
Hallo guys, Happy new year, gimana nih liburannya? maaf ya kemarin authornya sibuk otwan😄 jam update mulai hari ini udah normal kembali❤️💋💋
*****
Hari itu mayyu menangis karna merasa sudah tidak tahan dengan perlakuan Heliand yg tidak pernah menghargainya, Heliand bahkan sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk berat, tercium bau farpum wanita dari baju-baju kotornya, bahkan sempat ada noda lipstik di sah satu pakaian kotor tersebut.
Mayyu tersedu di sudut ranjang dengan sakit hatinya menunggu kepulangan Heliand yg sebelumnya pergi setelah bertengkar dengannya
"Masih menangis? tidak usah berlebihan, kau tahu pernikahan kita karna-"
Belum sempat Heliand menyelesaikan ucapannya Mayyu dengan kesal langsung memotongnya.
"Keterpaksaan? itu yg akan kau katakan? Heliand aku ini sitrimu, meskipun aku dan kau menikah karna terpaksa tapi pernikahan itu bukanlah permainan, kau tidak bisa seenaknya berbuat sesukamu terhadapku."
"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini apa kau puass" Teriak helian dengan kesal.
Mayyu terdiam ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar mendapat perlakuan kasar dari Heliand.
"Aku bahakn tidak pernah melakukan apapun padamu tapi aku menikahimu, apa semua itu belum cukup untuk membayar rasa malumu"
Pria itu terus berteriak meninggikan suarabya pada sang istri.
"Bohonggggggg!!!! kau bohongggg!!! kau tidak hanya membuatku malu, tapi kau sudah merugikanku."
"Merugikan? merugika??"
Helinad menarik tangan mayyu, ia mencengkramnya dengan kuat hingga mayyu tidak bisa melepaskannya.
__ADS_1
"Lepasss heliand apa yg kau lakukan?."
Heliand mencium paksa bibir kecil itu dengan kasar ia bahkan merobek pakaian yg mayyu kenakan.
"Heliand bodoh apa yg kau lakukan?"
"Aku akan membuktikannya padamu jika aku tidak melakukan apapun."
"Helian hentikan apa kau sudah tidak waras????"
Heliand mengabaikan Mayyu yg terus memberontak, dia mengunci setiap pergerakan mayyu, dengan kuat Mayyu mencoba melepaskan diri dari Heliand namun tenaganya tidak cukup untuk menghentikan pemuda tersebut. Napasnya terengah-engah, tetesan air mata terus saja berjatuhan namun pemuda tersebut tetap tidak menghentikan aksinya.
"Hentikan aku mohon" Rintih mayyu
Heliand membuka pakaiannya, dengan cepat mayyu terbangun dan mencoba kabur dari ruangan tersebut namun Heliand kembali menarik tangannya dan mendorong gadis itu ke tempat tidur.
"Kau mau kemana istriku sayang." ujar Heliand memiringkan senyumnya.
"Ahhhhh lepaskan aku,aku mohonnn."
Heliand terus saja menikam gadis itu tanpa ampun.
"Tidak, aku tidak ingin hal ini, aku hanya ingin belaian lembut darinya, dengan penuh cinta dan kasih sayang, bukan perlakuan kasar seperti ini" Gumam mayyu dalam batinnya
Napas mayyu tersenggal, bercampur air mata yg terus saja menetes menerima setiap hentakan dari suaminya, matanya menatap langit langit kamar dengan pasrah karna Heliand telah melakukan hal itu dengan paksa dan kasar. Cairan hangat bening bercampur merah dar*ah tanda kewanitaan itu mengalir, Helian hanya memiringkan senyumnya dan terus mempercepat gerakan tubuhnya
"Mmmmhhhh" Tanda pelepasan dari Heliand.
__ADS_1
Pemuda tersenyum tipis sedikit mengangkat alisnya menatap ketidak berdayaan Mayyu yg saat itu mulai memejamkan matanya.
"Kau bisa lihat, noda merah itu membuktikan jika aku tidak pernah malakukan apapun padamu" bisik Heliand di daun telinga mayyu dengan suara terendah.
Gadis itu terdiam, ia lemah tidak bertenaga merasakan nyeri pada bagian pribadinya, Mayyu menarik selimut dan menutup dirinya membelakangi pemuda itu.
"Jadi semua yg dikatakan heliand itu benar? ternyata dia memang tidak melakukan apapun?."
"Dia tidak mencintaiku? dia tidak pernah mencintaiku!!! tidak ini semua tidak benar, dia tidak akan pernah bisa mencintaiku."
Mayuu beranjak dari tempat tidurnya, ia menutupi dirinya dengan selimut lalu berlari ke kamar mandi, Heliand yg saat itu sangat kelelahan hanya diam berbaring memainkan ponselnya memperhatikan Mayyu.
"Sekarang apa yg akan dia lakukan?"Gumam Heliand
Mayyu menyalakan shower, dia mengatur suhu air yg membasahi seluruh tubuhnya, bekas tanda kemerah-merahan menempel di bagian dada leher paha dan perut mayyu, gadis itu tidak berdaya perasaannya semakin hancur ternyata pernikahannya tidak hanya terjalin karna terpaksa, namun itu semua hanya kesalah pahaman saja.
Mayyu keluar dari kamar mandinya dengan piyama dan handuk yg membungkus rambut basahnya
"Apa aku sangat menjijikan sehingga dia langsung membersihkan dirinya" Gumam Heliand dalam batinnya
Mayyu membuka lemari pakaiannya, ia mengenakan pakaiannya dan mengeluarkan sebuah koper dari lemari tersebut hingga membuat Heliand terkejut keheranan, Mayyu memasukan semua pakaianya kedalam koper.
"Tunggu, tunggu mayyu apa yg kau lakukan? kau mau pergi kmna?" ujar heliand.
Pemuda itu menghampiri Mayyu yg saat itu sudah memasukan seliruh pakaiannya kedalam koper.
"Sudahlah Heliand, maafkan aku karna sudah salah paham, benar, pernikahan ini terjadi karna keterpaksaan. aku akan kembali kerumah orang tuaku, kau bisa mengurus perceraian secepatnya aku tidak keberatan" Ujar gadis itu dingin
__ADS_1
Dengan berat hati Mayyu mengatakan hal tersebut, meskipun perasaannya sangat hancur menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.
Next guys, tolong beri dukungan dengan cara like komen dan bantu votee💋❤️