
"Mmmmm" Mayyu meringis merasakan pusing di kepalanya.
Istri heliand tersebut sudah tertidur selama sehari semalam, mayyu menggeser tubuhnya merubah posisi tidurnya, terasa sangat di belakangnya sosok pria yg mendekapnya dengan suara dengkuran dengkuran yg khas,
Mayyu memindahakan tangan yg memeluknya, dengan pusing yg hebat di kepalanya wanita itu beranjak dari tidurnya karna tidak tahan menahan cairan yg sudah menumpuk di kantong kemihnya.
Pria itu tetap terjaga di ranjang dengan suara dengkurannya, Mayyu melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju kamar mandi.
"Pusingg, kepalaku sangat beratt ahhh" Ujar mayyu berjalan perlahan sambil memegangi keningnya.
Tiba tiba penglihatanya sedikit kabur, semua terlihat berkunang-kunang, Mayyu sedikit mengerkapkan matanya untuk mendapat penglihatan yg cukup jelas namun tiba tiba tubuhnya tidak bertenaga.
"Mayyu" Ujar Heliand sudah terbangun melihat Mayyu akan menjatuhkan dirinya.
Tangkapan yg sempurna mayyu jatuh di pelukan Heliand, gadis itu dalam kondisi setengah sadar dengan mata yang masih mengerjap.
"Apa yg kau lakukan?" tanya Heliand
"Aku aku, merasa pusing."
"Jika begitu kenapa kau terbangun? merepotkan sekali" Celetuk heliand
"Aku ingin ke kamar mandi."
Heliand menghela napasnya dengan kasar, ia lantas membangunkan Mayyu dan membantunya masuk kedalam kemar mandi
"Ke, ke, kenapa kau juga masuk?" Ujar Mayyu dengan gugup
"Jika kau jatuh pingsan lagi bagai mna? jangan berpikiran yg tidak tidak, cepatlah" celetuk Heliand mengerutkan dahinya
Mayyu menelan salivanya, ia tetap saja berdiri tanpa melakukan apapun menatap Heliand
"Mmm baiklah"
Heliand berbalik ke lain arah agar Mayyu cepat menyelesaikan urusannya.
__ADS_1
Mayyu mulai melakukannya, terdengar tetesan demi tetesan masuk kedalam telinga Heliand membuat pikiran dalam pemuda itu sedikit terpengaruh.
"Tahan, kau tidak seharusnya melakukan hal itu pada wanita yg sekarat" Celetuk Heliand dalam batinnya
"Heliand airnya tidak keluar" ujar Mayyu yg masih sibuk ingin membersih bagian pribadinya
"Tunggu tunggu jangan berbalik" Teriak mayyu kepanikan
"Bagai mana aku bisa mengetahui masalahnya jika aku tidak boleh melihat" Ujar heliand santai
"Tapi aku malu."
Heliand menghela nafasnya lagi dengan kasar "Bersihkan saja dengan tissu, aku akan keluar, jika sudah kau bisa menggunakan kamar mandi lain" Ujar helian keluar dari kamar mandi tersebut.
Mayyu pun membersihkannya dengan tissu, perempuan itu keluar dari kamar mandi menatap heliand yg sedang berbaring di tempat tidur memainkan game ponsel di tangannya, Mayyu mengabaikan heliand ia meraih handuk dan keluar dari dalam kamarnya
"Mungkin dia sudah lebih baik" Ujar heliand, pemuda itu meletakan ponselnya, ia memakain kembali celana tidur panjangnya lalu turun ke lantai dasar
"Apa yg harus aku lakukan?, dia sakit itu semua karna aku,"
"Mmmm menyiapkan sarapan untuknya sepertinya ini bukan ide yg buruk."
Heliand mencoba menyentuh peralatan dapur, skill Heliand dalam memasak memang tidak terlalu baik, namun anak nakal itu selalu di ajari oleh Lia chan jadi sedikit-sedikit dia bisa memahami bagaimana caranya memasak.
"Apa yg kau lakukan?"
Nayyu datang dengan handuk yg membungkus rambut basahnya, pemuda itu masih tetap tenang dengan wajah dingin tanpa ekspresinya.
"Membuat sarapan, obatmu ada di meja, setelah ini kau harus meminumnya" ujar Heliand dingin
Mayyu terduduk di meja makan dengan beberapa bungkus obat dan segelas air putih di hadapannya
"Heliand???."
"Mmmmm"
__ADS_1
"Apa yg dokter katakan? dia bilang aku sakit apa"
Mayyu dengan santai membuka satu persatu obatnya.
Heliand langsung berpikir keras, ia tidak mungkin mengatakan jika mayyu kelelahan karna orientasi sex dan itu semua karna Heliand.
"Heliand apa kau mendengarku?."
"Mmmm, dokter bilang,"
"Apaaaa???"
"Kau hanya demam" Celetuk heliand dengan pilihan yg jatuh pada kata demam.
semampunya mencari nama penyakit yg ada di dalam pikirannya.
"hanya itu?" tanya mayyu melirik ke arah heliand yg menghampirinya membawakan telur dan sosis goreng
Heliand meletakan piring itu di hadapan mayyu hingga membuat gadis itu kembali mengalihkan pandangannya pada heliand
"Apa yg kau lihat?" Ujar heliand dingin mengerutkan dahinya, mayyu hanya tersenyum picik
"Hanya telur goreng haha" celetuk mayyu
"Jika tidak suka aku akan membuangnya" Ujar heliand yg mencoba menarik piring itu dari hadapan mayyu
mayyu mencoba menahannya ia kembali meletakan piring itu di hadapannya, mayyu meraih sendok garpu untuk mencoba masakan heliand yg saat itu pria tersebut masih menatapnya dengan mengangkatkan satu alis tebalnya, kunyahan demi kunyahan mayyu lakukan untuk merasakan masakan heliand yg sederhana tersebut
"Mmm tidak terlalu buruk" Celetuk mayyu kembali memakan telur goreng itu
Dalam pikirnya telur goreng itu adalah telur goreng teristimewa baginya, sudah di buat khusus oleh heliand untuknya, rasanya juga enak komplit untuk telur goreng rasa cinta
"Setelah ini kau boleh istirahat, aku ada janji bersama teman temanku, jangan lupa minum obatmu, jika kau lapar kau bisa memesannya dari luar" Ujar heliand dingin
Raut wajah mayyu berubah ia tidak menjaeab satu patah katapun ucapan heliand
__ADS_1
"Dia pasti akan berbuat yg tidak tidak lagi di luaran sana, kapan sebenarnya kau akan berubah" Ujar mayyu kesal dalam batinnya ia meminum butir demi butir obatnya sambil menatap wajah tampan heliand yg saat itu masih sibuk dengan telur dan sosis di atas piringnya
MOHON MAAF UNTUK YG NUNGGU UP LAMA, LAGI REVISI BUAT PENGAJUAN KONTRAK GUYS, MOHON DI MENGERTI, BOLEH MAIN JUJUR JUJURAN GK NIH? AUTHOR GK MUNAFIK YAA, PENGAJUAN KONTRAK AUTHOR LAKUKAN SUPAYA PENGHASILANNYA LEBIH JELAS❤️