
Mayyu mulia gelisah sepanjang malam menunggu kabar dari pembantunya yg sudah ia utus untuk menguntit heliand, ia terduduk di sofa sudut kamar dengan ponsel yg terus ia genggam menunggu seseorang untuk menghubunginya _"Kenapa dia belum memberi kabar, sebenarnya apa yg dilakukan oleh heliand" Gumam mayyu kesal, ia meremas ujung dres pakaiannya pikirannya sudah tidak karuan, entah bawaan bayi atu bukan namun akhir akhir ini moodnya benar benar buruk, mayyu sering tiba tiba merasa jengkel, merasa muak dengan makanan makanan yg beraroma pekat, bahkan ia selalu ingin memukul heliand setiap kali melihat wajah suaminya tersebut.
Tiba tiba saja ponsel mayyu bergetar, seorang pembantu itu ternyata mengirimkan beberapa foto heliand bersama luna yg ia ambil secara diam diam, raut wajah mayyu berubah kesal tatapannya tajam bibirnya mengerucut seakan tidak terima dengan prilaku heliand yg sama sekali tidak pernah berubah
"Kurang ajar, dia benar benar menbodohiku" Celetuk mayyu meremas ponselnya ia benar benar sudah tersulut emosi, mayyu berpikir keras tidak mungkin ia mengancam heliand dengan cara menggugurkan kandungannya, sedangkan usia kehamilannya sudah memasuki bulan kelima, mayyu berdecak kesal perasaannya sakit melihat beberapa foto heliand yg sedang berdiri bersama wanita, meskipun dalam foto tersebut heliand hanya berdiri dan ada jarak di antaranya dan Luna namun perasaan mayyu sudah benar benar hancur, kecemburuan itu telah menguasai pikirannya, matanya mulai menggenang, ia melirik ke jam dinding di tembok sampingnya waktu sudah menunjukan pukul 2.26 namun heliand masih juga belum kembali
"Ahhhhhhh dasar bodohhhh" jerit mayyu kesal meluapkan tangisannya
"Siapa yg bodoh mayyu?" Tanya heliand yg tiba tiba saja datang membuka pintu kamar tersebut, seketika mayyu memalingkan wajahnya melirik ke arah pintu tersebut, Heliand berjalan mendekati mayyu, terlihat wajahnya sudah basah di penuhi dengan air mata _"Hey apa ini?" Heliand meraih wajah mayyu mendongakannya agar wajah cantik itu menatapnya _"Apa kau menangis? katakan apa tejradi sesuatu? perutmu kesakitan? kenapa kau belum tidur?...
Mayyu seolah sudah tidak bisa menahan amarahnya, ia benar benar sudah tersulut emosi, mayyu menghentak tangan heliand yg terus menyentuh dirinya _"Cukup!!!!" Teriak mayyu kesal manatap heliand tajam _"Jangan sentuh aku!!!!!!
Heliand mulai kebingungan dengan sikap mayyu yg saat itu sangat terlihat marah padanya ia meraih tangan mayyu dan mencoba menenangkan istrinya tersebut _"Mayyu ada apa? tidak biasanya kau semarah ini? katakan sesuatu, apa salahku?" Ujar heliand dengan lembut
__ADS_1
"Lepassss!!! kau masih bertanya apa salahmu?? Plakkkkkkkkkk" Mayyu berteriak dan menampar heliand dengan cukup keras
"Kau keterlaluan heliand, aku sedang mengandung anakmu, aku tau semua ini hanya untuk kepentinganmu mendapatkan warisan dari ayahmu, tapi seharusnya kau berpikir aku ini istrimu, dan sekarang kau pergi keluar bahkan bertemu dengan wanita lain di belakangku" Tegas mayyu meninggikan suaranya, ia bahkan menjatuhkan dirinya prustasi di sofa dengan air mata yg terus saja berjatuhan
"Tunggu tunggu, apa kau bilang? wanita? wanita apa aku tidak bertemu dengan wanita lain di belakangmu" Ucap heliand mencoba menenangkan mayyu, namun wanita itu sudah benar benar tidak tahan dengan sikap heliand ia melemparkan ponselnya ke arah heliand untuk memperlihatkan foto tersebut pada suaminya
Heliand tidak berkutik, ia terkejut melihat foto tersebut _"Tunggu tunggu aku bisa jelaskan mayyu ini tidak seperti yg..
Belum sempat heliand menyelesaiakan ucapannya namun mayyu sudah lebih dulu memotongnya _"Cukup!!! aku tahu pernikahan kita memang hanya karna keterpaksaan, bahkan bisa di bilang semua ini salah paham, tapi pernikahan itu bukan main main heliand, sejauh ini aku bertahan, aku menerima semua sikap burukmu, bahkan aku selalu mengiyakan segala keinginanmu!!! apa kau tidak bisa menghargai aku sedikitpun? hubungan kita memang terjalin bukan karna cinta, aku tahu itu, kapan kau akan berubah heliand, aku sedang mengandung anakmu" Mayyu menangis lirih terkekeh kekeh, ia benar benar sudah kehilangan kesabarannya, menurut mayyu sikap heliand benar benar sangat keterlaluan
"Hentikan!!!, jangan mendekat!!! menjauh dariku
Heliand tidak menggubrisnya, ia mencoba terus mendekati mayyu dan meraihnya
__ADS_1
"Lepas!!! jangan sentuh aku...
Raut wajah helaind memerah matanya menggenang, entah apa yg terjadi padanya ia benar benar merasa bersalah melihat tangisan mayyu yg sangat terpukul atas perbuatannya
"Keluar" Ucap mayyu menghentikan tangisannya
"Tapi aku...
"Keluarrrrr" Teriak mayyu menatap heliand tajam
Heliand mencoba mendekati mayyu kembali namun wanita itu mendorong heliand agar menjauh dari dirinya, ia bahkan mendorong heliand keluar kamar _"Mayyu tolong aku hanya" Belum sempat heliand menyelesaikan ucapannya namun mayyu sudah mendorongnya keluar kamar dan membanting pintu kamar tersebut dengan keras hingga heliand terkejut mendengar suaranya
"Mayyu tolong..." heliand merendahkan suaranya, benar benar suatu keanehan, bagai mana mungkin seorang heliand yg selalu bersikap buruk dan dingin pada mayyu bisa merasa bersalah kepada istrinya tersebut
__ADS_1
"Apa aku benar benar sudah keteraluan?" heliand menghela nafasnya kasar sambil bersandar di pintu kamar yg sudah mayyu kunci dari dalam