Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 66


__ADS_3

**Gompranggg...


Brughhhh...


Prangggg**...


Beberapa barang terlempar melayang ke arah heliand seperti panci, penggorengan, piring dan lainnya. bukan tanpa sengaja mayyu melemparkan hal tersebut kepada heliand, namun kali ini heliand benar benar membuat mayyu semakin kesal.


"pergi kau dasar tidak tahu malu"


Beberapa barang terus saja melayang


"Aku membencimu"


Mayyu menjerit dengan kesal hingga heliand tidak berani mendekatinya, emosi mayyu benar benar meningkat setelah dia kehilangan bayinya, heliand bahkan tidak di peebolehkan untuk salah bicara sedikitpun.


 


**Beberapa waktu sebelumnya**...


Sepasang mata indah itu sedang memperhatikan mayyu yg sedang menyisir rambutnyabdi hadapan cermin, pemuda itu bahkan terus saja melebarkan senyumnya menatap ke arah istrinya tersebut, keadaan mayyu memang sudah lebih baik, dengan balutan handuk yg masih menyangkut di tubuhnya dan keadaan rambut yg setengah basah membuat aura kecantikannya terpancar dihadapan heliand, tetesan demi tetesan itu mengalir dari rambut menelusuri area leher hingga ke bahu mayyu, heliand yg memang semenjak kehamilan istrinya tidak pernah menyentuh mayyu ataupun wanita lain itupun mulai menginginkan kembali hal tersebut, tentu ia sudah cukup sedari dulu menahan hasratnya demi sang bayi yg kini telah tiada, jadi ia pikir ia akan merayu mayu dan mencoba untuk membuat kembali anaknya.


Tubuh heliand beranjak dari tempat tidur untuk menghampiri mayyu yg sedang terduduk didepan cermin yg hanya menutupi bagian tubuhnya dengan handuk, heliand perlahan menyentuh dan membelai rambut mayyu yg setengah basah itu.


"Biarkan aku yg melakukannya"


Heliand mengambil alih sisir tersebut dari tangan mayyu, ia langsung menyisir rambut indah istrinya dengan penuh kelembutan.


Tidak ada kecurigaan yg terlihat di wajah mayyu, ia hanya berpikir mungkin heliand sedang merayunya agar dirinya lebih bersikap tidak dingin lagi pada heliand.


Mayyu membiarkan hal tersebut, ia menatap wajah heliand yg terpantul di cermin, pemuda itu terus memancarkan senyumnya, sentuhannya bahkan sangat lembut dan penuh kehati hatian.


"Kau terlihat cantik"


Heliand mulai mengeluarkan kata kata itu untuk merayu mayyu


"Butuh pijatan?"


Mayyu tidak menggubrisnya, ia tetap diam dengan wajah tanpa ekspresinya. Heliand mulai meletakan sisir itu di meja, tangannya dengan lembut memijat mijat bahu mayyu, ia menyingkap rambut panjang yg tergerai tersebut hingga memperlihatkan keidahan di area leher mayyu. pijatan pijatan itu terus heliand lakukan, bahkan ia mendekatkan wajahnya ke area tersebut hingga sangat jelas terasa deruan nafas heliand.

__ADS_1


"Cup" Satu kecupan mendarat di bagian tersebut hingga membuat mayyu tersentak kaget


"Apa yg kau lakukan"


Heliand masih terlihat santai dan tenang memijat mijat bahu tersebut, bahkan ia menempelkan wajahnya dari belakang ke wajah mayyu hingga terlihat pantulan kedua wajah itu dari cermin.


"Tentu saja memanjakan istriku"


Tangan itu mulai memeluk mayyu, namun wanita itu langsung berdiri dari duduknya dan menjauh dari heliand.


"Mayyu apa kau belum bisa memaafkanku? ayolah aku sudah mengatakannya kenapa kau masih bersikap seperti ini terhadapku"


Wajah heliand memelas, sebenarnya tujuannya lain, ia hanya ingin mendapatkan sentuhan dari mayyu, tidak ada salahnya mencoba, lagi pula heliand sudah benar benar berubah dan bahkan mau melakukan apapun demi mayyu, jadi ia pikir jika wanita itu sudah luluh dan mengerti akan keinginannya.


