Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 96


__ADS_3

Erico memainkan ponselnya sambil menunggu Yuki yang sedang bersiap. Pemuda itu terlihat sangat gelisah, entah apa yang terjadi padanya.


“Ayo.” Pekik Yuki


Pria jangkung itu mengalihkan pandangannya, menatap sang kekasih, mata Erico membulat sempurna saat mendapati Yuki berdandan dengan sangat cantic dan elegant.


“Ka-kau cantik.”


“Aku tahu itu.” Balas Yuki dengan senyum menyeringhai.


Keduanya berjalan secara beriringan menuju mobil, tetap saja Erico tidak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya. Padahal dia sendiri sudah berjanji akan membawa Yuki untuk menemui orang tuanya hari ini.


“Jika belum siap aku tidak masalah, hubungan kita baru beberapa waktu berjalan. Tidak ada salahnya menunggu sampai kau benar-benar yakin.” Ucap Yuki dengan santai.


Ternyata ia sendiripun menyadari, jika Erico benar-benar sedang tidak baik-baik saja.


“Aku siap, kau tidak perlu cemas.” Tegas Erico.


Tentu saja pemuda itu berbohong, meskipun dirinya tidak pernah mempermasalahkan status Yuki, akan tetapi ia sangat mengenal Lina sang Mama. Ia takiut hal yang pernah terjadi pada sang kakak terulang kembali padanya.


“Tapi orang tuaku sedang berada diluar negri, apa kau bisa sedikit bersabar sampai mereka kembali?”


Yuki mengerutkan dahinya, kemari Erico sendiri yang menjanjikan hal ini, dan bahkan telah mengatur segalnya dari mulai make up, sampai setelan yang harus Yuki kenakan. Dan sekarang ia mengatakan jika Lina dan Nathan sedang berada diluar negri.


“Tapi semalam kau bilang…”


“Iya, semalam mereka pergi, dan aku saja baru mengetahui hal ini tadi pagi.”


Yuki menghela nafasnya perlahan, sedikit kecewa karna ia sendiri sudah mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan kedua orang tua sang kekasih, tetapi Erico sendiri terlihat ragu.

__ADS_1


Sadar akan kekecewaan Yuki, pemuda itu tetap membawanya untuk beretmu Lili sang kakak, sebenarnya Erico belum membicarakan hal ini denganmkedua orang tuanya, dan Lina dan Nathan tidak benar-benar pergi keluar negri.


“Lalu kau akan mengajakku kemana?”


“Bertemu dengan kakakku.”


Yuki mengangguk, dengan wajah tanpa ekspresi, ia cukup mrngikuti apa yang Erico katakana saja, karna cukup tahu diri hal ini memangla tidak mudah.


Mobilpun terhenti di sebuah mension mewah, kediaman Lili dan Robin. Saat wanita itu kebali kesisi Lia Chan dan Robin mengetahui apa yang terjadi pada istrinya tersebut. Ia langsung mengajak Lili kembali dengan hidup berdua secara mandiri, tanpa ada campur tangan Anna dan Jordan.


Bahkan sampai saat inipun Robin belum mengetahui perihal Lili yang sebenarnya adalah anak kandung dari papa tirinya tersebut, karna Lili sendiri khawatir jika Robin akan memprmasalahkan hal tersebut, dan meninggalkannya.


Erico mempersilahkan gadisnya untuk turun, dan menuntunnya untuk masuk kedalam.


“Kak?” pekik Erico.


Yuki menelan salivanya, Lili terlihat sangat cantik modis, hal itu berhasil membuat Yuki merasa tidak percaya diri jia mengingat dirinya dilamar oleh Erico untuk menjadi pasangan pemuda tersebut.


“Kau sudah datang?” ucap Lili memancarkan senyumnya yang berbinar, sorot matanya teralihkan pada Yuki yang terus menunduk.


“Dia yang aku ceritakan kemarin.” Ucap Erico.


“Hay, aku Lili. Kakanya Erico.”


Dengan gugup Yuki menjabatkan tangannya pada Lili dan tersenyum dengan sangat manisnya.


“Dia cantik, kau cukup pintar mencari seorang gadis.” Celetuk Lili menggoda sang adik.


Dalam hal ini Lili memang tidak akan pernah menyulitkan sang adik, ia cukup belajar dari kisah cintanya. Sejujurnya Erico sudah menanyakan pada Lili, apa Lina dan Nathan akan setuju, terlebih status dan derajat antara dirinya dan Yuki sangatlah berbeda. Lili sendiri tidak tahu pasti, akan tetapi bagaimana pun hasil akhirnya, ia akan tetap mendukung sang adik untuk mendapatkan cintanya, terlebih niatnya cukup baik untuk segera meiklah tanpa menunggu masalah, seperti yang telah dilakukan Heliand pada Mayyu.

__ADS_1


“Katakan siapa namamu.”


“Yu-yuki Nyonya… ah maksudku kak.” Ucap Yuki dengan penuh kegugupan.


“Tidak perlu sungkan, Erico sudah mengatakan segalanya, demi menolong Mayyu kau bahkan melupakan pekerjaanmu.”


Jantung Yuki berdebar tidak karuan, sungguh pertama kali bertemu dengan keluarga pasangan memang sudah seperti sedang melakukan senam jantung. Meskipun Lili terlihat sangat menerima Yuki, tetap saja gadis itu masih sangat terasa gugup dan canggung.


“Kalian duduk saja, aku akan menyiapkan beberapa cemilan.” Ucap Lili


Erico menarik tangan sang gadis, dan membawanya keruang keluarga. Tak hentinya pemuda itu terkekeh saat meraih tangan Yuki yang bergetar dan dahinya berkeringat.


“Kau sangat gugup.”


“Diam kau, untung saja kakakmu cukup baik.”


Erico mendekatkan wajahnya pada Yuki, pemuda itu menatap dua bola mata indah sang kekasih dengan intens.


“A-apa yang kau lakuian? Nanti kakakmu melihat.” Ucap Yuki


“Biasakan dirimu sayang, cepat atau lambat kita akan segera menikah.”


Yuki menelan salivanya dengan mata yang membulat, jarak dirinya dengan Erico sangatlah dekat, gadis itu langsung mendorong tubuh sang kekasih saat melirik kearah Lili yang akan menghampirinya.


“Pemuda nakal. Bersabarlah sedikit Erico jika kau tidak ingin memiliki masalah seperti Heliand.” Celetuk Lili pada sang adik


Wajah keduanya merona, saat Lili menyaksikan hal tersebut, meskipun begitu Lili cukup mengerti, bukan hal yang aneh untuk kedua orang yang sedang dimabuk cinta, tentu ia dan Robin juga pernah mengalaminya.


LIKENYA VOTENYA TERUS KOMENNYA YG BANYAKK...

__ADS_1


__ADS_2