
"Sayanggg aku sangat merindukanmu" Lili melingkarkan kedua tangannya di atas bahu Robin dengan manjanya gadis itu terus menggoda robin yg kahir akhir ini waktu untuk bertemu mereka semakin berkurang karena semenjak kejadian malam pertemuan itu Lina selalu mengawasi segala sesuatu yg dilakukan lili. Robin membelai rambut panjang lili, ia menyingkirkan rambut tersebut yg menutupi wajah gadis itu terlihat jelas dua bola mata coklet milik lili yg sedang menatap robin hingga bayangan wajahnya terpancar di dalamnya
"Apa kau sudah menemukan jawabanmu?"
robin mencubit mesra hidung mancung milik lili. Lili terlihat murung, ia menggelengkan kedua bola matanya menatap tajam pria jangkung tersebut
"Jika aku datang apa ibumu akan mengusirku?"Ucap Robin dengan nada terendah.
Lili terlihat murung ia tidak menjawab hal tersebut dan melepaskan lilitan tangannya dari robin, Lili berjalan menuju jendela ruangan tersebut, ia menatap senja yg saat itu menyinari kamar apartement robin dengan warna warna yg khas, angin bertiup seakan menambahkan ketenangan untuk Lili, dia sedang tidak ingin membahas hal hal yg membuat pernikahannya dengan robin dibatalkan. Robin menghampiri Lili dan melingkaran tangannya di perut rata milik gadis itu, Robin menghirup aroma tubuh Lili dari lehernya
"Cup... Apa kau tersinggung? ucap robin mencium leher Lili
"Entahlah, saat ini aku tidak ingin membahas hal itu"
"Robin apa kau tahu, siang malam aku terus memikirkan hal ini, hal yg membuat pernikahan kita di batalkan, dan sampai sekarang aku sendiri tidak pernah menemukan jawabannya" Ujar lili dengan air mata yg menggenang
Robin memegang kedua bahu lili dan membalikan tubuh gadis itu untuk menatap kedua bola matanya, air mata itupun mulai berjatuhan dari mata lili membuat hari robin merasa tergores
__ADS_1
"Maafkan aku, aku memang bodoh, sebagai laki laki aku tidak pernah bisa memecahkan masalah ini..
"Lili aku mohon!! Aku mohon ijinkan aku untuk menemui ibumu"
"Tidak" Lili langsung memotong ucapan Robin
"Bagai mana jika dia tidak mengijinkanku untuk menemuimu? bagai mana jika di menyuruhmu untuk pergi dari hidupku"
Lili meraih wajah tampan Erico dan menatap kedua bola matanya dengan tajam
"Tapi lili kita tidak mungkin terus terusan seperti ini, aku mencintaimu, kita harus menghadapi masalahnya lili, bukan menghindar ataupun membiarkannya terus berlarut larut"
Robin meraih kedua tangan lili ia menatap tajam mata Lili yg sudah menjatuhkan air matanya
"Percayalah padaku, apapun yg terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Ujar Robin menutup ucapannya dengan memberikan ciuman manis di tangan Lili hingga membuat gadis itu terkagum kagum dengan keberanian pemuda yg sangat ia cintai
"Robin aku sangat mencintaimu" ucap Lili yg langsung memeluk robin dengan erat.
__ADS_1
Robin mencium pucuk kepala Lili, ia menatap wajah lili sedikit memerah dan menghapus air mata yg sudah membasahi gadinya tersebut
"Apa kau percaya padaku??" Tanya robin menegaskan pandangannya.
Lili hanya menganggukan kepalanya membalas tatapan tersebut. Robin langsung menempelkan bibirnya pada Lili, Lili terdiam meskipun pada akhirnya membalas ciuman tersebut, ia sedikit membuka mulutnya agar robin lebih leluasa menyatukan kedua lidah dua insan yg sedang di mabuk cinta tersebut. Lili mengeratkan pelukannya dengan sedikit mencengkram bahu robin
"mmmm hentikan nanti ada yg melihat" Ucap lili yg memang keduanya memang sedang berdiri di sisi jendela yg mengarah jelas ke kota
"Aku menginginkanmu" Ucap robin menatap tajam wajah gadis tersebut. Lili menatap sendu robin entah apa yg ada dalam pikirannya ia tetap diam dengan tatapan sendunya
"Aku menginginkamu" Sekali lagi robin mengucapkan hal tersebut.
"mmmmmmm" Suara lili yg menahan erangannya hingga membuat robin semakin bergairah
"Sayang kau menikmatinya" Ucap robin yg menggit benda tersebut, lili mencengkram kuat rambut hitam dan tebal tersebut sambil menikmati hal yg dilakukan oleh robin
Nex guys, sengaja gk di lanjut, males pusing mikirin adegan itu tuh😄😁jangan lupa like dan komennya ayo bantu vote sebanyak banyaknya💋❤️❤️
__ADS_1