
Pagi pagi sekali Lili sudah menyiapkan beberapa pakaian robin untuk suaminya bawa ke luar kota menyelesaiakan pekerjaan kantornya, Wanita berparas cantik itu tampak telaten mengurus robin, bahkan dari awal pernikah sepertinya belum ada pertengkaran yg terjadi antara mereka berdua, keduanya selalu bisa menjaga emosi perasaan dan ego masing masing karna pada dasarnya mereka memang ingin membangun keluarga rumah tangga yg sehat
"Selesai" Ucap Lili menutup koper tersebut, ia langsung menghampiri robin yg saat itu sedang memakain kemejanya, dengan lembut dan penuh perhatian lili merapikan dan mengancingkan kemeja tersebut dengan sempurna
"Ingat, jaga kesehatanmu, jangan sampai telat makan, dan cepatlah kembali" Ujar Lili memiringkan senyumnya menatap wajah pemuda jangkung yg sekarang sudah resmi menjadi suaminya. Robin melingkarkan tangannya di perut rata lili, ia sedikin menekan dan memajukan tubuh indah itu agar semakin dekat dengannya
"Aku mencintaimu" Ucap robin mengecup pucuk kepala Lili dengan penuh kasih sayang, Lili membalas pelukan robin dengan erat seolah tidak merelakan kepergian robin keluar kota yg akan mengurus pekerjaannya di sana selama beberapa hari
"Jika kau bosan kau boleh keluar dan menghabiskan semua uang belanjamu" Ujar robin berbisik di daun telinga Lili, gadis itu terdiam tanpa menjawab satu patah katapun dan terus saja memeluk robin
"Lili jika kau terus memelukku mungkin saja aku akan ketinggalan pesawat" Celetuk robin
"Mmmmm kau tau jika aku tidak bisa jauh darimu, kenapa harus pergi" Celetuk Lili memajukan bibirnya, Robin membelai lembut rambut lili, ia mencoba memberi penjelasan pada gadis itu _"Sayang aku berjanji,setelah pekerjaan itu selesai aku akan langaung kembali dan memanjakanmu" Ucap robin dengan lembut, perlahan Lili melepaskan pelukannya dari tubuh robin, ia masih mengerucutkan bibir kecilnya seolah merasa kesal karna harus merelakan robin pergi keluar kota selama beberapa hari tanpanya
"Baiklah..." Lili melepaskan pelukannya, ia mengambil jas Robin dan pergi mengantar suaminya kedepan pintu utama
__ADS_1
"Ingat!!, kau harus mengabariku setiap saat, tidak ada alasan untuk tidak menelponku" Celetuk lili menatap tajam robin
"Baiklah sayang, jangan terlalu galak, apa kau tidak takut suamimu ini mencari wanita yg lebih lembut darimu" Celetuk robin menggoda lili melebarkan senyumya
Lili mengerutkan dahinya dengan kesal _"Kauuuuu.......
Pemuda itu tertawa melebarkan senyumnya, ia langsung mencium pucuk kepala lili dan berpamitan untuk pergi _"Aku bercanda, aku mencintaimu, tunggu aku pulang" Ujar Robin dan langsung menarik kopernya masuk kedalam mobil, mata lili seakan menggenang memperhatikan Robin yg pergi meninggalkannya, meskipun hanya sebentar namun batin lili terasa sakit seolah tidak ingin jauh dari pujaan hatinya, tanpa ia sadari sepasang mata sedang memperhatikannya di lantai atas, Jordan, meskipun pandangan itu adalah pandangan antara ayah pada anaknya namun Lili tetap tidak bisa menerima kebenaran tersebut, ia bahkan tidak pernah banyak bicara selalu mengabaikan jordan meskipun tinggal satu atap dengannya
"Kau selalu memperhatikannya, aku curiga jangan jangan" Celetuk Anna yg menghampiri Jordan, Anna selalu menyimpan kecemburuan pada Lili, bukan hubungan antara ayah dan anak, namun sebagai hubungan yg lain, ia mengira jika jordan telah jatuh hati pada Lili, yaaa karna memang anna tidak mengetahui hubungan asli di antara Lili dan jordan
"Lili sayang, hari ini pembantu kita sedang ambil cuti untuk beberapa hari, kau bantu mama mengerjakan pekerjaan rumah ya" Ucap Anna memancarkan senyum piciknya, Kenyataanya adalah anna sengaja memecat pembantu di rumah tersebut karna sudah sangat kesal dengan sikap jordan yg selalu saja memperdulikan menantunya
"I.. Iya mahh" Ucap Lili dengan ragu karna gadis itu tidak biasa mengerjakan seleruh pekerjaan rumah, maklumlah pekerjaan Lili sebelumnya adalah model terkenal, dan sekarang mertuanya menyuruh lili untuk mengerjakan pekerjaan rumah, sungguh sangat bertolak belakang dengan kehidupan lili sebelumnya
"Halaman sudah dua hari tidak di bersihkan, kau bisa memulainya dengan menyapu halaman dan setelah ini membersihkan lantai" Ujar Anna memiringkan senyumnya, Lili hanya menelan salivanya mendengar semua itu, tidak mungkin ia menolak karna tidak ingin terlihat buruk di depan mertuanya
__ADS_1
"Tunggu apa lagi? ayo lakukan" Tegas Anna pada Lili, gadis itu menganggukan kepalanya sesegera mungkin pergi membersihkan rumah dari mulai menyapu halaman sampai mengepel semua isi rumah besar tersebut
"Lili, ada banyak piring kotor di dapur, setelah itu kau cuci yaaa" Teriak Anna yg saat itu sedang bersantai sambil membaca majalahnya bersama jordan
"Cukup anna, kau sudah sangat keterlaluan pada Lili" Tegas jordan yg merasa kesal dengan sikap istrinya
Anna menutup majalahnya dengan kasar, ia menatap tajam jordan dengan penuh amarah
"Aku akan menyuruhnya melakukan hal yg lebih dari ini jika kau terus memperdulikannya" Sentak anna melempar majalah itu di hadapan jordan
"Kau benar benar keterlaluan anna, dia itu menantumu" Tegas jordan senada tinggi
"Lalu apa yg kau pikirkan? apa kau menyukai menantumu sendiri? bagai mana pun robin juga anakmu" tegas Anna yg semakin tersulut emosi, keduanya saling bertatapan tajam penuh amarah, jordan yg memang perlakuannya selalu kasar hampir menampar anna namun pada akhirnya
"Prangggggkkkkkk" Suara benda jatuh dari dapur yg berhasil menghentikan hentakan tangan jordan, dengan kesal anna meninggalkan jordan dan melihat apa yg terjadi di dapur
__ADS_1
Next guys like komen dan bantu vote sebanyak banyaknya❤️