
Mayyu menarik Nafasnya dengan kasar dan melepaskan sabuk pengamannya untuk turun dari mobil tersebut, Heliand hanya tersenyum tipis memperhatikan mayyu
"Apa yg kau lihat?."
"Aku tidak bisa menghentikannya, kecantikanmu adalah segalanya."
Mayyu memainkan raut wajahnya yg terlihat jiji mendengar ucapan tersebut dari mulut Heliand
"Dasar tidak waras."
Heliand hanya menatapnya dan keluar dari mobil tersebut, dia bersandar di mobil menatap mayyu dengan senyum miringnya
"Kau tidak akan bisa lepas dariku" Ucap Heliand
*****
Setelah beberapa hari berlalu Lili masih saja belum menemukan jawaban dari pertanyaannya, dia lantas menemui robin secara diam diam tanpa sepengetahuan keluarganya
"Lili akhirnya kau datang aku sangat merindukanmu" Ucap robin yg sudah menunggu kedatangan Lili dan langsung memeluknya.
Gadus itu membalas pelukan sang jekasih dengan erat, keduanya larut melepas rindu masing-masing akibat suatu hal yang mengharuskan Robin dan Lili tidak bertemu.
"Apa yg terjadi sebenarnya? kenapa semua menjadi seperti ini?."
Robin mencoba menghapus air mata Lili dia kembali memeluknya dengan penuh kasih sayang dan mengecup pucuk kepalanya
"Kita akan mencari tahu hal ini Lili, percayalah padaku aku akan menikahimu dalam waktu dekat, orang tuamu pasti akan menyerahkan dirimu padaku percayalah" Tegas robin menenangkan Lili
Mereka masuk kedalam mobil, Robin memberikan sebotol air mineral untuk menenangkan Lili yg saat itu masih merasa sedih atas apa yg terjadi pada hubungannya dengan Robin
"Minumlah , tenangkan dirimu"
Robin menatap gadis itu dan mengusap lembut kepalanya.
"Apa kau percaya padaku?"
Lili menatap robin dan menyentuh wajah robin, dia bahkan membelainya dengan penuh kasih sayang.
"Apa aku terlihat tidak mempercayaimu??"
Robin hanya tersenyum tipis, mereka saling menatap hingga Lili merengkuh bibir Robin dengan lembut.
"Aku mencintaimu" Ucap robin
*****
__ADS_1
Kelas berakhir Mayyu berjalan tergesa-gesa untuk menghindari Heliand yg saat itu terus saja mengganggunya.
"Hust Hust Hust ada yg lewat" Ucap berandalan kampus
Mereka terlihat sedang membawa seember air untuk menyiramkannya kepada para gadis hanya untuk melihat bra yg para gadis kenakan di kampus
"Brusssss" suara tumpahan air mengenai mayyu
"Upsss kami sengaja melakukannya maafkan kami" ucap sekumpulan berandalan tersebut
"Lihat itu branya warna hitam, dan itu bulat seperti buah melon."
Menyadari hal itu mayyu menutupi dadanya dengan tas dan tertunduk malu, matanya menggenang ketika pandangan semua orang tertuju padanya.
"Bruakkkkkk"
"Beraninya kau mengganggu wanitaku."
"Plakkkkk."
Heliand memukul semua berandalan tersebut tanpa ampun
"Aku bersalah tolong ampuni aku"
Heliand bahkan menendang dan menginjak mereka satu persatu hingga akhirnya mereka tidak berdaya.
Mayyu hanya diam tidak menjawab satu patah katapun, dia terlihat tudak baik-baik saja tentunya, sekujur tubuhnya basah dia mencoba menutupi bagian dadanya agar tidak berlihat oleh orang yg memperhatikannya, pemuda itu langsung melepaskan jaket yg ia kenakan dan menutupi tubuh Mayyu, dia lantas membawa Mayyu ke mobilnya untuk mengantar Mayyu kembali.
"Sudahlah hentikan tangisanmu."
Heliand sesekali melirik ke arah dada yg tembus pandang itu
"Apa yg kau lihat????."
Heliad tersenyum tipis ia mengaluhkan pandangannya ke arah jalan.
"Aku tidak suka wanita dengan bentuk dada yg terlalu besar, kau tidak perlu khawatir."
"Bodohhhhhh." Ucap mayyu berdecak
kebohongan Heliand terlihat, mulut berkata tidak tapi matanya terus saja melirik ke arah Mayyu
"Sial, untuk apa aku menolongnya, wanita ini benar benar mengujiku" gumam Heliand dalam batinnya
Mayyu terus saja mencoba menutupi dirinya dengan jaket yg helian berikan, ketidak nyamanan pun terasa
__ADS_1
"Lepaskan saja pakaianmu."
"Apaaaaa?????"
Gadis itu terkejut mendengar pernyataan Heliand, bagaimana tidak, Heliand menyuruh Mayyu untuk melepaskan pakaiannya.
"Tidak, tidak maksudku, jika seperti itu kau akan kedinginan" Tambah heliand memperjelas ucapannya.
Mayyu tidak menggubrisnya dia masih bertahan dengan pakaian basahnya hingga mobil terhenti di apartementnya
"Terima kasih, aku akan mengembalikan jaketmu setelah aku mencucinya."
"Hanya itu???" Tegas heliand
"Lalu apa yg kau inginkan?"
"Apa kau tidak akan membiarkanku masuk?" Tanya heliand tersenyum tipis
Mayyu menghela napasnya dengan kasar karna heliand telah menolongnya Mayyu pun mengijinkan Heliand untuk masuk.
"Tapi hanya 20menit saja, terhitung dari sekarang" Tegas mayyu pada heliand
Pintu apartement pun terbuka, Heliand mengikuti langkah mayyu yg saat itu langsung menuju kamar mandinya untuk berganti pakaian, Heliand menatap setiap sudut ruangan yg tertata rapih dan bersih.
Heliand tidak segan mencari kulkas untuk mengambil air dan meminumnya
"Menarikkkk."
"Apa yg menarik" Ucap mayyu yg tiba tiba datang setelah mengganti pakaiannya
"Sudah selesai??" Tanya Heliand
Mayyu terduduk di meja makan dan menatap heliand yg saat itu menghamipirnya lalu duduk di sebelahnya
"Apa kau tinggal disini sendiri?" Tanya heliand basa basi
Mayyu hanya menganggukan kepalanya menatap Heliand, pemuda itu menyentuh wajah Mayyu tanpa make up, dia menatap mata sendu Mayyu lalu memiribgkan senyumnya, Mayyu hanya diam pada akhirnya mereka saling menatap Heliand mencoba mendekatkan wajahnya, dia mencoba merengkuh bibir Mayuu dan
"20 menittt." ucap Mayyu yg saat itu langsung menghentikan aksi Heliand
"Tapii."
"Hanya 20 menit"
Gadis itu langsung mendorong tubuh Heliand perlahan menuju puntu keluar.
__ADS_1
Next guyss❤️💋jangan lupa like dan komennya vote vote voteeee❤️💋💋💋