Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 98


__ADS_3

Yuki hanya terdiam dan terus saja menangis.


"Aku sangat mencintaimu," Erico menghapus air mata sang kekasih dan terus menatap wajahnya intens. "Percayalah, cepat atau lambat aku akan menikahimu." kata Erico kemudian meraup bibir Yuki dengan penuh kelembutan.


Meskipun saat itu Yuki langsung mendorongnya perlahan dan berkata, "Tapi kenyataannya kau tidak berani membawaku kehadapan kedua orang tuamu." ucapnya lirih.


"Berikan aku waktu, percayalah padaku."


Yuki mendongak, ia menatap mata indah Erico dan menenggelamkan dirinya, "Berjanjilah, jika memang tidak mungkin sebaiknya kita akhiri ini sekarang.


"Tidak, aku hanya perlu waktu, aku akan menikahimu. bersabarlah."


Yuki menelan salivanya, ia menyentuh wajah Erico yang nyaris tanpa cacat. sungguh, meskipun hubungannya baru saja berjajalan beberapa waktu. akan tetapi kedekatannya sudah terjalin jauh sebelum Mayu dan Heliand mempunyai dua bayi kembar. itu sebabnya perasaan Yuki pada Erico sangatlah kuat. ia sendiri sangat takut ditinggalkan karna kesehariannya selalu ia lalu bersama pria jangkung tersebut.


Keduanya saling mendalami ciuman, satu tangan Erico memijat lembut pinggul sang kekasih. ia terus menekan punggung Yuki agar jarak diantara keduanya semakin dekat.

__ADS_1


Satu tangan pria jangkung itu terus menggerayangi tubuh gadisnya, memasukan tangan kekar itu kedalam mini dress yang Yuki kenakan.


Bahkan untuk kali ini tidak ada penolakan yang sering Yuki lakukan, ia larut dalam sentuhan lembut dan sikap manis Erico yang sukses membuat api gairahnya menggelora


Bruag... keduanya menjatuhkan diri diatas ranjang dengan posisi Erico yang berada diatas tanpa melepaskan penyatuan bibirnya. pria jangkung itu mengecup ceruk leher Yuki meninggalkan jejak-jejak kepemilikan diarea tersebut. dengan tangan yang mengelus dalam dada milik Yuki, sesekali Erico merem*as bagian tersebut hingga Yuki semakin larut dalam sentuhannya.


"Ahhhmmm..." Yuki mendesah, ia menggerakan tubuhnya kegelian. akan tetapi Erico terus mengikuti gerakan tubuhnya tanpa melepaskan dirinya sedikitpun dari sang kekasih.


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Erico, sepertinya pria itu sudah tidak bisa menahannya lagi. ia mengangkat dress yang Yuki kenakan dan mencoba mengelus bagian sensitifnya.


"Mmhhhmmm... tidak Erico, jangan." Yuki sudah gelagapan mengimbangi prianya, meskipun dirinya sudah sangat tidak tahan. ia tetap menahan tangan Erico untuk menyentuh bagian sensitifnya.


Meskipun Yuki menahannya, tetapi Erico terus memkasanya hingga ia menyerah.


"Tidak, aku masih dapat melihat dengan jelas keraguan dimata Erico! aku tidak ingin menyesal." Gumam Yuki dalam batinnya.

__ADS_1


Setiap titik tubuh Yuki, Erico kecupi sampai gadis itu berkeringat dingin. "Mmmm Erico jangan sekarang." ucapnya menahan erangan, mencoba melepaskan diri.


"Erico lepaskan ak..."


Erico kembali merengkuh bibir Yuki dengan penuh hasrat yang sudah tidak terkendali.


"Tidak. ini tidak benar!" Yuki kali ini tidak membalas ciuman Erico, ia terus memukul bahu lebar pria itu yang terus memaksanya.


"Erico!!!" Pekik Yuki mendorong tubuh sang kekasih dengan sekuat tenaga hinga behasil membuat Erico menghentikan aksinya. "Hentikan, aku tidak ingin melakukannya sebelum menikah." celetuk Yuki dengan mata menggenang.


"Sekarang dan setelah menikah apa bedanya?" sahut Erico prustasi.


"Tidak! setidaknya setelah aku bertemu dengan keluargamu kau boleh melakulan apapun!" tegas Yuki.


"Tapi kau sudah bertemu dengan Lili, kakakku."

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerahkan diriku, sebelum kau membuktikan ucapanmu!" pekik Yuki, kemudian merapikan kembali pakaiannya.


LIKE LIKE VOTE KOMENN


__ADS_2