
"Apa sikapku buruk?"
Mayyu memandang wajah Heliand dengan mata yang menggenang, entah kenapa ia merasa sudah sangat keterlaluan jika mengingat kemarahannya, yang sangat sulit Heliand kendalikan.
"Maafkan aku."
Mayyu tertunduk, dengan bibir yang mengerucut, sikap Heliand benar-benar sudah sangat sabar menghadapinya, bahkan ketika salah paham yang terjadi padanya dengan Heliand beberapa waktu lalu, pemuda itu tidak sama sekali menunjukan rasa prustasinya. setiap detik, menit, jamnya. Heliand habiskan untuk membujuk sang istri, dengan penuh kelembutan.
Sungguh, dimata Heliand kali ini Mayyu benar-benar sangat menggemaskan, ia bahkan tidak tahan menatap Mayyu yang sedang tertunduk merasa bersalah, atas apa yang telah ia lakuakan.
"Lupakan, aku mengerti. itu hal yang wajar, bagaimana pun juga kesalahanku dimasa lalu memang sangat keterlaluan."
Heliand mendongakan wajah Mayyu, agar gadis itu menatap kedua bola mata indahnya.
"Apa kau mencintaiku?"
"Sangat."
Heliand tersenyum tipis, ia langsung memeluk dan mengelus rambut indah sang istri, mencoba menenangkan sekaligus memberikan kehangatan untuk Mayyu.
"Terima kasih." ucap Heliand dengan suara terendah.
Mayyu menenggelamkan dirinya di dua bola mata indah milik Heliand.
"Untuk apa?"
"Karna kau sudah memberi aku kesempatan."
Mayyu langsung merengkuh bibir Heliand dengan begitu lembut, kecupan limattan Mayyu daratkan pada bibir tipis Heliand. Pria itu benar-benar menyadari kesalahannya, dan sekarang Heliand bahkan selalu memperlakukan Mayyu dengan baik, penuh kasih sayang.
Bahkan Mayyu sendiri sampai tidak ingat, kapan terakhir kali Heliand bersikap kasar padanya, ia rasa hal itu hanya terjadi pada saat Heliand masih memelihara kebiasaan buruknya.
__ADS_1
***
Diruangan lain, Yuki sedang menidurkan kedua bayi kembar Mayyu dan Heliand, yang usianya baru menginjak beberapa bulan.
"Anak pintar." ucap Yuki.
Gadis itu mendaratkan kecupannya pada masing masing pucuk kepala Sean dan Siera. yang tidak lain anak kembar dari Heliand dan juga Mayyu.
Sesegera mungkin Yuki merapikan barang-batangnya, ia memang hanya bekerja di paruh waktu, saat pagi Erico sendiri yang mengantarnya, dan saat malam pemuda itu akan kembali menjemputnya.
Meskipun saat itu Yuki menjadi saksi perselingkuhan Heliand. ia cukup tahu diri, tidak pernah mencoba mengungkit ataupun bertanya tentang hal tersebut pada Mayyu. Namun yang jelas Yuki menilai Mayyu adalah sosok wanita yang hebat, bisa dengan mudah memaafkan kesalahan Heliand. bahkan Yuki sendiri tidak bisa membayangkan, bagaimana sakitnya diduakan, bahkan pada aaatvyang bersamaan Mayyu harus kehilangan bayinya.
"Sudah?" ucap Erico, yang saat itu sudah datang menjemput Yuki.
"Tunggu sebentar."
Entah apa sebeneranya hubungan antara Erico dan Yuki, jika dikatakan sebagai pasangan kekasih, keduanya tidak pernah saling menyatakan perasaannya masing-masing, akan tetapi kedekatannya sudah sangat di luar batas wajar, Erico bahkan rela menanggung biaya hidup Yuki secara cuma-cuma, sebelum Yuki mendapatkan pekerjaan.
Yuki terkejut pada saat dirinya memalingkan tubuh, dan Erico sudah berada sangat dekat di belakang tubuh gadis itu. Dengan cepat Erico menutup mulut Yuki, agar gadis tersebut tidak berteriak.
"Mmmm."
"Bodoh, kau bisa membangunkan kedua anak Heliand." tegas Erico
"Kau sendiri yang membuatku terkejut."
Yuki mendorong tubuh pemuda itu, agar sedikit menjaga jarak darinya.
"Sepertinya kau sudah pandai mengurus bayi."
"Itu tidak buruk." ucap Yuki dengan santai.
__ADS_1
Pemuda itu kembali memangkas jarak antara Yuki dengan dirinya, Erico memang selalu agresif saat berada dekat dengan gadis tersebut.
"Lalu kapan kita akan mencobanya?"
Mata Yuki membulat sempurna begitu ia mendengar pernyataan tersebut dari Erico.
"A-apa?" ucap Yuki dengan gugup.
Erico mengelus wajah Yuki dengan lembut, ia benar-benar semakin berani, padahal saat ini keduanya sedang berada didalam kamar bayi Heliand dan Mayyu.
"Ayo kita mencobanya."
"Me-mencoba apa?"
Cupp...
Erico mendaratkan ciumannya pada bibir gadis itu dengan perlahan, mata Yuki sampai membulat terkejut, begitu Erico melakukan hal itu padanya, meskipun ini bukan kali pertama Erico mencuri ciuman dari wanita tersebut.
Yuki merapatkan bibirnya, seakan menolak ciuman tersebut, dalam batinnya bagaimana jika tiba-tiba ada yang datang, masuk kedalam ruangan kamar bayi tersebut.
"Mmm lepas."
Mayyu mendorong tubuh Erico dengan sekuat tenaga.
"Dasar bodoh, memalukan."
Yuki berlalu begitu saja dengan raut wajah jengkel, cukup kesal, sebenarnya saat ia bersama dengan Erico, perasaannya selalu tidak karuan, jantung berdebar dengan kencang. ia bahkan mengklaim itu adalah perasaan cinta, tapi mau bagaimana lagi, statusnya dengan Erico cukup berbeda, ia cukup tahu diri, jika harus jatuh cinta pada pemuda yang lahir dari keluarga terpandang seperti Erico.
**GUYS TOLONG DONG RAMAIKAN KARYA BARUKU JUDULNYA..
- Istri Gadis Ayahku
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGALKAN JEJAK, LIKE KOMEN DAN VOTENYA YANG BANYAKK**