Zafian membohongi Ziva.


"Mana mungkin? Aku ini sangat ringan,ayo lah jangan membuat aku sengsara seperti ini tuan!"Marah Ziva sambil sesekali memukul punggung Ziva.


"Jika kau memukul ku lagi, aku jamin kau akan jatuh ke bawah."Ucap Zafian.


"Tolong tuan, bawa aku ke villa, aku takut ulat bulu."Lirih Ziva yang kini sudah melemah menahan rasa takut nya.


"Mana bisa seperti itu, kau akan membuat ku pegal, jika kau ingin aku membantu mu sampai ke villa kau harus melakukan sesuatu untuk ku, seperti imbalan contoh nya."Ucap Zafian memiliki akal jahil lain nya.


"Imbalan apa? Aku tidak punya uang."Gerutu Ziva masih dalam keadaan menempel di badan Zafian.


"Ulat bulu semakin banyak."Ucap Zafian dengan jahil nya.


Namun kali ini Ziva merasa curiga, dia mencoba membuka mata dan mengintip ke bawah, tidak terlihat seekor pun ulat bulu di bawah sana.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2