
Bagaimana heliand? kau bersedia?"
Heliand memiringkan senyumnya mengiyakan ucapan tuan jack, tidakada penolakan dari seorang heliand meskipun sempat terpintas perasaan jiji dengan tempat tersebut, namun saat ini tujuan hidupnya adalah mayyu, ketika ia mengingat wanita itu semangat dan rasa keraguan itu hilang begitu saja.
"Selamat bekerja"
Heliand memulai pekerjaannya, bergulat dengan beberapa mesin mobil dan alat berat lainnya, kemeja putih yg ia kenakan sampai lupa ia lepaskan, dan akhirnya noda noda hitam yg khas dari bengkel itu pun melekat di bajunya, dengabsemangat heliand memperbaiki mobil dan juga sepeda motor yg datang untuk memperbaiki kendaraanya, dengan penuh semangat ia mengerjakan pekerjaan tersebut, wajah penuh keringat disertai noda noda hitam yg menghiasi wajah tampannya, namun ia sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut, heliand tetap fokus melakukan pekerjaan dengan penuh semangat sambil terus memikirkan mayyu di dalam otaknya.
Bahkan hingga jam makan siang pun pria itu masih tetap saja bergelut dengan beberapa mesin mati, aki tua dan bahkan tanganya terjepit oleh rantai sepeda anak kecil yg memintanya untuk memperbaiki sepedanya tersebut, namun pria jangkung itu hanya merasakan nyeri sesaat lalu pada akhirnya tidak memperdulikan jari tangannya yg terjepit
"Paman tanganmu terluka?"
"Sudah ini tidak masalah" Ucap heliand pada anak kecil tersebut yg pada kenyataannya tangan heliand terlihat membiru dan membengkak.
"Aku hanya memiliki ini apa paman tidak keberatan?"
Anak kecil tersebut memberikan sebuah permen lolipop berukuran besar pada heliand, karna dirinya tidak memiliki uang untuk membayar heliand
__ADS_1
"Terima kasih" Heliand memiringkan senyumnya dengan santai menerima permen tersebut
Ia menerima hal tersebut itu karna mayyu, heliand selalu teringat mayyu akan sesuatu, bahkan ia berencana untuk memberikan permen tersebut untuk mayyu di rumah
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, heliand meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu karna harus melihat keadaan mayyu yg sudah ia tinggalkan seharian ini, tidak lupa tuan jackson memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah untuk upah heliand hari ini. (Guys karna author gak tau mata uang cina, dan jumlah jumlahnya jadi author masukin mata uang indo ajah ya, supaya kalian mengerti juga besar kecilnya berapa, jangan di bully, ini hanya cerita fiksi murni hasil pemikiran author🤣).
"Ini upahmu hari ini, karna istrimu sedang sakit kau boleh bekerja paruh waktu, selama itu tidak memberikan efek buruk untuk bengkelku"
Tuan Jackson melebarkan senyumnya mencoba mengertikan bagaimana sulitnya menjadi heliand, karna harus membagi waktu antara pekerjaan dan pemulihan istrinya
"Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa, terima kasih banyak tuan" Heliand meraih kedua tangan tuan jackson
Heliand menganggukan kepalnya tersenyum lebar pada tuan Jackson, lalu ia langsung pergi dari bengkel tersebut untuk segera pulang menemui mayyu, baju kemeja putihnya sampai sangat dipenuhi noda oli dan noda lainnnya, namun heliand tidak malu memakainya, ia bahkn membeli makanan di sebuah caffe yg ia lewati, Ya caffe, heliand tentu sudah berjanji tidak akan menyusahkan hidup mayyu, dan akan tetap memberikan pelayanan terbaiknya, meskipun penghasilan heliand pas-pasan.
"kau sangat tampan, tapi kenapa pekerjaanmu sangat buruk hingga kau harus menjadi pengemis seperti ini" Ucap salah satu pegawai caffe pada heliand yg ia pikir adalah pengemis yg akan meminta sumbangan dan makanan gratis, tentu saja hal ini karna keadan heliand yg berpakaian sangat kotor.
"Aku bukan pengemis, aku datang untuk membeli makanan untuk istriku" Ucap heliand yg sedikit tersinggung
__ADS_1
Pelayan caffe itu hanya terdiam membisu mendengar pernyataan heliand. Heliand yg saat itu sudah kesal namun ia tetap menahan emosinya karna demi beberapa makanan yg harus ia beli untuk istrinya
"Ini tuan, maaf karna sudah salah mengira" Celetuk pelayan caffe tersebut.
Heliand tidak menggubrisnya, ia hanya memberikan selembar uang 100 ribuan upah ia hari ini pada pelayan tersebut
"Sekali lagi mohon maaf" Pelayan tersebut memberikan beberapa kembalian pada heliand, Sungguh miris menurut heliand, ternyata caffe caffe besar dan terkenal seperti ini masih memilih milih pelanggan dan dengan mudahnya menilai seseorang hanya dari penampilannya
"Jika saja aku masih bergantung dengan harta papa, pasti sudah ku buat bangkrut caffe ini" Gumam heliand dengan kesal berjalan keluat caffe, sambil memasukan beberapa kembaliam itu kedalam sakunya.
Heliand langsung kembali melanjutkan perjalalanan pulangnya, ua sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan mayyu istrinya
"Mayyu"
Heliand membuka pintu rumah sederhana mereka secara perlahan, pria itu meletakan makanannya di sebuah meja, dan ia langsung menemui mayyu di kamar
"Mayyu"
__ADS_1
Entah kemana perginya, namun wanita yg sedikit mengalami gangguan mental itu tidak ada di kamar
NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YA BIAR MASUK 10 BESAR, TOP VOTE 3 TERBANYAK BAKALAN AUTHOR HUBUNGIN, KASIH TIP😍💋