Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 59


__ADS_3

Sepanjang jalan heliand menjaga mayyu di rumah sakit, hingga pada saat itu ia menemui dokter yg merawat mayyu dan bertanya tentang keanehan yg terjadi pada istrinya


"Dokter , sebenarnya apa yg terjadi pada mayyu, kenapa dia tidak pernah merespon tindakan orang di sekitarnya?"


Dokter itu mencoba menjelaskan apa yg terjadi pada mayyu sebenarnya


"Tuan, sebenarnya istrimu mengalami syok berlebih, ini mungkin saja terjadi karna ia sangat terpukul atas kehilangan bayinya, dia terus saja larut dalam duka dan kesedihannya hingga membuat kejiwaannya sedikit terganggu, ini rentan terjadi pada seorang ibu yg telah kehilangan anaknya"


Heliand sangat terkejut mendengar pernyataan dokter, ia menelan salivanya tanpa berexspresi sedikitpun


"Besok istrimu sudah boleh pulang"


Heliand hanya menganggukan kepalanya, ia keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yg semakin tidak karuan, air matanya kembali menggenang setiap kali mengingat kebaikan mayyu, seketika bayang bayang itu muncul dalam pikirannya, mulai dari canda tawa mayyu, sikap baiknya, segala sesuatu yg baik menyangkut mayyu hadir dalam pikiran heliand, membuat pria jangkung itu semakin merasa terpukul.


Heliand menatap mayyu yg terbaring lemah tidak berdaya di balik pintu, ia tidak bisa menahan tangisnya setiap kali menatap wajah sendu mayyu yg berhasil menyayat batinnya, rasa penyesalan itu semakin kuat ketika ia kembali mengingat ketika mayyu mencoba menyembunyikan perselingkuhannya di hadapan Lia chan


"Aku memang bodoh"


Heliand memasuki ruangan tersebut dna berbaring di sisi mayyu, ia bahkan memeluk mayyu dan terus menatap wajah mayyu yg hanya diam dengan tatapan kosong.


"Kata maaf saja memang tidak cukup untuk menyembuhkan luka di hatimu" Heliand menyentuh lembut wajah mayyu, ia terus saja mengalirkan air mata penyesalannya di hadapan mayyu dengan harapan, jika mayyu akan merespon tindakannya dan mau memaafkannya


 ~


Keesokan harinya heliand dan mayyu sudah siap untuk kembali kerumah mereka, tidak ada perubahan dari mayyu, ia nampak masih belum merespon tindakan orang orang di sekitarnya, tatapannya juga masih kosong, bahkan heliand harus menggunakan kursi roda untuk membawa istrinya

__ADS_1


"Tunggu heliand"


Heliand melirik ke sumber suara, benar saja Lia chan dan Nicko datang untuk membawa mayyu pulang bersama mereka


"Aku akan membawa mayyuku" Ucap Nicko


Sontak hal tersebut membuat heliand terkejut, benarkah jika dirinya dengan mayyu akan segera di pisahkan oleh kedua orang tuanya sendiri?


"Tapi kenapa? dia istriku"


Lia chan memiringkan senyum tipisnya


"Apa kau sudah belajar jadi suami yg baik?" Lia chan mengucapkan hal tersebut seperti mengejek heliand, mungkin ini agak keterlaluan, kerua orang tua heliand justru sama sekali tidak memberikannya kesempatan.


"Maaf aku dan mayyu harus segera kembali kerumah" Heliand bersikeras pergi meninggalkan kedua orang tuanya yg terus mencoba menahan kepergiannya


Heliand kembali menghentikan langkahnya


"Rumah itu sudah kucabut dari asetmu"


Heliand tidak terkejut, ia tentu sudah menduga hal ini akan terjadi, pemuda jangkung itu kembali melangkahkan kakinya sambil mendorong kursi roda mayyu


"Aku tahu" Ucap heliand dingin


Anak itu sedikit pintar, Segala asetnya di cabut dari mulai rumah mobil kartu debit dan yg lainnya, beberapa hari kemarin ia bahkan menjual beberapa koleksi jam tangan mahalnya dan juga ponselnya untuk ia gunakan membayar biaya rumah sakit dan menyewa rumah sederhana, yg akan di tinggalinya bersama mayyu, tanpa ragu heliand melakukan itu, karna dirinya sudah mantap ingin menebus kesalahannya dan membahagiakan mayyu, meskipun tanpa harta yg ia miliki dari keluarga wang

__ADS_1


"Kita tidak keterlaluan kan?"


"Biarkan dia belajar dari kesalahannya" Lia chan terdiam menatap helaind yg pergi dari hadapannya bersama mayyu, sebenarnya ada rasa tidak tega ketika dirinya dan Nicko mencabut aset helind, namun lia chan ingin memberikan pelajaran pada heliand agar anak itu tidak bersikap seenaknya, heliand harus bisa menghargai istrinya, maka dari itu Lia chan membiarkan Heliand untuk membawa mayyu dengan keadaan aset yg sudah ia tarik.


Heliand membuka pintu rumah sederhana yg sudah ia sewa dengan perlahan, tidak mewah tidak besar, hanya memiliki dua kamar dan ruangan yg sangat kecil, sungguh sangat bertolak belakang dari rumahnya sebelumnya, ia mendorong kursi roda mayyu masuk, perlahan heliand mengankat mayyu dan membaringkannya di tempat tidur


"Hanya ini yg bisa aku berikan, aku harap kau menyukainya" Heliand mengecup pucuk kepala mayyu meskipun wanita itu tidak bereaksi sama sekali


"Tapi aku janji, aku akan mencari pekerjaan dan tidak akan membuat hidupmu merasakan kekurangan" Heliand melebarkan senyumnya menatap mayyu yg sama sekali tidak bereaksi, tatapan mayyu masih saja kosong, mata heliand kembali menggenang, dan spontan pemuda itu memeluk mayyu dan menangis di pelukannya


"Aku mohon jangan seperti ini, maafkan aku mayyu" Heliand menangis sejadi jadinya


"Aku memang penyebab kematian anak kita, ampuni aku mayyu" Heliand terus memeluk mayyu dengan erat dan menangis di pelukannya, tanpa ia sadari, mayyu juga menjatuhkan setes air matanya


"Aku akan bekerja keras untukmu, tapi aku mohon maafkan aku, sekarang kau hanya satu satunya di hidupku" heliand menangis sejadi jadinya


"Aku tahu ini sudah terlambat, tapi aku benar benar mencintaimu"


Heliand menatap wajah mayyu yg sama sekali tidak bereaksi


"Kau dengar itu? aku mencintaimu, sangat mencintaimu" Heliand kembali memeluk mayyu erat erat seolah tidak ingin jauh darinya


Mau bagaimana lagi? nasi sudah menjadi bubur, sekarang mayyu telah mengalami syok berlebihan, bahkan wanita itu terus saja larut dalam kesedihannya hingga kejiwaannya sedikit terganggu, heliand yg mengetahui hal tersebut bersumpah akan membantu penyembuhan istrinya dan akan bekerja keras demi kebahagiaan mayyu, agar hidup istrinya tidak kekurangan.


NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA YA BIAR MASUK 10 BESAR, TOP VOTE 3 TERBANYAK BAKALAN AUTHOR HUBUNGIN, KASIH TIP😍💋

__ADS_1


 


__ADS_2