Not Wrong Destiny 2

Not Wrong Destiny 2
Chapter 69


__ADS_3

Heliand menghela nafasnya dengan kasar, ia menatap kepergian sang mama dengan sedikit rasa bersalah, memang seharunya ia tidak bersikap sekasar itu pada lia chan, namun saat itu emosinya benar benar memblokir akses jalan pikirannya.


Pemuda itu terduduk lemah, tidak ada kata kata yg keluar dari mulutnya, dengan keadaan yg masih sangat kotor heliand hanya memijat kepalany yg tidak pusing.


"Minumlah"


Mayyu datang dari belakang membawakan segelas air untuk heliand, gadis itu terduduk di sebelah heliand dengan mata yg terus saja menatap wajah suaminya.


"Aku tahu aku salah, hal ini pantas aku dapatkan" Heliand berucap sambil mengerluarkan air matanya, ia menyesal karna sudah meninggikan suaranya di hadapan sang mama


"kenapa tidak ada yg bisa mempercayaiku? aku tahu aku sudah banyak melakukan keaalahan" Heliand tertunduk menyembunyikan wajahnya yg sedang menangis dengan kedua tangannya.


Tentu saja mayyu sebagai sang istri sangat tidak tega melihat heliand menangis dengan penuh penyesalannya, tangan mayyu mencoba menyentuh bahunya, air mata mayyu pun ikut mengalir ketika melihat sang suami menangis di depannya.


"Aku percaya"


Mayyu menatap heliand yg sedang menyembunyikan wajahnya, gadis itu benar benar tidak bisa menahan tangisnya. heliand yg mendengar hal tersebut langsung mamalingkan wajahnya menatap mayyu.


"Kau? kau percaya?"


Heliand menyentuh wajah cantik itu, keduanya saling bertatapan dengan kondisi mata yg saling mengeluarkan air mata.


Mayyu mengangguk, tatapannya sama sekali tidak teralihkan.


"Aku percaya, aku mempercayaimu heliand"


Mendengar hal tersebut tanpa basa basi heliand langsung memeluk mayyu dengan erat


"apa? apa aku tidak salah dengar? kau mempercayaiku?"

__ADS_1


Heliand melepaskan pelukannya menatap mayyu kembali


"Apa itu artinya kau memaafkanku?"


Gadis itu kembali menganggukan kepalanya, dengan air mata yg terus mengalir menatap heliand, ketulusan pria itu benar benar telihat hingga mayyu dapat merasakannya. tangan heliand meraih dan menggengam tangan mayyu dengan erat


"Kau? mayyu kau mau sedikit bersabarkan? kau percaya padaku kan? aku berjanji akan bekerja keras untuk memberikan banyak perhiasan untukmu, tolong bersabarlah aku juga tidak ingin kau hidup kekurangan bersamaku"


Keduanya terus saling menatap, air mata dari mayyu dan heliand masih tetap mengalir, tidak ada ucapan yg keluar mulut mayyu, gadis itu hanya terus saja menangis sambil terus menatap heliand


"Mayyu aku mencintaimu, kali ini aku benar benar akan membuktikannya, tidak peduli dengan harta ayahku, kali ini aku benar benar mencintaimu, untuk itu aku akan bekerja keras, aku mohon kaulah alasan dari tetesan keringatku" Heliand kembali membawa mayyu kedalam pelukannya


"Aku, aku juga mencintaimu"


Mayyu mengusap air mata yg terus mengalir di wajah heliand


"Aku bersedia ikut denganmu, menerima kondisimu sekarang, itu semua karna aku mencintaimu, apa kau pikir di dunia ini ada wanita yg ingin hidup secara cuma cuma dengan seorang pria dan itu tanpa cinta!?"


"Terima kasih, terima kasih mayyu" lagi lagi heliand memeluk mayyu dengan erat, sambil melepaskan rindunya.


Mayyu meraih sekotak tissu dan mengambilnya beberapa lembar, ia mengusap wajah heliand dengan lembut dan perlahan membersihkan noda oli yg menempel.


"Berjanjilah jika kau tidak akan bersikap dingin lagi terhadapku" Ucap heliand memohon dengan wajah yg memelas


"Aku tidak akan bersikap dingin selama kau menjaga kepercayaanku dengan baik"


Mayyu memiringkan senyumnya menatap heliand, keduanya kini saling menatap semakin dalam mereka menatap, wajah heliand mendekati wajah mayyu dan mencoba meraih bibir mungil gadis itu.


Namun jari telunjuk mayyu langsung menghentikan bibir heliand yg mencoba mendekat.

__ADS_1


pemuda itu menghela nafanya dengan kasar dengan wajah tanpa ekspresi, mayyu masih saja tetap menolak meskipun itu hanya sekedar ciuman.


"Sebaiknya makan dulu, sebentar lagi kau harus kembali ke bengkel" Ucap mayyu melebarkan senyumnya


Pemuda itu hanya mengangguk sedikit kecewa, mayyu langsung beranjak dari tempat duduk tersebut dan melangkahkan kakinya menuju meja makam di belakang, di ikuti oleh heliand. mayyu mengambil piring dan mengambil makanan yg tersedia untuk heliand.


"Kenapa hanya satu piring?"


Heliand keheranan ketika mayyu hanya menyediakan makanan untuknya saja


"Aku sudah makan"


Makanan sudah mayyu siapkan namun heliand tetap diam tidak memakam makanan tersebut


"Kenapa tidak di makan?"


"Karna kau sudah makan" Ucap heliand dengan santai.


Mayyu pikir heliand benar benar berubah, tetapi tidak dengan sikap kekanak kanakannya, pria itu tatap saja seperti anak kecil.


Mayyu tahu betul jika heliand kesal karna dirinya menolak ciuman dari suaminya barusan, maka dari itu sikap helian sekarang kembali menjadi labil. tidak pembicaraan di antara keduanya saat itu


"Jadi masih tidak mau menemaniku makan siang?" Celetuk heliand ketus


Tidak ada jawaban dari gadis itu, ia masih saja menatap heliand dengan santai.


"Ya sud..


Belum sempat heliand menyelesaikan ucapannya, namun mayyu lebih dulu membukam mulut itu dengan bibirnya, heliand terkejut, tentu saja hal inu benar benar ia manfaatkan, dengan cepat heliand membalas ciuman tersebut dan menikmatinya, memang hal inilah yg sebenarnya dia inginkan.

__ADS_1


TUH 2 CHAPTER YA GUYS, AKU CUMA MAU BILNAG KEMARIN HELIAND MASUK 20 BESAR, SENENG SIH😔 BERSYUKUR DONG TENTUNYA😁😍😘 TAPI MAUNYA 10 BESAR😭😭😭NEXT GUYS, LIKE KOMEN DAN BANTU VOTE SEBANYAK BANYAKNYA DONGGG😭😭NANGIS NIH CUMA D SURUH UP DOANG D VOTENYA DIKIT😭😭😭😭


__ADS_2