
Siang itu mayyu telah menyelesaikan pekerjaan rumah lebih awal, gadis itu terduduk di sudut ranjang sambil memainkan ponselnya, tentu saja, ia masoh memiliki ponsel, berbeda dengan heliand yg semua barang barangnya sudah ia jual untuk biaya rumah sakit dan kebutuhan lainnya.
Semenjak Nicko dan Lia chan mencabut segala heliand. namun gadi itu sama sekali tidak hidup kekurangan, ponselnya masih ia miliki, barang barang mahalnya segalanya masih ia simpan, karna itu tidak termasuk aset milik heliand.
Senyumnya terpancar sambil menatap layar ponsel di tangannya, mayyu sedang memperhatikan beberapa foto heliand, dia memang masih menyimpan sakit hatinya. namun sikap heliand yg semakin menggemaskan malah membuat dirinya semakin tergila gila, tetapi tentu saja masih dalam mode jual mahal.
"Dia benar benar tampan"
Mayyu melebarkan senyumnya sambil menggeser geser layar ponsel
"Mmmmwwwwaaahhhh"
Kegilaan cintanya benar benar sudah memasuki evel akut, ia bahkan mencium foto foto heliand dari ponselnya dengan santai dan semringah
"Tok Tok Tok"
Terdengar suara ketukan beberapa kali dari pintu utama rumah kecilnya.
"Siapa lagi? atau jangan jangan heliand?"
Mayyu melirik jam dinding yg saat itu baru menunjukan pukul 11 siang, sedangkan heliand yg memang sering bekerja setengah hari biasanya kembali pada jam 12.
"Tok tok tok"
Suara itu kembali terdengar hingga membuat mayyu langsung beranjak dari duduknya untuk melihat siapa yg datang di depan.
"Ya.. sebentar"
Gadis itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju pintu utama, perlahan mayyu mengintip dari balik jendela, seorang wanita yg berdiri membelakangi pintu hingga wajahnya tidak terlihat.
"Iya cari siapa?"
Wanita itu memalingkan tubuhnya ke arah mayyu
"Mama"
Mayyu membulatkan matanya ketika ia melihat lia chan datang berkujung kerumah kecilnya, ia pikir ibu dari suaminya tersebut tidak akan sudi menginjakan kakinya kerumah kecil dan kotor seperti ini.
"Sayang"
__ADS_1
Lia chan memeluk mayyu untuk melepas kerinduan pada menantu kesayangannya tersebut, tanpa basa basi mayyu pun membalas pelukannya dengan santai
"Bagai mana kabarmu? kau baik baik saja kan? apa heliand menyakitimu?"
Lia chan menyentuh wajah mayyu dengan kedua tangannya, ia tanpa basa basi langaung mencecar mayyu dengan beberapa pertanyaan, tentu saja hal tersebut ia lakukan untuk mengetahui perkembangan heliand, dan keadaan mayyu seharusnya baik baik saja.
"Sebaiknya kita bicara di dalam"
Mayyu melebarkan pintu tersebut dan menyuruh ibu mertua kesayangannya untuk masuk. Lia chan melangkahkan kakinya dengan santai masuk kedalam rumah tersebut, ia melirik ke setiap sudut ruangan yg hanya di isi dengan perabotan seadanya. semuanya terlihat rapih, tentu saja karna mayyu rajin membersihkannya.
"Maafkan mama"
Lia chan meraih tangan mayyu dan menggenggamnya, matanya terlihat menggenang, mungkin karna rasa bersalahnya tidak bisa mendidik heliand dengan baik.
"Tidak apa, aku baik baik saja"
Mayyu cukup tenang, ia melebarkan senyumnya sambil menatap lia chan
"Tapi karna aset heliand di cabut, kau jadi harus tinggal d rumah kecil seperti ini"
Mayyu menggenggam tangan lia chan, ia mencoba tetap tenang dan santai seolah menerima keadaan heliand sekarang.
Lia chan menjatuhkan air matanya, ia langsung memeluk mayyu, karna merasa bangga dengan sikap kedewasaan menantunya.
"Heliand benar beruntung, dia terlalu bodoh karna sudah menyia-nyiakan gadis sebaikmu"
Mayyu terdiam, sebenarnya perasaannya juga masih sakit jika kembali mengingat semua yg heliand sudah lakukan padanya, ia mencoba menahan air matanya dan bersikap tegar di hadapan lia chan.
"Aku percaya heliand biaa berubah" ucap mayyu
"Terima kasih mayyu"
Lia chan melepaskan pelukannya, ia membuka tasnya dan mengambil sejumlah uang dan perhiasan dari dalam tas tersebut.
"Ini, simpan, anggap saja ini hadiah dariku"
Lia chan menyerahkan perhiasan tersebut ke tangan mayyu, gadis itu tidak berkutik, hatinya gelisah, bimbang tidak menentu, antara harus menerima atau menolak pemberian lia chan
"Tapi mah"
__ADS_1
Mayyu mencoba menolak
"Simpan saja, mama mohon hargai pemberian mama, jangan sampai heliand mengetahuinya"
Mayyu masih saja terdiam tidak menjawab satu patah katapun.
"Tunggu mayyu" teriak heliand dari ambang pintu.
Pemuda itu datang dengan keadaan sepetri biasa, baju kotor penuh oli, ia lansung merampas perhiasan tersebut dari tangan mayyu dan memberikannya pada lia chan.
"Aku bisa memberikan perhiasan padanya, sebaiknya mama tidak perlu repot repot melakukan hal ini"
Heliand mengatakan hal tersebut dengan dingin, bukan tanpa alasan, mungkin ia kesal karna orang tuanya sama sekali tidak memberinya kesempatan, dan dibalik itu ia bertekad untuk membahagiakan mayyu tanpa mengandalkan harta kedua orang tuanya.
"Heliand tapi"
"Aku bisa memberikan uang dan perhiasan untukmu" Heliand meninggikan suaranya dengan kesal
Lia chan terdiam, ia mengerutkan dahinya menatap heliand dengan tatapan dingin
"Kau benar benar keras kepala"
"Plakkk"
Lia chan melayangkan tamparannya ke wajah heliand, karna heliand berani meninggikan suaranya di hadapan lia chan.
Mayyu terkejut ketika lia chan menampar heliand, Pemuda itu tetap tenang meskipun matanya menggenang
"Jika tidak ada hal lain mama bisa pergi sekarang" Ucap heliand dengan santai.
Kaki ini heliand cukup berani, sepertinya ia sudah yakin jika dirinya tidak akan membutuhkan uluran tangan sang mama.
"Baik"
Lia chan tersenyum tipis menatap heliand seolah meragukan kemampuan anaknya
"Semoga kau bisa membahagiakan mayyu, tanpa menyakitinya" Lia chan sepertinya sudah sangat kesal, ia melirik ke arah mayyu lalu meninggalkan anak dan menantunya tersebut dengan keadaan marah
Next...
__ADS_1