
"Kak!"jerit Lisa menangil Miko, namun Miko sama sekali tidak mempedulikan nya dan terus berjalan.
"Gue gak boleh tinggal diam, gue negarsa bersalah banget sama Dani, baru kali ini deh kayaknya gue bikin ulah dan sekarang ngerasa bersalah nya sampai kayak gini."Batin Lisa
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat Ziva yang baru keluar dari kamar nya dengan mata panda.
"Astaga!" Kaget Zafian melihat wajah Ziva.
"Tuan, ada apa?"Tanya Ziva menatap Zafian dengan tatapan bingung.
"Apa kau tidak tidur tadi malam? Mata mu terlihat seperti mata panda saja."Ucap Zafian dengan bergidik negeri.
"Apa? Mata tu terlihat seperti mata panda? Yang benar saja? Itu pasti sangat mengemas kan."Tutur Ziva sambil meraba-raba mata nya.
"Lucu apa nya?"Tanya Zafian sambil membenarkan dasi nya.
"Ya, panda itu sangat lucu tuan, aku sangat menyukai panda."Ucap Ziva lagi dengan segala kepolosan nya.
"Sudah lah, diam, jangan bicara lagi, hari ini aku mau ke kantor, dan nanti siang ikut Alex untuk menjemput Nikel, kau mengerti?"Tanya Zafian kepada Ziva.
"Baik lah, tuan."Ucap Ziva mendudukkan kepalanya karena takut melihat Zafian yang sedang emosi.
"Astaga dasi ini!"Gerutu Zafian.
"Tuan, itu salah, cara nya tidak seperti itu!"Ucap Ziva khawatir jika semakin marah Zafian akan memakan dasi nya sendiri.
"Lalu bagaimana? Ini sudah benar!"Gerutu Zafian.
"Menduduk lah sedikit, bair aku bantu."Tutur Ziva.
__ADS_1
Karena kesal dengan dasi nya yang susah di atur, Zafian pun akhirnya menuruti Ziva dan sedikit menuduk.
Sementara itu Ziva terpaksa mengerakkan tangan kirinya yang masih sakit untuk memasang dasi Zafian, karena mana mungkin memasang dasi dengan sebelah tangan.
"Nah, sudah, seperti ini, jangan emosi karena semakin emosi lagi."Ucap Ziva sambil tersenyum.
"Apa hak mu melarang ku."Gerutu Zafian.
"Bukan nya berterima kasih, malah marah lagi."Gumam Ziva.
"Kau ini!"Marah Zafian memelototi Ziva.
Ziva yang takut hendak kembali masuk ke kamar nya, namun Zafian malah menarik tangan nya yang sakit hingga dirinya terhuyung dan akhirnya Zafian sudah tidak bisa lagi menjaga keseimbangan mereka sampai akhirnya mereka pun sama-sama terjatuh ke lantai dengan posisi Ziva di atas tubuh Zafian.
Siapa sangka tepat saat itu Alex berjalan menaiki tangga menuju lantai atas untuk melihat Zafian yang sudah di tunggu lama tapi tidak turun-turun juga.
"Tuan Zafian."Ucap Alex kaget saat melihat Zafian dan Ziva sedang dalam posisi yang tidak patut untuk di lihat oleh orang lain.
"Argh!"Leguh Zafian merasakan tangan Ziva mengenai wajah nya.
"Astaga, maaf, seperti nya ini bukan waktu yang tepat untuk ku."Ucap Alex berbalik dan kembali menuruni tangga dengan cepat ke lantai bawah.
"Tuan maaf, maaf kan aku, aku hanya kaget!"Ucap Ziva menutup mulut nya saat melihat bagian bawah mata Zafian sedikit merah karena tersenggol tangan nya.
"Menyebalkan sekali!"Gerutu Zafian yang kemudian berdiri dengan susah payah.
Zafian merapikan baju nya dan kemudian berjalan menuruni tangga, meningal kan Ziva yang sedari tadi terus meminta maaf kepada nya.
"Bukan ini bukan salah ku kan? Dia sendiri yang menarik tangan ku dan membuat kami sama-sama terjatuh."batin Ziva.
"Sudah lah, biar kan saja."Ucap Ziva yang kemudian masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sementara itu di lantai bawah villa, Alex masih menunggu Zafian dengan begitu sabar.
"Tuan."Ucap Alex menatap wajah Zafian yang saat itu menghampiri nya.
"Kejadian tadi, anggap saja kau tidak melihat nya."Ucap Zafian dengan wajah datar.
"Melihat apa tuan? Apa yang sedang kalian lakukan?"Tanya Alex malah kepo.
"Sedang melakukan ritual! Pakai nanya."Umpat Zafian dengan nada marah nya.
"Ma,maaf tuan."Ucap Alex sambil menahan tawa.
"Apa yang akan kau tertawa kan? Ayo cepat!"Ketus Zafian yang saat itu sudah siap untuk berangkat ke kantor.
"Tuan, tunggu dulu."Cegah Alex.
"Astaga, apa lagi?"Marah Zafian.
"Tapi aku rasa, sebaiknya hari ini tuan di villa saja, tidak perlu ke kantor."Ucap Alex dengan wajah yang agak memerah karena menahan tawa.
"Mengapa? Siapa kau yang berani melarang ku?"Umpat Zafian.
Namun Alex bukan nya takut malah cekikikan sambil mengeluarkan ponsel yang ada di tangan nya dan memberikan kepada Zafian.
"Untuk apa?"Tanya Zafian lagi.
"Gunakan ponsel ku ini untuk melihat wajah mu tuan."jelas Alex.
Zafian pun mengambil ponsel Alex dan melihat wajah nya di layar ponsel itu, benar saja, bagian bawah mata nya memerah akibat terkena tangan Ziva.
Bersambung ...
__ADS_1