Namun mayyu malah mengenakan pakaiannya, mengabaikan ucapan yg keluar dari mulut heliand.


"Enak saja mau mendapatkan hal itu dengan mudah" gumam mayyu dalam batinnya


Sialnya karna keadaan kamar yg tidak luas tanpa kamar mandi di dalam, akhirnya mayyu mengenakan pakaiannya di hadapan heliand, cukup santai dan tenang mungkin mayyu berpikir, untuk apa merasa malu, toh juga heliand sudah sering melihatnya tanpa sehelai benang pun, lagi pula bagaimana pun kan mereka sudah berstatus suami istri.


Namun hal tersebut semakin membuat heliand tidak tahan, berbulan bulan heliand menahan hal ini, dan sekarang sudah waktunya, sudah waktunya ia mendapatkan kepuasan dari apa yg sudah ia tahan selama beberapa waktu.


"Sial dia mengenakannya di hadapanku"


"Aku harus mendapatkannya, aku harus merayunya"


Heliand mencoba mendekati mayyu dan kembali merayu istrinya tersebut


"Mayyu tapi apa salahnya, maksudku aku ini suamimu"


Tatapan wanita itu sangat dingin melirik ke arahnya, ia berjalan menuju keluar kamar di ikuti oleh heliand yg terus saja mengoceh


"Mayyu aku mohon mengertilah, aku ini suamimu, jika bukan darimu lantas aku harus memintanya dari siapa?"


Langkah mayyu terhenti hingga sosok pria di belakangnya tidak sadar menabraknya


"Kau bersedia kan"


Heliand melebarkan senyumnya menatap wajah mayyu yg dingin tanpa ekspresi tersebut

__ADS_1


"apa yg kau pikirkan? apa aku akan dengan mudahnya menerima semua yg kau lakukan padaku? tadi kau bilang apa? aku ini suamimu? Tuan heliand, selama kau menjadi suamiku apa kau menjalankan tugasmu sebagai seorang suami!!!!, oh yaa jika bukan dariku lantas kau harus meminta hal ini dari siapa? Kenapa kau tidak minta saja pada wanita yg kau temui di hotel tempo lalu"


Heliand mencoba mencari pembelaan, ia terus saja merayu dan memberikan penjelasaan jika dirinya benar benar sudah meninggalkan wanita itu dan mencintai istrinya sekarang


"Tapi"


"Cukup"


Jari mayyu menunjuknke arah heliand dengan tatapannya yg sangat menakutkan


"Jangan bahas masalah ini lagi, atau jika tidak malam ini kau tidur di luar"


Mayyu dengan kesal meninggalkan heliand ke arah dapur untuk memasak beberapa makan siang, dia masih mejalankan kewajibannya meskipun sikapnya begitu dingin


Namun heliand terus saja berusaha demi mendapatkan apa yg dia inginkan, tanpa henti ia mengikuti mayyu ke belakang.


"Tapi maksudku, aku pikir, mayyu satu bayi lagi itu akan membuat rumah kecil kita ramai"


Mayyu memalingkan wajahnha, bibirnya mengerucut matanya memerah, bagaimana tidak, belum kering luka yg heliand berikan, sepertinya mayyu masih dalam keadaan berduka dan heliand dengan santainya ingon menambah kembali satu bayi untuk menggantikan anak pertamanya yg meninggal.


"Euu maksudku"


Gompranggg...


Brughhhh...


Prangggg...


Beberapa barang terlempar melayang ke arah heliand seperti panci, penggorengan, piring dan lainnya.kali ini heliand benar benar membuat mayyu semakin kesal.


"pergi kau dasar tidak tahu malu"


Beberapa barang terus saja melayang


"Aku membencimu"


"Dasar bodoh"


Mayyu menjerit dengan kesal hingga heliand tidak berani mendekatinya, emosi mayyu benar benar meningkat setelah dia kehilangan bayinya, heliand bahkan tidak di perbolehkan untuk salah bicara sedikitpun.

__ADS_1


**NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA YA, AYO DONG BIAR MASUK 10 BESAR, VOTE 3 TERBANYAK BAKALAN DI HUBUNGIN UNTUK MENDAPAT TIP KHUSUS DARI AUTHOR🤩😘😍**


 


__ADS_2