Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 51


__ADS_3

Pagi itu mayyu terbangun dari tidurnya setelah semalaman menangis kepalanya terasa berat, ia beranjak sambil meringis memegangi kepalanya yg terasa berat, mata sembab yg khas terlihat dari wajah cantik mayyu, ia melirik ke samping tempat tidurnya yg memang tidak ada heliand karna semalam ia sudah mengusir pria itu keluar dari kamarnya


"Dia pasti pergi menemui wanita itu lagi karna aku tidak mengijinkannya masuk" Gumam mayyu dalam batinnya, mayyu mengikat rambutnya dan beranjak keluar dari kamar, perlahan mayyu membuka pintu kamarnya dan ia cukup terkejut karna ketika ia menarik pintu heliand ternyata tertidur bersandar di pintu tersebut hingga membuatnya jatuh ketika mayyu membuka pintunya


"Astaga"


"Awww" Helian meringis karna tubuhnya terbentur lantai


"Kenapa kau tidur disini?" Tegas mayyu yg masih terlihat kesal


"karna kau mengunci pintunya dari dalam" Ujar heliand menatap mayyu dengan penuh harapan, mayyu terlihat mengabaikan heliand, ia menutup kembali pintunya lalu berjalan menuruni tangga untuk membuat sarapan


"Mayyu tunggu mayyu" heliand mengikuti langkah istrinya yg menuju dapur


"Mayyu maaf selama itu semua tidak seperti yg kau kira"


Mayyu membalikan tubuhnya menatap heliand tajam


"Maaf" heliand memohon pada mayyu


"Untuk apa kau meminta maaf?" Tegas mayyu meninggikan suaranya


Heliand berpikir keras, ia pum tidak mengerti kenapa dirinya harus meminta maaf pada mayyu, bagai mana pun itu adalah kebiasaannya itu adalah hidupnya

__ADS_1


"Iya ya kenapa aku minta maaf?"


Mayyu berdecak kesal, ia kembali menajamkan tatapannya mengerutkan dahinya


"Kauuuuuu.... heliand aku sangat membencimu, aku tidak ingin melihat wajahmu" Tegas mayyu yg kembali terpancing emosinya


"Oke terserah, aku sudah minta maaf, bukan masalahku jika kau tidak memaafkanku, kau benar Aku tidak seharusnya meminta maaf,pernikahan kita kan hanya karna terpaksa"


Heliand menatap mayyu tajam, perkataannya lagi lagi membuat hati dan perasaan mayyu hancur, mata gadis itu kembali menggenang ia sama sekali tidak mengedipkan matanya menatap heliand


"Dasar tidak punya hati, tidak punya perasaan, kau tidak waras" Mayyu berteriak kesal pada heliand yg saat itu sudah pergi menjauh dari mayyu untuk kembali kekamarnya


"Kenapa kau masih belum menyadarinya aku cemburu heliand, aku tidak bisa melihat lau bersama dengan wanita lain" Mayyu menangis lirih terduduk di meja makan ia sudah sangat prustasi menghadapi sikap heliand dengan segala keegoisannya


"Siapa yg keterlaluan? aku? aku sudah minta maaf padanya!!"


"Kenapa dia terus menyalahkanku?"


Heliand mengatur suhu air untuk mengguyur tubuh kekarnya


"Setidaknya aku sudah meminta maaf, selebihnya bukan urusanku" Celetuk heliand, meskipun semalam ia sempat merasa bersalah pada mayyu tetapi sikap mayyu yg menurut heliand menyebalkan selalu membuat segala sesuatu menjadi rumit membuat heliand kesal dan bersikap tidak perduli padanya, padahal mayyu hanya ingin ia menghargai istrinya dan mengerti apa yg ia rasakan selama ini, namun memang pada dasarnya heliand keras kepala, ia tidak pernah memperdulikan orang lain merasa dirinya selalu benar dan tidak pernah salah


Mayyu kembali ke kamar dengan sepotong roti di tangannya lengkap dengan segelas susu, pandangannya tertuju pada sebuah ponsel yg terus saja berdering milik heliand, ia meraih ponsel dan melihat panggilan masuk yg bertuliskan nama luna di dalamnya

__ADS_1


"Luna?"


Mayyu langsung mengangkat panggilan tersebut


"Hallo?" tidak ada suara yg keluar dari dalam panggilan tersebut meskipun panggilan itu masih berlangsung


"Hallo?"


Namun masih tidak ada suara, mayyu dengan kesal langsung memutuskan panggilan tersebut.


ketika ia akan menaruh ponsel tersebut tiba tiba saja ponselnya kembali bergetar tanda sebuah pesan masuk


Luna : lusa jam 8 di sweet caffe


Isi pesan tersebut berhasil mayyu baca meskipun pada akhirnya heliand datang dan langsung merebut ponselnya


"Apa yg kau lakukan?"


"Ponselnya terus berdering, aku angkat tidak ada suara" Mayyu memasang wajah biasa biasa saja meskipun ia sudah tahu akan isi pesan tersebut


"Mmmm" Heliand memainkan ponselnya menjauh dari mayyu sambil memakai pakiannya


Mayyu terus saja memperhatikan pria jangkung itu gerak geriknya, ia sudah menaruh rasa curiga akan pesan yg berhasil ia baca barusan

__ADS_1


NEXT LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA❤️


__ADS_2